Industri Fashion Bandung Kembali Bergerak, Produk Lokal Diuntungkan Kebijakan Rencana Larangan Thrifting – Radar Bandung – Hack.AC.ID

img-20251113182-5504074-5680583-jpg

RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Rencana kebijakan penghentian impor pakaian bekas atau thrifting menjadi peluang emas bagi pelaku industri fashion lokal di Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menyebut kebijakan tersebut dapat mengembalikan kejayaan Bandung sebagai kota fashion nasional, sekaligus memperkuat posisi pelaku industri clothing lokal yang sempat tertekan oleh maraknya produk impor bekas.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menegaskan rencana kebijakan larangan impor pakaian bekas seharusnya menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk kembali merebut pasar.

Ronny menyebut Bandung memiliki ekosistem fashion yang kuat, mulai dari produsen, desainer, hingga komunitas kreatif yang dikenal luas di kalangan anak muda.

“Bandung ini punya DNA fashion yang tidak bisa dipisahkan dari sejarahnya. Dulu kita punya ikon distro dan clothing yang sangat kuat. Nah, dengan rencana berhentinya thrifting, ini saatnya produk lokal kembali bersinar,” ujar Ronny saat dihubungi, Kamis (13/11/2025).

Ronny mengakui selama tren thrifting merebak, sebagian konsumen beralih ke produk pakaian bekas impor karena harga yang murah dan variasi desain yang menarik. Kondisi itu sempat menekan omzet para pelaku clothing lokal yang mengandalkan kreativitas dan kualitas produksi sendiri.

“Ya, thrifting jelas berpengaruh terhadap pasar lokal. Harga murah membuat sebagian konsumen beralih. Tapi dengan rencana larangan impor ini, pasar dalam negeri kembali terbuka bagi pelaku lokal,” katanya.

Menurutnya, Bandung memiliki potensi besar untuk mengisi ruang pasar yang ditinggalkan produk thrifting. Kota ini sudah lama dikenal sebagai pusat industri kreatif di bidang fashion, dengan kawasan legendaris seperti Trunojoyo, Sultan Agung, Bahureksa, hingga Hallway yang menjadi destinasi wisata belanja fashion.

“Wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan daerah lain masih datang ke Bandung khusus untuk mencari produk clothing lokal. Itu bukti kualitas dan kreativitas anak muda Bandung masih diakui,” ucap Ronny.

Ronny menyebut sejumlah merek lokal kini mulai bangkit. Salah satunya yang kembali beroperasi di Jalan Sultan Agung setelah vakum selama satu dekade.

“Kebangkitan merek lokal seperti ini membuktikan Bandung masih punya daya hidup di sektor fashion. Dulu kita kenal C59, 347, dan brand-brand besar lain. Sekarang waktunya regenerasi,” ujarnya.

Ronny menjelaskan untuk memperkuat sektor ini, Disdagin Kota Bandung mendorong para pelaku clothing agar meningkatkan branding, kualitas produk, dan inovasi desain. Pemerintah juga aktif memberikan dukungan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, promosi, hingga pameran seperti Pasar Kreatif Bandung yang menjadi ajang promosi utama pelaku UKM fashion.

“Kami sering turun ke lapangan, berdialog dengan pelaku usaha, dan mendengar aspirasinya. Promosi dan pelatihan rutin kita fasilitasi supaya produk mereka bisa bersaing, bahkan tembus pasar ekspor,” jelasnya.

Ronny juga menegaskan clothing lokal Bandung kini tak hanya menyasar pasar dalam negeri, tetapi sudah mulai dilirik pembeli dari luar negeri.

“Kita dorong agar tidak hanya konsumsi lokal, tapi juga ekspor. Produk clothing Bandung punya daya tarik dan identitas kuat yang bisa diterima di pasar internasional,” ujarnya.

Namun, Ronny mengingatkan kebangkitan produk lokal tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran membeli produk dalam negeri, menjadi faktor penting menjaga keberlangsungan industri fashion kreatif.

“Bandung kuat karena kreativitas warganya. Kalau masyarakatnya bangga dan memakai produk lokal, itu sudah dukungan luar biasa,” ucapnya.

Ronny berharap sektor produk lokal dapat berjalan dalam memperkuat ekonomi daerah. Pelaku clothing mendapat ruang tumbuh setelah kebijakan rencana penghentian thrifting.

“Bandung punya karakter ekonomi kreatif yang kuat. Rencana kebijakan larangan thrifting bukan hambatan, tapi peluang besar bagi anak muda Bandung untuk menunjukkan produk lokal tidak kalah keren dan bernilai tinggi,” ujar Ronny.(dsn)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *