RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung menjadi tuan rumah Peringatan Hari Penglihatan Sedunia World Sight Day (WSD) 2025 yang digelar di Aula Gedung C Lantai 4 RSM Cicendo. Tahun 2025, peringatan mengusung tema besar Deklarasi Komitmen Bersama untuk Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan Penglihatan dan Produk Alat Bantu yang Terjangkau dan Berkeadilan, Indonesia SPECS 2030.
Direktur Utama RSM Cicendo, Antonia Kartika Indriati menyebut gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014-2016, angka kebutaan di Indonesia masih berada di angka 3 persen, tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
“Salah satu penyebab utamanya adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi. Kondisi ini bisa dialami semua usia dan berdampak besar pada produktivitas, terutama pada anak-anak karena dapat mengganggu proses belajar mereka,” ujar Antonia, Kamis (9/10/2025)
Antonia menjelaskan pemerintah telah menyusun Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan 2025-2030 sebagai strategi nasional. Langkah ini menjadi dasar bagi perluasan layanan refraksi dan pemerataan akses terhadap alat bantu penglihatan seperti kacamata, dengan dukungan kolaborasi lintas sektor.
“Masih ada kesenjangan antara jumlah penderita gangguan penglihatan dan ketersediaan alat bantu. Melalui Indonesia SPECS 2030, pemerintah berupaya memperkecil kesenjangan itu lewat kolaborasi berbagai sektor,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesehatan Gigi dan Indra Kemenkes RI, Prihandriyo Sri Hijranti menyoroti ancaman kesehatan mata di era digital. Tema global Love Your Eyes yang diusung tahun ini, menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih peduli terhadap kebiasaan penggunaan gawai berlebihan.
“Data RAAB 2016 menunjukkan 15,9 hingga 44 persen anak sekolah di Indonesia mengalami gangguan refraksi. Penggunaan perangkat digital yang tinggi berisiko memperparah kondisi ini,” ujarnya.
Sejak Februari 2025, Kementerian Kesehatan menggencarkan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nasional menekan gangguan penglihatan sejak usia dini.
Puncak kegiatan Hari Penglihatan Sedunia di RSM Cicendo ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Indonesia SPECS 2030, melibatkan Kementerian Kesehatan RI, WHO, serta berbagai pemangku kepentingan utama.
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan deklarasi ini menjadi tonggak penting bagi upaya nasional memperkuat layanan penglihatan di Indonesia.
“Dua dari tiga orang di dunia yang membutuhkan kacamata belum mendapatkannya. Di Indonesia sendiri, sekitar 15 juta penduduk usia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan kelainan refraksi, sementara 44 persen anak sekolah menghadapi masalah serupa,” jelas Nadia.
Pemerintah menargetkan peningkatan cakupan layanan refraksi hingga 40 persen pada tahun 2030. Inisiatif ini menjadi bagian dari kerja sama global WHO SPECS 2030, yang menekankan pelayanan penglihatan berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Perwakilan WHO untuk Indonesia, Paranietharan memuji langkah pemerintah yang dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ia menilai, pendekatan Community Eye Health atau Perawatan Mata Terpadu Berbasis Masyarakat menjadi langkah efektif untuk memperluas akses layanan kesehatan mata.
“Melalui pendekatan ini, Indonesia berkomitmen memperkuat skrining dini, memperluas literasi publik, dan memperbaiki akses alat bantu penglihatan yang terjangkau. WHO siap mendukung penuh Indonesia dalam mewujudkan cakupan kesehatan mata universal pada 2030,” ujarnya.
Dukungan WHO mencakup pembangunan Vision Centre di layanan primer, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan mata, serta penerapan teleoftalmologi untuk menjangkau wilayah terpencil.
“Jika Indonesia berhasil mengatasi gangguan refraksi secara menyeluruh, bukan hanya kesehatan mata yang meningkat, tapi juga kualitas sumber daya manusia nasional. Program SPECS 2030 ini bahkan bisa menjadi model bagi negara lain di kawasan,” ucap Paranietharan.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan