Bupati Tapanuli Selatan Angkat Tangan Soal Kelangkaan BBM di Tengah Bencana – Radar Bandung – Hack.AC.ID

rb-ok-4448429-6693189-jpg

RADARBANDUNG.ID, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan kepasrahannya terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin memperburuk situasi penanganan bencana di wilayahnya.

Krisis BBM ini menghambat operasional alat berat dan layanan penting lainnya.

“Saya sudah ingatkan sebelumnya karena saya paham betul situasinya. Minyak ke sini itu kan dari depo Sibolga. Sibolga dan Tapteng terisolir,” ujar Gus Irawan Pasaribu, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyarankan pengiriman BBM dari Dumai sejak 4-5 hari lalu, dan upaya ini sudah mulai berjalan.

Gus Irawan juga menyampaikan bahwa Menteri ESDM beserta jajaran dari PLN dan Pertamina akan segera datang untuk membahas masalah ini.

“Pelayanan Pertamina itu masih layanan umum. Kita tahu alat-alat berat ini semua beroperasi dengan BBM, biosolar,” katanya.

Bupati mengungkapkan kekesalannya terkait birokrasi yang menghambat penyaluran BBM. “Saya diberitahu oleh sales area manajer Pertamina di Sibolga, itu butuh barcode. Saya bilang ini kondisi darurat, tidak pakai barcode,” tegasnya.

Sebagai solusi, ia telah mengirimkan surat resmi yang menyatakan bahwa kondisi darurat bencana dan kendala jaringan komunikasi menjadi alasan pengecualian penggunaan barcode untuk pelayanan biosolar, terutama untuk mendukung penanganan bencana.

Namun, Gus Irawan menilai bahwa volume BBM yang tersedia masih sangat kurang.

“Ini harus segera diatasi. Kalau tidak, masalahnya bukan hanya di sini, bisa meluas ke kota Sidempuan,” ujarnya.

Ia menceritakan pengalamannya melihat antrean panjang di SPBU sepanjang jalan menuju Tapanuli Selatan, yang berpotensi menimbulkan keributan.

“Saya melewati 2-3 SPBU. Berkilometer panjangnya antrean. Sudah mulai ada keributan kecil. TNI Polri juga ikut mengendalikan, tapi kita khawatir. Masyarakat sudah berjam-jam mengantri, lalu yang datang cuma 8 KL, habis itu yang di belakang sana sudah nunggu berjam-jam,” keluhnya.

Gus Irawan menekankan perlunya upaya ekstra untuk mendukung tanggap darurat. Ia juga menyoroti dilema yang dihadapi pemerintah daerah saat ingin mengambil BBM untuk operasional penanganan bencana.

“Kita juga tidak bisa ambil minyak di situ. Masyarakat yang sudah lama mengantri akan marah kalau kita ambil minyak untuk alat berat. Padahal ambulans dan penanganan bencana tidak boleh ditunda,” jelasnya.

Ia berharap ada perlakuan khusus untuk mengatasi masalah ini.

Ketika ditanya mengenai solusi jangka panjang, Gus Irawan mengaku akan menanyakan langsung kepada Dirut Pertamina.

“Saya tidak tahu sampai kapan. Nanti saya akan tanya langsung ke Dirut Pertamina karena Menteri ESDM akan datang bersama dengan Dirut PLN dan Pertamina,” ujarnya.

Terkait penanganan bencana, Gus Irawan menjelaskan bahwa 13 dari 15 kecamatan di Tapanuli Selatan terdampak.

“Situasinya sangat berat. Kami bersyukur TNI Polri dari Tapanuli Selatan dan provinsi membantu kami. Namun, karena areanya sangat luas dan kerusakannya luar biasa, semua kekuatan sudah kita kerahkan. Ada belasan ribu yang ada di pengungsian,” aku dia.

Sementara itu, kelangkaan BBM juga menjadi momok yang menghantui warga Tapanuli Selatan.

Sejak Minggu (30/11/2025) warga tak kunjung menemukan bahan bakar minyak untuk kendaraanya.

Padahal bahan bakar tersebut sangat diperlukan untuk mobilisasi dan antar jemput anak-anak bersekolah.

Di mana, rata-rata jarak sekolah ke rumah warga jauh.

Hal itu dirasakan Warga Perkebunan Aekpahu Batang Toru, Superlin.

Ia mengaku sudah dua hari ini tidak mendapatkan BBM.

“Saya sudah mengantre dari Senin malam, tapi belum dapat juga. Padahal nunggu hingga berjam-jam. Katanya hari ini (Selasa, 2/12/2025) ada kabar BBM datang, tapi saya tunggu enggak ada,” keluhnya.

Menurut dia, BBM sangat dibutuhkan untuk mobilisasi pekerjaan yang mengharuskan menggunakan kendaraan. Selain itu, untuk antar jemput anak sekolah.

“Kalau seperti ini, anak enggak mau sekolah, karena jarak rumah kami jauh lantaran di perkebunan,” imbuh dia. (why)

Live Update

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *