RADARBANDUNG.ID, SOREANG–Jelang perayaan Agustusan, pedagang bendera di Pasar Soreang sempat mendapat pesanan khusus: bendera bajak laut ala One Piece.
Namun, pesanan itu tidak jadi dipenuhi karena muncul isu pelarangan dan razia aparat.
Penjual bendera musiman yang membuka lapak di tepi Jalan Raya Soreang-Baleendah, Rizna (bukan nama sebenarnya) mengaku sudah ditawari membuat bendera bergambar Jolly Roger.
Ia menolak karena khawatir dagangannya disita.
“Awalnya banyak yang tanya, bahkan ada yang pesan lusinan. Tapi saya takut kalau nanti malah dirazia, karena ada kabar di Bandung beberapa lapak didatangi polisi hingga satpol PP, jadi saya putuskan tidak usah bikin,” ujar Rizna, Kamis (14/8).
Menurut Rizna, peminat bendera One Piece justru cukup tinggi tahun ini.
Namun, ia memilih hanya menjual bendera merah putih, umbul-umbul, dan pernak-pernik kemerdekaan.
“Lebih aman, dan tidak mau cari masalah,” tambahnya.
Meski demikian pihaknya mengatakan, pedagang yang nekat menjajakan bendera jolly roger one piece tetap masih ada. Namun beralih di sosial media seperti facebook maupun shopee.
“Tetap ada yang jual namun sembunyi – sembunyi, biasanya mereka bikin akun anonim atau baru untuk berjualan di online. Karena memang orderan terus meningkat di tengah isu pelarangan pemasanganya,” ujar dia.
Menanggapi pelarangan bendera one piece tersebut, Arlan Siddha, pengamat politik dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, menilai wajar jika simbol dari anime dipakai masyarakat.
“One Piece itu kisah tentang perlawanan terhadap ketidakadilan. Jadi wajar kalau masyarakat meminjam simbol itu untuk menyuarakan keresahan,” ujarnya, Kamis (14/8).
Ia menekankan, pengibaran simbol-simbol non-negara tidak otomatis menunjukkan sikap anti-NKRI.
“Yang penting merah putih tetap dikibarkan, tetap dihormati. Pemerintah tidak perlu takut dengan bentuk ekspresi seperti ini,” katanya.
Menurut Arlan, pelarangan justru berpotensi memperkeruh suasana. Dalam demokrasi, orang bebas berekspresi. Yang terlihat sekarang adalah kreativitas masyarakat yang mencari bahasa simbolik.
“Fenomena ini akhirnya memperlihatkan dilema sederhana: pedagang bendera seperti Rizna memilih berhitung soal risiko, sementara masyarakat tetap mencari jalan untuk menyalurkan suara kritis lewat simbol budaya populer,” pungkasnya. (kus)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan