Hack.AC.ID- Lanskap ancaman siber di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Serangan yang kini lebih senyap, cepat, dan sulit dideteksi membuat perusahaan besar, pelaku UMKM, hingga individu berada dalam risiko yang sama. Fortinet®, pemimpin global keamanan siber, menegaskan bahwa keamanan digital sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar opsi tambahan bagi organisasi.
“Ancaman siber tidak memandang status. Perusahaan besar bisa terkena, perusahaan kecil bisa terkena, bahkan individu pun bisa jadi korban kalau tidak punya pemahaman yang cukup,” ujar Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, dalam Fortinet Cybersecurity Roadshow di Kota Bandung, Selasa (25/11).
Peringatan tersebut sejalan dengan temuan survei Fortinet–IDC: State of Cybersecurity in APAC, yang menunjukkan bahwa hampir 54% organisasi di Indonesia mengalami ancaman berbasis AI selama setahun terakhir. Bahkan 36% melaporkan lonjakan serangan hingga tiga kali lipat, mulai dari deepfake impersonation, AI-assisted credential stuffing, hingga polymorphic malware yang berubah-ubah untuk menghindari deteksi. Ironisnya, hanya 13% organisasi yang merasa mampu menanggulanginya.
Sementara itu, sebagian besar tim keamanan di Indonesia belum memiliki fungsi threat hunting khusus, dan banyak bekerja dengan rasio yang jauh dari ideal, kurang dari satu ahli keamanan untuk 100 karyawan. Kondisi ini membuat banyak organisasi rentan, terutama yang tengah mempercepat transformasi digital pascapandemi.
Edwin menekankan bahwa solusi keamanan canggih saja tidak cukup tanpa kesadaran dan keterampilan yang memadai.
“Security awareness itu budaya. Harus ada orang yang mengelola, mengoperasikan, dan mengerti. Edukasi IT team dan pelatihan berjenjang itu wajib,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah dasar yang sering diabaikan: melakukan backup teratur.
Menurut Edwin, serangan paling masif saat ini mengincar sektor dengan data besar dan kritis seperti pemerintahan, kesehatan, dan lembaga keuangan. Industri perbankan relatif lebih siap, namun banyak institusi lain masih minim deteksi, termasuk yang mengandalkan sistem lama tanpa pembaruan berkala.
Fortinet yang telah beroperasi selama 25 tahun secara global dan 15 tahun di Indonesia menunjukkan bahwa evolusi ancaman menuntut evolusi produk. “Dulu orang mengenal kami sebagai perusahaan antivirus atau firewall. Sekarang portofolio kami lebih dari 60 produk terintegrasi,” kata Edwin.
Meski pasarnya dinamis, fungsi keamanan tetap sama untuk semua kalangan: memastikan data tetap terlindungi. Perbedaannya hanya pada skala dan kompleksitas solusi yang dibutuhkan organisasi.
MoU dengan Telkom
Setelah sukses digelar di Jakarta dan Surabaya, tahun ini Fortinet menambahkan Bandung sebagai kota baru dalam rangkaian roadshow edukasi untuk pengguna. Selain berbagi pengetahuan dan tren ancaman terbaru, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tim IT perusahaan serta membangun budaya keamanan digital yang lebih kuat.
Dalam kesempatan yang sama, Fortinet juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Telkom Indonesia untuk memperkuat infrastruktur keamanan digital nasional. Kerja sama ini memungkinkan integrasi solusi Fortinet—termasuk next-generation firewall, SASE, IoT security, hingga solusi cloud—ke dalam portofolio layanan Telkom.
“MoU ini memperkuat komitmen kami untuk mengamankan masa depan digital Indonesia melalui platform bertenaga AI yang dapat digunakan pada skala besar,” kata Edwin.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, menyebut kolaborasi ini penting bagi percepatan transformasi digital nasional. “Cybersecurity dan SD-WAN adalah pilar kebutuhan perusahaan modern. Kolaborasi dengan Fortinet membuka peluang pengembangan solusi yang aman dan inovatif,” ujarnya.
Dengan meningkatnya serangan berbasis AI, digitalisasi lintas sektor, dan makin besarnya volume data pribadi yang dikelola berbagai institusi, kebutuhan akan ekosistem keamanan yang holistik menjadi semakin mendesak. Kombinasi kapabilitas global Fortinet dan jangkauan Telkom dinilai mampu memberikan solusi lebih kuat bagi sektor pemerintahan, keuangan, telekomunikasi, hingga UMKM.
Kolaborasi dan edukasi publik ini menegaskan visi bersama untuk membangun Indonesia yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi ancaman siber di masa depan.
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan