RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Isu penularan flu burung ke manusia menjadi atensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kewaspadaan ini menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus penularan flu burung terhadap manusia.
Pada 11 Juni lalu, WHO merilis kasus infeksi virus avian influenza tipe A (H9N2) pada manusia terdeteksi pada seorang anak yang tinggal di Negara Bagian Benggala Barat, India.
Baca Juga : Pemkot Mulai Bangun Jaringan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi di Bandung Sepanjang 274 Km untuk Smart City
Anak itu memiliki riwayat kontak dengan unggas.
Dia saat ini telah pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny Tri Adryanto menyatakan, pihaknya senantiasa memantau strain avian influenza yang berpotensi menulari manusia.
Baca Juga : Ratusan Siswi dari 22 SD di Bandung Meriahkan Gelaran MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024
Strain atau jenis yang dipantau adalah HPAI (highly pathogenic avian influenza).
’’Yaitu, (strain) H5 di laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) tier 4,’’ katanya.
Selain itu, ada low pathogenic avian influenza (LPAI) yang terdiri atas strain H7 dan H9.
Baca Juga : Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur Dibuat untuk Kenyamanan Jemaah Haji Indonesia
Pemantauan dilakukan di labkesmas rujukan nasional.
HPAI merupakan virus avian influenza yang dapat mengakibatkan penyakit pada inangnya. Jika terjangkit, unggas yang terinfeksi akan menderita penyakit serius serta bisa mati. Sementara itu, LPAI termasuk virus avian influenza yang tidak mengakibatkan tanda-tanda penyakit atau penyakit ringan pada ayam atau unggas.
Merujuk pada Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, strain avian influenza kategori HPAI dan LPAI tipe A bisa mengakibatkan infeksi penyakit. Mulai yang berdampak ringan hingga parah pada manusia yang terinfeksi.
Dia menjelaskan, di Indonesia pemantauan HPAI strain H5 dilakukan dengan meningkatkan analisis data (surveilans sentinel) influenza like illness atau infeksi saluran pernapasan atas dan severe acute respiratory illnesses atau infeksi saluran pernapasan akut. Caranya, memantau faktor risiko kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati mendadak dan lingkungan yang terkontaminasi.
’’Kemudian, meningkatkan surveilans infeksi saluran pernapasan akut berat dengan faktor risiko untuk deteksi dini suspek flu burung,’’ ujar Farchanny. Dia mengimbau para peternak ayam, itik, sapi, atau hewan lainnya untuk menerapkan pengelolaan ternak dan kandang ternak dengan konsep higienitas dan sanitasi yang benar. Selain itu, para peternak harus rajin melakukan desinfeksi dan mencuci tangan.
Yang menemukan hewan sakit dilarang menjual ternak tersebut. Apalagi jika ada kematian ternak mendadak dan dalam jumlah besar. Masyarakat diminta segera melapor ke dinas terkait.
Sementara itu, di pintu masuk negara, Indonesia telah memperkuat pengawasan. Terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara-negara yang melaporkan kasus infeksi flu burung.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi mengungkapkan, kasus flu burung di Indonesia kali pertama dilaporkan pada 2005. Sejak saat itu hingga 2017, tercatat ada 200 kasus dengan 168 kematian.
Kasus-kasus tersebut tersebar di 15 provinsi dan 59 kabupaten/kota. ’’Indonesia melaporkan kasus flu burung terakhir pada 2017 di Kabupaten Klungkung, Bali. Hingga kasus terakhir, penularan masih terjadi dari unggas ke manusia,’’ ungkap Imran. (lyn/c14/bay/jawa pos)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan