Pencetus Politik Etis : Pengertian, Latar Belakang, Tujuan

politik-etiss-1987402-7816397-jpg
politik-etiss-5336309

Definisi Politik Etis

Politik etis adalah perjuangan politik untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, efisiensi di daerah jajahan dan desentralisasi. Pada tahun 1890, muncul politik resiprositas yang disebut politik etis berdasarkan tekanan kaum liberal terhadap pemerintah Belanda.

Anggota parlemen yang berpikiran progresif menyarankan kepada Belanda untuk memperhatikan rakyat Indonesia karena mereka membantu mengisi keuangan Belanda yang diperoleh dengan susah payah melalui kerja paksa. Tekanan yang diberikan didasarkan pada anggapan bahwa Belanda berutang cukup banyak kepada Indonesia karena sudah menikmati kekayaan yang bukan miliknya.


Latar Belakang Politik Etis

Munculnya politik etis dilatarbelakangi oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Penerapan sistem tanam paksa yang menguntungkan Belanda tetapi menyengsarakan rakyat Indonesia menggugah hati nurani sebagian rakyat Belanda.
  2. Eksploitasi tanah dan penduduk Indonesia dengan sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib masyarakat adat. Sementara itu, para kapitalis dari Belanda, Inggris, Amerika, Belgia, Cina, dan Jepang meraup untung besar.
  3. Upaya Belanda untuk memperkuat pertahanan daerah jajahan dilakukan dengan cara penindasan dan penindasan terhadap rakyat. Rakyat kehilangan hak milik utamanya, yaitu tanah. Faktanya, industri pertanahan berada di bawah tekanan. Akibat penderitaan itu, muncul kelompok-kelompok yang sama sekali tidak memiliki tanah. Mereka termasuk golongan buruh yang bekerja di perkebunan, pabrik dan tambang.
  4. Muncul kritik dari kalangan intelektual Belanda sendiri (the Ethics) terhadap praktek-praktek liberal kolonial, seperti Van Kol, van Deventer, de Waal, Baron van Hoevell dan Van den Berg.

Isi Politik Etis


Sekolah kelas satu diberikan kepada anak yang berdomisili atau memiliki harta dan anak pejabat pemerintah. Pada tahun 1903 terdapat 29 sekolah kelas satu di Divisi dan 14 di ibu kota tempat tinggal. Dalam hal ini anak diajarkan tentang ilmu kebumian, sejarah, ilmu alam, menggambar, membaca, berhitung dan menulis. Kemudian untuk pendidikan kelas dua ditujukan untuk anak-anak pribumi dari kalangan bawah.

Pada tahun 1903 terdapat 245 sekolah negeri di Jawa dan Madura, dan di Fartikilir terdapat 326 sekolah, 63 di antaranya berasal dari Zending. Jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun 1892 adalah 50.000 mahasiswa. Kemudian pada tahun 1902 terdapat 1.623 siswa pribumi yang belajar di sekolah-sekolah Eropa.

Muatan politik etis dari segi pendidikan juga membedakan sekolah antara anak pribumi kelas bawah dengan anak yang berkecukupan. Untuk sekolah yang ingin menjadi PNS, ada tiga sekolah Osvia di Magelang, Probolinggo, dan Bandung. Dibawah ini adalah nama-nama sekolah untuk anak pribumi dan anak eropa yaitu :

  • Sekolahnya atau Hollandsch Indlandsche berada di tingkat dasar.
  • MULO atau More Extended Lower Education berada pada jenjang sekolah menengah pertama.
  • AMS atau Sekolah Menengah Umum berada di tingkat sekolah menengah atas.
  • Seminari atau Sekolah Guru untuk Penduduk Bumi.
  • Sekolah Menengah Teknik atau Sekolah Tinggi Teknik di Bandung. Namun pada tahun 1902, didirikan sekolah pertanian di Bogor (sekarang namanya IPB).

Is Pada tahun 1885 irigasi dibangun oleh pemerintah Belanda untuk sarana pengairan pertanian. Bangunan irigasi di Demak dan Beratas memiliki luas 96.000 bau. Tetapi pada tahun 1902 luasnya adalah 173.000 bau. Irigasi yang berguna akan menjadikan tanah lebih subur dan produksi juga dapat meningkat.



  • Transmigrasi atau migrasi penduduk

Isi terakhir dari politik etis adalah transmigrasi atau perpindahan penduduk. Dengan proses transmigrasi, lahan di luar Jawa yang tidak digarap kemudian diubah menjadi ladang pendapatan. Kemudian juga dapat mengurangi kepadatan penduduk di wilayah Jawa. Pada tahun 1865 jumlah penduduk Madura dan Jawa adalah 14 juta jiwa. Namun pada tahun 1900 jumlahnya menjadi dua kali lipat.

Pada awal abad ke-19, perpindahan penduduk dari Jawa Tengah ke Jawa Timur terjadi akibat perluasan perkebunan tembakau dan tebu. Migrasi dari Jawa ke Sumatera Utara juga terjadi karena tingginya permintaan tenaga kerja di perkebunan Deli, Sumatera Utara. Sedangkan migrasi ke Lampung bertujuan untuk menetap.


Implementasi dalam Politik Etis

Dalam perubahan politik ini, Belanda memiliki pengaruh terhadap kebijakan negara-negara jajahan Belanda, termasuk Indonesia, “Hindia Belanda”. Kelompok liberal di Belanda yang mendapat dukungan besar dari masyarakat mendesak pemerintah Belanda untuk memperbaiki kehidupan di daerah jajahan.

Dalam hal ini, salah satu pendukung politik liberal adalah Van Deventer.C.Th.van Deventer yang merupakan salah satu penganjur “konseptor” Politik Etis. Desakan ini mendapat dukungan dari pemerintah Belanda, dalam pidato kenegaraan tahun 1901, Ratu Belanda, Wilhelmina, mengatakan:

Belanda memiliki kewajiban untuk mengusahakan kesejahteraan penduduk Hindia Belanda.

Dengan demikian pidato tersebut merupakan awal dari kebijakan kemakmuran di Hindia Belanda yang dikenal dengan Politik Etis Timbal Balik.


Tokoh Pencipta Politik Etis

Eksistensi Politik Etis di Hindia Belanda saat itu setidaknya diwarnai oleh tokoh-tokoh mereka, baik sebagai penggagas, fasilitator, pelaksana maupun pengkritik kebijakan ini.
Inilah 5 Tokoh Belanda yang mewarnai Politik Etis.



  • Eduard Douwes Dekker (1820-1887)

Eduard Douwes Dekker atau yang juga dikenal dengan nama pena Multatuli adalah seorang sastrawan Belanda yang terkenal dengan Max Havelaar (1860), novel satirnya yang mengkritisi perlakuan buruk kaum kolonialis terhadap pribumi di Hindia Belanda. Saat menerbitkan novel Max Havelaar, dia menggunakan nama samaran ‘Multatuli’.

eduar-7289173

Nama ini berasal dari bahasa Latin dan berarti “‘Saya sudah cukup menderita'” atau “‘Saya sudah sangat menderita'”; disini yang saya maksud adalah Eduard Douwes Dekker sendiri atau orang terjajah. Setelah buku ini dijual ke seluruh Eropa, semua realitas kelam Hindia Belanda terkuak, meski sebagian kalangan menyebut penggambaran Dekker berlebihan. Max Havelaar mungkin buku yang mempengaruhi lahirnya Politik Etis di Hindia Belanda di masa depan. Eduard Douwes Dekker atau Multatuli (Sumber: pendidikan suara)



  • Pieter Brooshooft (1845 – 1921)

Brooshooft adalah seorang jurnalis dan penulis, yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam Politik Etis. Pada tahun 1887, Brooshooft berkeliling pulau Jawa kemudian menulis laporan tentang situasi yang sangat memprihatinkan di Hindia Belanda akibat kebijakan tanam paksa pemerintah. Ia mempresentasikan laporan itu kepada 12 politisi Belanda terkemuka, disertai lampiran setebal buku yang merinci fakta, yang dicatat dan ditandatangani oleh 1.255 orang.

pieter-1588697



  • Conrad Theodore van Deventer (1857-1915)

Van Deventer dikenal sebagai ahli hukum Belanda dan juga tokoh Politik Etis. Dalam surat tertanggal 30 April 1886 yang ditujukan kepada orang tuanya, Deventer mengungkapkan perlunya tindakan yang lebih manusiawi bagi penduduk asli karena khawatir akan kebangkrutan yang dialami Spanyol akibat salah urus tanah kolonial. Kemudian pada tahun 1899 Deventer menulis di majalah De Gids (Panduan) berjudul Een Eereshuld (Hutang Kehormatan). Artikel tersebut memuat tokoh-tokoh konkrit yang menjelaskan kepada masyarakat Belanda bagaimana mereka menjadi negara yang makmur dan aman akibat penjajahan yang datang dari daerah jajahan di Hindia Belanda (“Indonesia”), sedangkan Kepulauan Hindia Belanda

conrad-4032190



  • Jacques Henrij Abendanon (1852-1925)

.H. Abendanon adalah menteri kebudayaan, agama dan kerajinan Hindia Belanda dari tahun 1900-1905. Ia datang ke Hindia Belanda pada tahun 1900. Dia ditugaskan oleh Belanda untuk melaksanakan Politik Etis. Di bawah Abendanon, sekolah mulai berdiri sejak tahun 1900 baik untuk priyayi maupun rakyat jelata yang tersebar hampir merata di daerah-daerah. Tahun ini sekolah lama Hoofdenscholen (sekolah kepala) diubah menjadi sekolah yang direncanakan untuk mencetak PNS dan diberi nama baru OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren).

jasques-7352926

JH Abendanon mengumpulkan dan mencatat surat-surat yang dikirimkan RA Kartini kepada teman-temannya di Eropa. Buku tersebut berjudul Door Duisternis tot Licht yang artinya Habis gelap terbitlah terang. Buku kumpulan surat-surat Kartini ini diterbitkan pada tahun 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat dari Kartini. Jacques Henrij Abendoon (Sumber: facebook)



  • dr. Douwes Dekker (1879-1950)

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional. Dia adalah salah satu pendiri nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20, seorang penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda, jurnalis, aktivis politik, dan asal usul nama “Nusantara” sebagai nama untuk Hindia Belanda yang merdeka.

doues-3742704

Setiabudi adalah salah satu pejuang “Tiga Serangkai” gerakan kemerdekaan Indonesia, selain Dr. Tjipto Mangoenkoesumo dan Suwardi Suryaningrat. Ernest Douwes Dekker adalah salah satu pihak yang menentang ekses penerapan kebijakan etis ini karena melanjutkan pandangan pemerintah kolonial bahwa hanya masyarakat pribumi yang harus dibantu, padahal politik etis harus berlaku bagi seluruh penduduk asli Hindia Belanda (India) yang juga termasuk orang Eropa yang menetap (tinggal) dan Cina.


Tujuan/isi politik etis

Tujuan dari “Konten” Kebijakan Etika adalah:

  • Pendidikan adalah tentang pendidikan.
  • Irigasi adalah pembangunan sarana dan jaringan irigasi.
  • Transmigrasi/imigrasi adalah penyelenggaraan perpindahan penduduk.

Politik etis yang dilakukan Belanda dalam hal ini dengan melakukan perbaikan di bidang pengairan, pertanian, transmigrasi dan pendidikan tampak mulia pada pandangan pertama. Namun dibalik itu, program-program tersebut ditujukan untuk kepentingan Belanda sendiri.


Kebangkitan Elit Nasional “Cendekiawan Pribumi”

Apa salah satu konsekuensi dari implementasi Politik Etis adalah melahirkan sekelompok orang pintar, karena berkat implementasi pendidikan “belajar”. Sekolah yang ada saat itu adalah HIS “Hollands Inlandsche School” yang diperuntukan bagi keturunan pribumi Indonesia yang berada pada golongan atas, sedangkan bagi pribumi Indonesia dari golongan bawah disediakan sekolah kelas dua.

Pada pendidikan tingkat menengah, HBS “Higher Citizen School”, MULO “Meer Uiterbreit Ondewijs”, AMS “General Middlebared School”, selain itu terdapat beberapa sekolah kejuruan/kependidikan seperti Kweek School, Normal School.

Sedangkan untuk pendidikan tinggi terdapat Perguruan Tinggi Teknik “Institut Koninklijk atau Hoger Technisch Ondewijs in Netherlands Indie”, Sekolah Tinggi Hukum “Rechshool” dan Perguruan Tinggi Kedokteran yang berkembang sejak Sekolah Kedokteran Jawa, Stovia, Nias dan GHS “Sekolah Tinggi Kedokteran”.


Kegagalan kebijakan etika

Reaksi terhadap penerapan politik etis mulai tampak pada tahun 1914. Masyarakat mulai bergejolak dan melancarkan banyak kritik terhadap politik etis yang dianggap gagal. Kegagalan ini terjadi pada fakta-fakta berikut:

  • Sejak diterapkannya sistem politik ekonomi liberal, Belanda memperoleh keuntungan yang sangat besar, sedangkan tingkat kesejahteraan penduduk pribumi tetap rendah.
  • Hanya sebagian kecil masyarakat pribumi yang memperoleh keuntungan dan kedudukan yang baik dalam masyarakat kolonial, yaitu golongan pamong praja.
  • PNS dari kalangan pribumi hanya dijadikan alat sehingga dominasi orang Belanda masih sangat besar.

jadi artikel keluar worlddikbud.co.id lebih Asal Usul Politik Etis : Pengertian, Latar Belakang, Implementasi, Isi, Implementasi, Pencipta, Tujuan, Munculnya Elit Nasional, Kegagalan, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *