RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto diperiksa KPK kemarin.

Hasto dipanggil sebagai saksi atas buronan KPK Harun Masiku.
Yang menjadi tersangka kasus suap pergantian antar waktu (PAW) DPR RI 2019-2024.
Baca Juga : Mabit di Muzdalifah Berpotensi Tidak Sah, Jemaah Wajib Bayar Dam Karena Murur Dilaksanakan Sebelum Tengah Malam
Hasto keberatan penyidik KPK sita gawai dan tas miliknya.
Datang pukul 09.42, Hasto diperiksa penyidik pukul 10.00 WIB.
Petinggi PDI Perjuangan itu baru keluar dari gedung Merah Putih pada 14.25 WIB.
Diperiksa selama empat jam, Hasto hanya ditanyai oleh penyidik selama 1,5 jam. Sisanya dia ditinggal sendirian di ruang penyidikan.
Baca Juga : Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman Lepas Empat Calon Asal Jabar Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional Dari Sumedang, Garut, Depok, dan Bekasi
“Di ruangan yang sangat dingin itu,” katanya dalam konferensi pers sore kemarin.
Usai diperiksa, Hasto mengungkapkan kekecewaannya terkait penyitaan gawai dan tas miliknya.
Saat itu, stafnya Kusnadi diminta untuk masuk ke gedung Merah Putih oleh penyidik KPK.
Baca Juga : Jokowi Tetapkan 10 Juni Sebagai Hari Kewirausahaan Nasional
“Katanya untuk bertemu dengan saya. Namun, tas dan gawai atas nama saya disita,” keluhnya.
Penyitaan itu membuat Hasto sempat berdebat dengan penyidik KPK. Lantaran upaya itu menurutnya tanpa didasari prosedur hukum acara pidana. Penyidik dia anggap telah melakukan perbuatan melawan hukum.
Hasto juga menyesali sikap penyidik yang tak mengizinkannya membawa kuasa hukum saat diperiksa. “Sepengatahuan saya sebagai saksi di dalam KUHAP saya berhak untuk didampingi penasihat hukum. Kemudian akhirnya saya memutuskan pemeriksaan nantinya dilanjutkan pada kesempatan lain,” jelas Hasto.
Kuasa hukum Hasto, Patra Zen mengatakan penyitaan ponsel yang dilakukan penyidik seharusnya tunduk pada prosedur dan aturan hukum yang berlaku. Menurutnya, jika penyidik meminta gawai tersebut seharusnya bisa kepada yang bersangkutan secara langsung. Dengan catatan, bahwa proses penegakannya harus tetap sesuai prosedur.
Patra menjelaskan Hasto datang dengan sukarela memenuhi panggilan KPK. Namun, Patra menyayangkan sikap penyidik KPK yang bertindak tanpa menjunjung tinggi etika dan hukum. “Pak Hasto datang secara kooperatif, datang sebagai warga negara yang patuh, datang sebagai Sekjen PDI Perjuangan yang menghormati prosesnya, tapi dibeginikan. Apalagi orang biasa, apalagi orang yang mungkin tidak punya jabatan,” ungkapnya.
Di konfirmasi terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku belum mengetahui perihal penyitaan itu.” Saya belum mendapat informasi dari staf. Apakah disita sebagai barang bukti atau sekadar dilarang membawa gawai dan tas di ruang pemeriksaan,” terangnya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, Harun Masiku diduga sempat berada di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2021 lalu. Berpijak pada informasi itu, Jawa Pos sempat menelusuri jejak Harun di Makassar pada pertengahan Juni 2021 lalu. Dari penelusuran selama dua hari, Jawa Pos menemukan rumah tinggal keluarga istri Harun, Hildawati.
Sebelum penelusuran itu dilakukan, Hildawati sebenarnya dikabarkan telah menggugat cerai Harun di Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada Juli 2020. Dari keterangan kuasa hukum Hildawati, gugatan cerai itu telah dikabulkan PN Makassar pada 16 Maret 2021 dengan Nomor: 238/Pdt.G/2020/PN Mks.
Namun, meski telah bercerai, Harun diduga sempat berkomunikasi dengan Hilda. Informasi dari petugas KPK pada saat itu menyebutkan bahwa Hilda beberapa kali terdeteksi menerima panggilan telepon dari nomor misterius. Ketika dicek oleh petugas, nomor itu sempat terdeteksi berlokasi di Papua.
Berdasar informasi itulah, Jawa Pos menelusuri jejak Harun dengan mendatangi rumah mantan istrinya, Hildawati. Awalnya, Hildawati tinggal di Perumahan Bajeng Permai Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulsel. Namun rumah itu tak lagi dihuni sejak masuknya Harun dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK.
Karena rumah itu kosong, Jawa Pos lantas menelusuri jejak istri Harun ke Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Informasinya, Hilda pindah rumah ke daerah itu. Penelusuran tersebut sempat menemui kendala lantaran tak banyak informasi mengenai alamat tinggal Hilda di Manggala. Hingga akhirnya, Jawa Pos mendapat informasi nama orang tua Hilda, yakni Jamrin dan Marniati.
Dari situlah, Jawa Pos mendatangi rumah di Jalan Inspeksi PAM Lorong 4, RT/RW 1, Batua, Manggala, Kota Makassar. Informasi dari pengurus RT setempat, rumah dengan pagar warna cokelat muda itu memang dihuni anak Marniati. Namun, warga tersebut tidak mengetahui apakah Hilda juga kerap tinggal di rumah tersebut.
Jawa Pos lantas mendatangi rumah tersebut dan bertemu dengan S, kakak ipar Hilda. Hanya, S enggan berkomentar banyak mengenai Hilda. Dia hanya menyampaikan bahwa suaminya atau kakak Hilda berpesan agar tidak memikirkan persoalan Harun Masiku. ”Gak pernah dengar Harun Masiku, suami (saya) minta untuk tidak memikirkan tentang Harun,” ujarnya lantas masuk ke dalam rumah.
Jawa Pos lantas menelusuri lebih jauh tentang keluarga Hilda ke beberapa warga yang tinggal di sekitar rumah tersebut. Informasi yang diperoleh Jawa Pos, Hilda diketahui beberapa kali keluar dari rumah itu pada malam hari. ”Saya lihat sering dijemput orang pakai motor,” kata seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah tersebut.
Sayangnya, saat Jawa Pos mencoba mengonfirmasi hal tersebut, keluarga Hilda yang tinggal di rumah itu belum mau membuka diri. Mereka langsung menutup diri. (elo/lum/tyo/jawa pos)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan