Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Syarat, Contoh

kemasan-9297676-7894409-jpg

Kemasan – Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Istilah, Bahan, Daya Tarik, Etika, Contoh, Ahli : Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Pengemasan adalah bagian pertama dari produk yang ditemui pembeli dan dapat menarik atau menolak pembeli.


kemasan-9938310

Table of Contents

Pengertian kemasan

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Pengemasan adalah bagian pertama dari produk yang ditemui pembeli dan dapat menarik atau menolak pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk memenangkan minat konsumen dalam membeli barang.


Baca juga artikel terkait: pengertian, fungsi dan unsur manajemen pemasaran beserta tugasnya secara lengkap


Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk serupa di pasar yang sama.


Pengemasan adalah kegiatan merancang dan membuat wadah atau casing sebagai produk.

  • Swatha menafsirkan (1980: 139)

Pengemasan (packaging) adalah kegiatan umum dan perencanaan barang yang menyangkut penentuan desain pembuatan pembungkus atau pengemasan suatu barang.


Kemasan adalah wadah atau casing. Maka dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengemasan adalah kegiatan merancang dan membuat kemasan suatu barang yang meliputi perancangan kemasan dan pembuatan kemasan untuk produk tersebut.


Fungsi kemasan

Banyak perusahaan yang menaruh perhatian besar pada pengemasan barang karena menganggap bahwa fungsi pengemasan tidak hanya membungkus, tetapi jauh lebih luas dari itu.


  1. Melindungi barang dagangan yang bersangkutan dari kerusakan sejak diproduksi sampai dengan barang tersebut dikonsumsi.
  2. Untuk memudahkan pemrosesan dan penyimpanan benda-benda komersial tersebut. Melalui perantara dan konsumen.
  3. Untuk menjual produk yang dimaksud.

Baca juga artikel terkait: tujuan, strategi dan 6 definisi pemasaran menurut para ahli

Tujuan pengemasan

Menurut Louw dan Kimber, pengemasan dan pelabelan kemasan “2007” memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Produksi Fisik, yaitu perlindungan benda terhadap suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
  • Perlindungan penghalang, yang melindungi terhadap oksigen, uap air, debu dan sebagainya.
  • Penahanan atau aglomerasi yaitu benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk pengangkutan dan penanganan yang efisien.

  • Pengalihan informasi, yaitu informasi tentang cara menggunakan pengangkutan, daur ulang atau pembuangan kemasan produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  • Mengurangi pencurian yaitu paket yang tidak dapat disegel kembali atau akan rusak secara fisik “menunjukkan tanda-tanda dibuka” sangat membantu dalam mencegah pencurian paket serta memberikan peluang sebagai perangkat anti-pencurian.

  • Kenyamanan adalah fitur yang menambah kemudahan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penyegelan kembali, penggunaan dan penggunaan kembali.
  • Pemasaran yaitu pengemasan dan label dapat digunakan pemasar untuk mendorong calon pembeli membeli produk.

Jenis kemasan

Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Kemasan primer

    yaitu bahan pengemas langsung bahan makanan “kaleng susu, botol minuman, dll.”


  • Kemasan sekunder

    yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lain, seperti kardus untuk kaleng susu, kardus untuk wadah buah yang dibungkus dan sebagainya.


  • Kemasan tersier

    dan kuaterner yaitu pengemasan yang diperlukan untuk penyimpanan, pengapalan atau identifikasi, pengemasan tersier umumnya digunakan untuk perlindungan selama pengangkutan.


Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Kemasan sekali pakai

    yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah sekali pakai. Contohnya termasuk bungkus plastik, bungkus permen, bungkus foil, kotak kardus dan makanan kaleng.


  • Kemasan yang dapat digunakan berulang kali “multi trip”

    Artinya, kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang begitu saja oleh konsumen, melainkan dikembalikan ke agen penjualan untuk digunakan kembali oleh pabrik. Contohnya adalah botol minuman dan botol kecap.


  • Kemasan non-sekali pakai “semi-sekali pakai”

    Yakni, kemasan ini biasanya digunakan untuk keperluan lain di rumah konsumen setelah digunakan. Misalnya kaleng kue, kaleng susu dan berbagai jenis botol.


Berdasarkan tingkat kesiapan pemakaiannya, kemasan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Kemasan siap pakai

    yaitu bahan pengemas yang siap diisi dalam bentuk yang sudah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah botol, kaleng dan sebagainya.


  • Kemasan siap dirakit

    yaitu pengemasan yang memerlukan tahap perakitan lain sebelum diisi, misalnya kaleng yang berbentuk pelat dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.


Baca juga artikel terkait: Strategi pemasaran dan hal-hal penting dari sudut pandang penjual dan konsumen

Ketentuan Pengemasan

Menurut Winardi (1993:204), pertanyaan-pertanyaan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan pengemasan antara lain:

  1. Dari banyaknya bahan kemasan yang tersedia, bahan manakah yang paling baik digunakan untuk mempertegas wajah produk yang dihasilkan?
  2. Warna, desain, bentuk dan ukuran kemasan yang akan digunakan.
  3. Desain kemasan yang dapat memudahkan penggunaan produk oleh konsumen.
  4. Apakah suatu kemasan dapat dirancang dari segi fungsi sehingga kemasan tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain setelah barang dalam kemasan tersebut habis dikonsumsi.
  5. Pertimbangan desain kemasan untuk momen-momen tertentu, misalnya untuk kado ulang tahun dan momen-momen tertentu lainnya.

Bahan kemasan

Bahan yang digunakan untuk membuat kemasan akan sangat mempengaruhi desain dan bentuk kemasan yang akan dibuat, begitu juga dengan kemasan produk yang akan dikemas, misalnya: suatu produk yang berbentuk cairan tidak akan aman atau dapat dikemas dalam bentuk kertas, produk yang tidak tahan terhadap sinar ultraviolet tidak akan baik jika dikemas dalam plastik atau kaca transparan.

Menurut Syarief dan Irawati (1988:35), kemasan dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:


Rapuh, transparan (jadi tidak cocok untuk produk yang tidak tahan terhadap sinar ultraviolet).

Biasanya terbuat dari aluminium. Kemasan logam memiliki kekuatan yang tinggi sehingga cocok untuk produk kemasan yang membutuhkan kemasan yang pas, misalnya: untuk produk kemasan yang membutuhkan tekanan udara yang cukup untuk mendorong produk keluar dari kemasan kaleng.


Kemasan berbahan kertas ini tidak tahan terhadap kelembaban dan air sehingga mudah rusak, sehingga kemasan kertas tidak cocok untuk produk kemasan yang memiliki kadar air tinggi atau dalam keadaan cair.


Kemasan ini dapat berupa film, tas, wadah dan bentuk lainnya seperti botol, kaleng, guci dan kotak. Penggunaan plastik sebagai kemasan semakin meluas karena biaya produksi yang relatif murah, mudah dibentuk dan diubah.


Baca juga artikel terkait: Penjelasan tentang kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan faktor-faktornya


Daya Tarik Kemasan

Daya tarik kemasan sangat penting untuk menangkap stimulus konsumen yang ditransmisikan kepada produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik dengan produk tersebut. Menurut Wiryo (1999:10), daya tarik visual kemasan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu daya tarik visual dan daya tarik praktis.


Daya tarik visual mengacu pada tampilan kemasan atau label produk, termasuk warna, bentuk, branding, ilustrasi, teks, tata letak (Wirya, 1999:28-30)


  1. Warna

Warna adalah kualitas cahaya yang dapat dipantulkan dari suatu objek ke mata manusia. Warna dibagi menjadi kategori terang (mudah), sedang, gelap (lama).


Fungsi pemilihan warna:

  1. Untuk mengidentifikasi produk agar berbeda dengan produk pesaing.
  2. Untuk menarik perhatian, warna terang atau terang akan memantulkan cahaya lebih jauh dibandingkan warna gelap.
  3. Untuk menciptakan pengaruh, misalnya untuk meningkatkan selera konsumen terhadap produk makanan.
  4. Untuk mengembangkan asosiasi tertentu dengan produknya.
  5. Untuk menciptakan citra dalam pengembangan produknya.

  6. Untuk menghias produk.
  7. Untuk memastikan keterbacaan maksimal dalam penggunaan warna kontras.
  8. Untuk mendorong tindakan.
  9. Untuk perlindungan terhadap cahaya berbahaya.
  10. Untuk mengontrol suhu barang di dalamnya.
  11. Untuk membangkitkan minat pada fashion.

  1. Membentuk

Bentuk kemasan disesuaikan dengan produk Pertimbangan yang digunakan adalah pertimbangan mekanik, kondisi penjualan, perkembangan penjualan, tampilan dan cara penggunaan kemasan.


  1. Bentuk sederhana lebih disukai daripada bentuk kompleks
  2. Bentuk biasa memiliki daya tarik lebih
  3. Bentuk harus seimbang agar menyenangkan
  4. Bentuk persegi lebih disukai daripada persegi panjang
  5. Bentuk cembung lebih disukai daripada bentuk cekung
  6. Bentuk bulat lebih disukai wanita, sedangkan pria lebih menyukai bentuk siku
  7. Bentuknya harus mudah terlihat jika dilihat dari kejauhan.

Tanda pengenal seperti merek dagang dengan logo perusahaan meningkatkan daya tarik konsumen. Merek atau logo ini dipandang mampu mengangkat gengsi atau status seorang pembeli. Syarat logo yang baik adalah :

  1. Mengandung keaslian
  2. Mudah dibaca atau diucapkan
  3. Mudah diingat
  4. Sederhana dan ringkas
  5. Tidak mengandung konotasi negatif
  6. Tidak sulit untuk menggambarkannya

Baca juga artikel terkait: pengertian, jenis dan contoh motif ekonomi lengkap


  1. Ilustrasi

Ini adalah alat komunikasi, paket bahasa universal yang dapat menembus hambatan perbedaan bahasa. Ilustrasi ini mencakup fotografi dan gambar untuk menarik konsumen.


  1. Topografi

Topografi adalah tulisan pada kemasan berupa pesan-pesan kita untuk menjelaskan produk yang ditawarkan dan sekaligus memberikan sikap dan tindakan konsumen sesuai dengan harapan produsen.


  1. Tata letak

Tata letak adalah gabungan dari semua elemen grafis, termasuk warna, bentuk, ilustrasi merek, topografi, menjadi satu kesatuan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan tata letak adalah:

  1. Keseimbangan
  2. Sudut pandang dengan membuat elemen yang paling menarik
  3. Perbandingan ukuran yang cocok
  4. Atur urutan aliran kendala yang sesuai

Daya tarik praktis ini adalah efektifitas dan efisiensi suatu paket yang ditujukan kepada konsumen dan distributor atau pengecer.


Baca juga artikel terkait: pengertian dan jenis tindakan ekonomi beserta contoh lengkapnya


Daya tarik kemasan menurut Wirya (1999:15) meliputi:

  1. Kemasan yang menjamin untuk melindungi produk
  2. Kemasan yang mudah dibuka atau ditutup kembali untuk penyimpanan
  3. Dikemas dengan porsi yang sesuai
  4. Kemasan yang dapat digunakan kembali
  5. Kemasan yang mudah dipegang, dipegang dan dibawa
  6. Kemasan yang memudahkan penggunaan dalam pembelanjaan dan isi ulang

Etika pengemasan


Dalam menentukan kebijakan pengemasan suatu produk, produsen harus memperhatikan etika pemasaran McCharty (1993:199-202), yaitu dengan membuat kemasan yang dapat bertanggung jawab secara sosial, misalnya dengan membuat kemasan yang dapat didaur ulang atau kemasan yang dapat didaur ulang. digunakan kembali sehingga tidak merusak lingkungan. Selain itu produsen hendaknya mencantumkan tanggal kedaluwarsa produk dalam kemasannya agar konsumen tidak dirugikan oleh barang yang tidak dibutuhkannya dan merugikan mereknya dan juga mencantumkan informasi harga barang tersebut kepada konsumen tersebut. produk.

Contoh Kemasan

contoh-kemasan-3922893

Baca juga artikel terkait: Pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *