Gandeng Generasi Z, BPK IX Hadirkan Cara Kekinian Belajar Budaya Cirebon Lewat Sakola Budaya 2025 – Radar Bandung – Hack.AC.ID

screenshot_20251108_192303_whatsapp-8786459-6003798-jpg

RADARBANDUNG.ID, CIREBON – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat kembali menggelar program tahunan “Sakola Budaya 2025” dengan tema “Budaya Kita, Inspirasi Generasi”.

screenshot_20251108_192315_whatsapp-5574564

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat kembali menggelar program tahunan “Sakola Budaya 2025” dengan tema “Budaya Kita, Inspirasi Generasi”. Foto-foto: Dokumentasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat

Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat dan berlangsung pada 3–6 November 2025 di Kabupaten dan Kota Cirebon.

Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty mengatakan, Sakola Budaya tahun ini melibatkan 100 siswa dan guru dari 31 sekolah di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang menarik sekaligus dapat menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kebanggaan terhadap warisan budaya di Jawa Barat.

“Pendaftarnya ada 302 orang dari seluruh Jawa Barat, namun hanya 100 peserta yangterpilih. Ini memperlihatkan bahwa minat generasi muda terhadap budaya sangat tinggi. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan kemasan yang menarik dan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan bertujuan untuk menghadirkan pengalaman langsung yang menyenangkan dan inspiratif. Selain itu, sebagai jembatan antara generasi muda dengan warisan budaya.

“Sakola Budaya hadir sebagai upaya untuk menjembatani generasi muda dengan warisan budaya Jawa Barat, khususnya Cirebon, melalui pendekatan edukatif dan kreatif,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti workshop, ekskursi, praktik seni, produksi karya kreatif, serta presentasi dan apresiasi budaya.

Mereka berkesempatan mengunjungi situs bersejarah seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Museum Cakrabuana, dan Museum Topeng, serta menyaksikan pertunjukan khas Cirebon seperti Tari Gandamanah, Sintren, dan Topeng Cirebon.

“Pada hari pertama, peserta diajak menyaksikan Tari Gandamanah di Museum Cakrabuana sekaligus mengikuti workshop melukis bertema Warisan Budaya Cirebon. Tarian ini menggambarkan sosok Gandamanah dalam cerita pewayangan, dengan gerakan gagah dan penuh semangat,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Sakola Budaya bukan hanya menjadi sarana pengenalan budaya, melainkan juga mendorong peserta untuk mengolah pengalaman menjadi karya populer dan konten digital.

Dengan begitu, budaya tidak hanya diwariskan, tetapi juga dihidupkan kembali dengan cara yang relevan dengan zaman.

“Kami ingin siswa tidak sekadar menjadi penonton budaya, tetapi juga kreator yang mampu menghidupkan kembali nilai-nilai budaya sesuai zamannya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan mengatakan pihaknya mengapresiasi pelaksanaan Sakola Budaya sebagai langkah penting membangun kesadaran kebudayaan di kalangan generasi muda.

“Kabupaten Cirebon sangat kaya akan potensi budaya, baik Objek Pemajuan Kebudayaan maupun Cagar Budayanya. Harapannya, melalui kegiatan ini, anak-anak bisa membaca dan menafsirkan kembali warisan budaya sesuai pemahaman mereka,” katanya.

Ia menyebut, bahwa kegiatan ini menjadi wadah membangun jejaring antar pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk terus berdiskusi, berkolaborasi, dan menyuarakan pentingnya pelestarian budaya.

Salah satu peserta, Nur Rahma, siswa SMA Negeri Bantar Kalong, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku memperoleh pengalaman berharga dari kegiatan ini. Menurutnya, Sakola Budaya memberi kesan mendalam tentang pentingnya nilai budaya di tengah arus budaya luar.

“Dari Sakola Budaya timbul kebanggaan bahwa budaya Cirebon ini menggambarkan nilai adiluhung para pendahulu kita dan bagaimana generasi muda menyikapinya di tengah arus budaya luar yang masuk ke kita,” katanya.

Sakola Budaya didesain sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi dan bakat mereka, mulai dari menulis, berkesenian, melukis, hingga menciptakanbkonten bertema warisan budaya.

Melalui kegiatan semacam ini, BPK Wilayah IX berharap muncul generasi penerus yang mampu menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya, sekaligus menghadirkan interpretasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena peran mereka sangat penting ,sebagai pewaris dan penjaga warisan budaya di masa depan. (**)

Live Update

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *