Hack.AC.ID, BANDUNG – NuArt Sculpture Park menggelar pagelaran budaya bertajuk Love Letter from Bali selama dua hari, Sabtu (6/12/2025) dan Minggu (7/12/2025). Helatan ini menjadi ajang bagi publik untuk menyaksikan beragam produk budaya Bali, yang dikemas secara kekinian.
Space Director NuArt Sculpture Park, Anya Madiadipoera, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan menghadirkan budaya Nusantara secara dekat dan hidup untuk publik.
Ia menyampaikan gelaran ini merupakan kali kedua. Sejauh ini program budaya dengan kemasan “surat cinta” telah mengangkat budaya Bali dan Sunda. Namun, menurut Anya, ke depan akan ditampilkan juga dari budaya daerah lainnya.
“Jadi, acara Love Letter from Bali ini sebetulnya adalah sebuah program dari NuArt Sculpture Park yang bermaksud sebagai sebuah jendela budaya. Jadi, apabila tahun lalu dan tahun ini kami memulai programnya dengan adat Bali dan Sunda, nanti ke depannya Love Letter ini bisa mengambil budaya lain. Misalnya dari Borneo, dari NTT, dari manapun juga,” kata Anya, saat dijumpai wartawan di sela-sela acara, Minggu (7/12).

“Tapi intinya Love Letter itu adalah sebuah surat cinta dari budaya-budaya Nusantara. Dan di NuArt kami menyediakan tempat bagi orang untuk mengintip semua itu,” ucapnya.
Dengan harga tiket Rp10 ribu, pengunjung bisa menikmati deretan workshop, pertunjukan seni, hingga agenda komunitas.
Di area Amphitheater, pengunjung mengikuti lokakarya seperti Yoga with Selonding Gamelan, Wayang Tantri, dan Workshop Gamelan & Dance. Pertunjukan berlangsung maraton dua hari, di antaranya, Kecak Inovatif, Wayang Tantri, Legong Abimanyu Gugur, Sendratari Mendak Nini, Dramatic Reading, Tari Nyi Ronggeng, serta Legong Condong Peliatan.
Tak ketinggalan ada Parade Baleganjur yang mempertontonkan cerita Pangarep Bumi, dibawakan oleh langsung kolektif seniman muda Tabanan, Bali. Karya seni pertunjukan gamelan Bali modern ini diciptakan sebagai representasi semangat keharmonisan, spiritualitas, dan pelestarian lingkungan.
Pertunjukan ini jugalah yang menjadi semacam pusat gelaran, dan disambut penuh antusias oleh pengunjung yang datang.
“Tapi mungkin dengan 10 ribu itu yang didapat adalah experience luar biasa ya. Yaitu bisa merasakan budaya, saat ini budaya Bali yang saya datangkan khusus dari Tabanan,” kata Anya.
Selain sederet pertunjukan, dalam helatan ini ada juga sesi diskusi bertajuk Membaca Ulang Tradisi, Membangun Ruang Baru untuk Tumbuh. Zona lain seperti Sculpture Park, Studio Sanctuary & Dome Atas menghadirkan workshop Everyone Can Paint: Bali in Colors, Tari Gopala, hingga Fun Clay Making, lengkap dengan art market dan area kuliner.
NuArt juga menggandeng komunitas untuk program tukar baju serta penukaran minyak jelantah menjadi uang.
“Juga ada salah satu komunitas di mana kita bisa menukarkan minyak jelantah kita dibawa ke sini, ditukarkan menjadi uang, hal-hal seperti itu,” terang Anya.
Dia menambahkan lewat gelaran Love Letter NuArt kini tengah tengah mendorong inovasi penyajian seni tradisi agar lebih dekat dengan generasi muda. Sehingga produk tradisi dan budaya Nusantara terus dikenal dan tak lekang oleh zaman.
“Tapi yang sedang kita coba olah sekarang itu adalah supaya lebih kontemporer. Supaya lebih mudah diterima oleh anak-anak generasi sekarang,” katanya.
“Karena kadang orang itu kalau terlalu tradisi, anak-anak muda zaman sekarang itu rasanya terlalu jauh gitu ya gapnya. Jadi kita salah satunya mengapa saya memilih Jenana Kolektif dari Bali. Anak-anak ini bisa membungkus sebuah budaya tradisi menjadi kontemporer,” kata dia.
Di sisi lain, Anya mengonfirmasi bahwa helatan Love Letter menjadi bagian dari rangkaian panjang menuju puncak perayaan 50 tahun sang maestro patung Indonesia, sekaligus ayahnya, Nyoman Nuarta, berkarya.
“Sebetulnya ini adalah sebuah rangkaian. Jadi love letter ini saya mulai dengan cerita masa kecil ayah saya. Kemudian nanti akan berkembang terus sampai akhirnya di mana ayah saya berdewasa dan menjadi seperti hari ini sekarang. Jadi ini adalah sebuah program kecil, micro program yang akan berlangsung sampai tahun depan. Mudah-mudahan. saya masih belum bisa mengatakan kapan gongnya, tepatnya di mana perayaan 50 tahun itu akan dilaksanakan,” jelas dia.
Meski secara hitungan waktu capaian itu telah lewat, hajatan puncaknya direncanakan akan digelar tahun depan bersamaan dengan rampungnya gedung baru.
“Jadi kita akan buka gong di gedung yang baru, yang lebih spektakuler,” katanya.
(dbs)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan