Warga Bakar Pondok Pesantren Ilegal di Kab Bandung Gara-gara Kasus Pencabulan – Radar Bandung – Hack.AC.ID

pontren-ilegal-9486976-5647709-jpg

RADARBANDUNG.ID, SOREANG – Puluhan warga menggeruduk hingga membakar gerbang sebuah pondok pesantren (pontren) yang diduga ilegal di kampung Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Aksi pembakaran pontren ini dipicu oleh kasus pencabulan kepada santri hingga praktik live tiktok joget yang mencurigakan terjadi di pondok pesantren tersebut.

Dalam video berdurasi tiga menit yang viral di media sosial, gerbang Pondok Pesantren Santri Sinatria dibakar puluhan warga imbas kasus pencabulan beberapa santri yang dilakukan pengurus.

Kepala Desa Kramatmulya, Asep Sholehuddin mengkonfirmasi, aksi pembakaran gerbang depan ponpes ilegal, yang hanya berupa satu gubuk dan saung tersebut terjadi pada Sabtu (17/5/2025) pada pukul 11.00.

“Hal tersebut, karena kemarahan warga yang memuncak, setelah aksi bejat hingga keanehan praktik pesantren tersebut,” ujar dia, Senin (29/5).

Asep mengatakan, aksi perusakan pesantren yang sudah beroperasi sekitar 10 tahun tersebut tidak bertahan lama, setelah pihak kepolisian dan pemerintah desa melerai kemarahan.

“Kita langsung menjaga warga agar tidak terlalu marah, karena memang pesantren tersebut sudah ditutup dan tidak beroperasi,” ungkap dia.

Dari penelusuran pihaknya, selama ini aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh ponpes tersebut memang tertutup dan tidak berbaur dengan masyarakat.

“Misal ada ajakan maulid nabi atau shalat bersama di masjid terdekat mereka tidak terlibat. Bahkan santri yang ada memang banyaknya berasal dari luar kampung,” paparnya.

Lebih lanjut, keanehan praktik ponpes tersebut bertambah setelah diketahui banyak anak santri hingga stafnya asik melakukan live tiktok di pesantren untuk mendapatkan cuan dengan berjoget.

“Ada beberapa akun seperti bocah botak, mereka diduga santri yang mencari uang lewat tiktok, dengan berjoget serta dilakukan di dalam pesantren,” jelas dia.

Aktivitas tersebut, lanjutnya, lebih dominan dilihat warga ketimbang kegiatan keagamaan yang dilakukan ponpes.

“Sehingga banyaknya kejanggalan yang membuat, dugaan bahwa pospes ini gadungan dan hanya menjadi alat untuk mendapatkan donasi. Memanfaatkan rasa iba donatur yang kerap datang,” terangnya.

Guna mencegah kejadian serupa pemanfaatan lahan untuk kegiatan ponpes mencurigakan pihaknya akan mengajak seluruh kepala desa untuk melakukan pengecekan hingga pengetatan aktivitas komunitas asing di wilayah desa.

“Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi, kita harus perketat pengawasan dan keamanan. Sehingga jika ada warga melaporkan kegiatan yang mencurigakan akan langsung ditindak,” pungkasnya. (kus)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *