RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gingin Ginanjar menegaskan Kota Bandung secara resmi dinyatakan nol kasus rabies berdasarkan data nasional Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS).
Namun demikian, Gingin mengingatkan status bebas rabies secara absolut belum bisa disematkan karena potensi penyebaran virus tetap ada, terutama melalui mobilitas hewan antarwilayah.
“Bandung itu secara data nasional dinyatakan nol kasus. Tapi belum bisa dikatakan bebas sepenuhnya. Rabies ini sifatnya bisa menyebar lintas daerah dan bisa dibawa oleh hewan yang masuk,” ujar Gingin saat ditemui di DKPP Kota Bandung, Jl. Arjuna, Kota Bandung, Jumat (20/6/2025).
Gingin menjelaskan virus rabies tidak hanya menyebar lewat gigitan, tetapi juga bisa menular lewat kontak udara dan interaksi antarhewan, khususnya jika lalu lintas hewan tidak diawasi secara ketat.
Oleh karena itu, DKPP bersama tim veteriner terus memperkuat sistem pengawasan pergerakan hewan masuk ke Kota Bandung.
“Lalu lintas hewan ini menjadi perhatian utama kami. Sebab banyak penyakit yang muncul itu dari hewan-hewan yang keluar masuk tanpa kontrol yang memadai,” jelasnya.
Gingin juga menyinggung kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat merebak beberapa waktu lalu. Penyakit itu merupakan contoh nyata bagaimana lemahnya pengawasan pergerakan hewan bisa berujung pada penyebaran wabah.
“PMK itu salah satu contohnya. Ketika lalu lintas hewan tidak terkontrol, risiko penyakit menular sangat tinggi,” tambahnya.
Gingin menekankan peran penting dokter hewan dan petugas otoritas veteriner dalam menyeleksi, mengawasi, dan memastikan hewan yang masuk ke Kota Bandung dalam kondisi sehat.
Deteksi dini serta penolakan terhadap hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan menjadi kunci pencegahan.
“Dokter hewan itu punya peran strategis. Bukan hanya untuk menangani yang sakit, tapi juga mengidentifikasi hewan berisiko sebelum sempat menularkan. Ini bagian dari otorisasi veteriner yang harus berjalan efektif,” ungkap Gingin.
Gingin menambahkan DKPP Bandung kini meningkatkan koordinasi dengan wilayah perbatasan dan memaksimalkan pos pemeriksaan hewan, terutama momentum Idul Adha di mana lalu lintas hewan kurban meningkat drastis.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada celah bagi penyakit zoonosis seperti rabies, PMK, atau antraks masuk ke wilayah perkotaan.
“Pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat mempertahankan status nol kasus rabies dan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas penyakit hewan menular,” pungkasnya.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan