RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Fakta mengejutkan kembali terungkap dari hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Sebanyak 43 bayi menjadi korban perdagangan manusia dengan modus adopsi, baik ke luar negeri maupun dalam negeri. Sebanyak 17 bayi dijual ke Singapura, satu di antaranya meninggal dunia di Pontianak, sementara sisanya dipasarkan di berbagai wilayah di Indonesia.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, usai timnya berhasil mengungkap jaringan besar penjualan bayi yang melibatkan dua skema, adopsi internasional dan lokal.
“Untuk jaringan internasional, 17 bayi sudah diberangkatkan ke Singapura, delapan berhasil kita amankan, dan satu bayi meninggal dunia. Sisa bayi lainnya dijual ke dalam negeri dengan harga antara Rp10 hingga Rp15 juta,” ungkap Surawan, Rabu (6/8/2025).
Ia mengungkapkan, dalam pengembangannya, polisi mendapati bayi yang dijual ke Singapura dihargai hingga 20 ribu dolar Singapura atau setara dengan ratusan juta rupiah. Sementara bayi-bayi yang diadopsi secara lokal dihargai jauh lebih murah.
Jaringan dalam negeri teridentifikasi melibatkan sejumlah pelaku, salah satunya adalah Astri, yang diduga kuat berperan sebagai penyalur utama bayi. Ia mengalirkan sekitar 13 bayi kepada pelaku lain bernama Jek, yang juga memiliki sumber bayi dari luar Astri.
Hingga saat ini, Polda Jabar telah menangkap 20 tersangka dalam kasus ini. Namun masih ada 6 orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka terdiri dari dua orang asal Jawa Barat dan empat orang dari Pontianak.
Beberapa DPO disebut berperan sebagai ibu palsu, perempuan yang mengaku sebagai ibu kandung untuk mempermudah pengurusan dokumen dan mengantar bayi ke calon adopter, baik dalam maupun luar negeri.
“Bayi-bayi ini tidak dirawat tenaga medis. Mereka dijaga sendiri oleh para pelaku. Tidak ada perawatan layak, sehingga satu bayi meninggal di Pontianak,” jelas Surawan.
Polisi juga tengah menelusuri peran rumah sakit di Pontianak yang diduga menerbitkan surat keterangan lahir palsu bagi para bayi. Dokumen ini kemudian digunakan untuk mengurus dokumen resmi lainnya seperti akta kelahiran dan paspor.
“Rumah sakit tersebut sudah kami periksa. Kami dalami siapa yang terlibat dalam penerbitan dokumen untuk bayi-bayi ini,” ujar Surawan.
Dalam penyelidikan, petugas mengandalkan bukti digital, termasuk percakapan pelaku di media sosial Facebook, rekaman komunikasi dengan calon adopter, hingga riwayat transaksi.
Sementara itu, dari 43 bayi yang tercatat, baru delapan bayi yang berhasil diamankan. Polisi juga telah mengidentifikasi dua orang tua kandung, namun masih melakukan uji DNA untuk mencocokkan identitas biologis bayi-bayi tersebut.
“Motif utama orang tua kandung menjual bayi adalah ekonomi. Tapi jika terbukti terlibat, mereka tetap bisa dijerat pidana,” tegasnya.
Surawan mengonfirmasi polisi sudah menemukan jejak agen adopsi di Singapura, baik dari hasil interogasi tersangka maupun bukti komunikasi digital.
Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan otoritas Singapura untuk mengidentifikasi para adopter yang menerima bayi dari jaringan ini. Data terkait pun telah dikirim untuk proses verifikasi lebih lanjut.
Polda Jabar juga menduga bayi-bayi ini tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Penelusuran jaringan lokal masih dikembangkan karena penyidik sempat fokus pada jalur internasional.
“Keterangan tersangka menunjukkan sumber bayi berasal dari banyak daerah, bahkan dari orang tua yang mereka kenal via media sosial,” ungkapnya.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan