Bentuk Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Jenis, Manfaat

bentuk-bakteri-5374610-5628353-png

Definisi bakteri

Bakteri berasal dari kata Latin, bacterium (jamak, bakteri) adalah kelompok organisme hidup raksasa. Mereka sangat kecil (mikroskopik) dan sebagian besar uniseluler (uniseluler), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus, sitoskeleton dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.

bentuk-bakteri-1611502

Bakteri adalah yang paling melimpah dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis organisme lain. Banyak patogen adalah bakteri. Sebagian besar berukuran kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 µm, meskipun satu spesies dapat mencapai diameter 0,3 mm (Thiomargarita). Mereka biasanya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi yang sama sekali berbeda (peptidoglikan). Banyak bergerak menggunakan flagela, yang strukturnya berbeda dari flagela kelompok lain.


Reproduksi bakteri

Bakteri dapat bereproduksi dengan dua cara, yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Reproduksi seksual bakteri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu reproduksi dengan transformasi, reproduksi dengan transduksi dan reproduksi dengan konjugasi.


Yang termasuk dalam perkembangbiakan aseksual ini adalah pembelahan, pembentukan tunas/cabang dan pembentukan filamen.

Secara umum, bakteri berkembang biak dengan pembelahan biner, artinya pembelahan terjadi secara langsung, dari satu sel membelah menjadi dua sel anakan. Setiap sel anak akan membentuk dua sel anak lagi, dan seterusnya.


  • Reproduksi seksual

Bakteri berbeda dari eukariota dalam cara masuknya DNA dari dua individu ke dalam satu sel. Pada eukariota, proses seksual meiosis dan pembuahan menggabungkan DNA dari dua individu menjadi satu zigot. Namun, garis keturunan yang ditemukan pada eukariota tidak ada pada prokariota. Meiosis dan fertilisasi tidak terjadi, melainkan ada proses lain yang mengumpulkan DNA bakteri dari individu yang berbeda, proses tersebut adalah pembelahan, transformasi, transduksi dan konjugasi.

Dalam konteks genetika bakteri, transformasi adalah perubahan genotipe sel bakteri dengan mengambil DNA asing dari lingkungan sekitarnya. Misalnya pada bakteri Streptococcus pneumoniae Sel yang tidak berbahaya dapat diubah menjadi sel penyebab pneumonia dengan memanen DNA dari media yang mengandung sel mati dari strain patogen.


Klasifikasi bakteri

Bberdasarkan cara memperoleh makanan

Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof.


Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat bahan organik dari bahan anorganik. Pembuatan bahan organik membutuhkan energi. Beberapa bakteri memperoleh energi dari cahaya, oleh karena itu disebut bakteri fotoautotrofik. Bakteri fotoautotrofik juga memiliki pigmen untuk fotosintesis. Jika pada tumbuhan hijau kita mengenal pigmen klorofil, pada bakteri pigmen untuk fotosintesis disebut bacteriochlorophyll (berwarna hijau) dan bacteriopurpurin (berwarna ungu atau merah). Contoh bakteri fotoautotrofik adalah Rhodobacter. Bakteri lain memperoleh energi dari reaksi penguraian senyawa kimia, sehingga disebut bakteri kemoautotrof. Contoh bakteri chemoautotrophic adalah Nitrosomonas dan Nitrobacter.


Bakteri heterotrof tidak dapat membuat bahan organik. Bakteri ini memperoleh makanan dari bahan organik di sekitarnya dengan cara membusukkan sisa-sisa organisme lain. Di dalam tanah, hasil penguraian bahan organik adalah bahan anorganik berupa mineral. Mineral ini dibutuhkan oleh tubuh sebagai nutrisi.

  • Bberdasarkan kebutuhan oksigen

Bakteri melakukan respirasi untuk menghasilkan energi. Untuk keperluan reaksi respirasi, senyawa oksigen biasanya diperlukan. Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bakteri aerob, bakteri anaerob, dan bakteri mikroaerofilik.


Bakteri aerob adalah bakteri yang hanya tumbuh dengan adanya oksigen. Jika tidak ada oksigen, bakteri ini akan mati. Contoh bakteri aerob adalah Thiobacillus.


Bakteri anaerob dibagi menjadi anaerob obligat dan anaerob fakultatif. Bakteri anaerob obligat adalah bakteri yang tumbuh tanpa adanya oksigen bebas. Jika ada oksigen bebas maka bakteri akan mati, contohnya Clostriduium. Bakteri anaerob fakultatif adalah bakteri yang dapat tumbuh baik dengan adanya oksigen maupun tanpa oksigen bebas, misalnya Eschericia Coli dan Salmonella.


Bakteri mikroaerofilik adalah bakteri yang tumbuh bila terdapat sedikit oksigen bebas (>0,2 atmosfer), misalnya Spirillum minus.


Jenis bakteri berdasarkan bentuknya


Bakteri berbentuk batang dikenal sebagai bacilli (berasal dari kata bacillus yang berarti batang). Bentuk-bentuk ini dapat dibedakan.

  1. Basil tunggal, bakteri yang hanya berbentuk batang tunggal. Contoh: Salmonella typhosa penyebab tifus, bakteri Escherichiacoli yang ditemukan di usus dan Lactobacillus.
  2. Diplobacilli berupa dua sel bakteri basil yang menempel.
  3. Streptobacilli adalah bakteri berupa basil yang memanjang dalam bentuk rantai, misalnya Bacillus anthracis penyebab penyakit anthrax, Streptbacillus moniliformis, Azotobacter, bakteri penambat nitrogen.

Bakteri berbentuk bulat (spherical) atau cocci dapat dibedakan.

  1. Monococcus adalah bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Monococcus gonorrhoea, yang menyebabkan gonore.
  2. Diplococci adalah bakteri berbentuk bola yang berpasangan, misalnya Diplococcus pneumoniae yang menyebabkan pneumonia (radang paru-paru).
  3. Sarcina merupakan bakteri berbentuk bola yang dikelompokkan dalam kelompok empat membentuk kubus, contohnya Sarcina luten.
  4. Streptococcus adalah bakteri berbentuk bola yang dikelompokkan bersama dalam suatu rantai, misalnya Streptococcus lactis, Streptococcus pyogenes yang menyebabkan sakit tenggorokan dan Streptococcus thermophilis untuk pembuatan yogurt (susu asam).
  5. Staphylococci adalah bakteri berbentuk bola yang berkoloni seperti buah anggur, contohnya Staphylococcus aureus yang menyebabkan pneumonia.

Ada tiga jenis bakteri spiral, yaitu:

  1. Spiral, yaitu kelompok bakteri yang bentuknya seperti spiral, contohnya Spirillum.
  2. Vibrio atau bentuk koma yang dianggap bentuk spiral tidak sempurna, contohnya Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.
  3. Spiroseta, kelompok bakteri berbentuk spiral yang dapat bergerak, contohnya: Spirochaeta pallida, penyebab sifilis.

Sifat bakteri

Secara umum, ciri-ciri bakteri adalah sebagai berikut:

  1. Ciri umum pertama dari bakteri adalah bahwa mereka adalah organisme prokariotik (inti sel tidak ditutupi oleh membran khusus) dan juga uniseluler (atau uniseluler).
  2. Bakteri memiliki dinding sel mirip tanaman yang terdiri dari peptidoglikan dan mukopolisakarida.
  3. Bakteri memiliki endospora, yaitu kapsul yang muncul dalam kondisi buruk sebagai perisai terhadap panas dan gangguan alam.
  4. Dari segi ukuran, bakteri umumnya terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, seperti Mycoplasma yang berukuran sekitar 0,5 mikrometer, namun ada juga yang sedikit lebih besar yaitu Epulopiscium fishelsoni yang memiliki ukuran mencapai sekitar 10-100 mikrometer.
  5. Karakteristik umum lainnya dari bakteri hidup adalah bahwa mereka bersifat parasit (memerlukan inang seperti manusia atau hewan), tetapi ada juga yang hidup bebas.
  6. Pada umumnya bakteri tidak memiliki klorofil.
  7. Habitat bakteri dapat hidup di lingkungan yang keras seperti mata air panas, kawah, gambut.
  8. Dilihat dari bentuk penampakannya, sel bakteri dapat terlihat seperti basil (atau batang), cocci (bulat), spirilum (spiral seperti pembuka botol), coccobacillus (bulat dan batang) dan vibrio (seperti koma).
  9. Sebagai bagian dari perlindungannya, bakteri dapat mengeluarkan lendir di permukaan dinding sel. 8-10% fosfolipid dan protein merupakan penyusun sitoplasma dan membran bakteri.

Manfaat bakteri dalam bidang pangan

Beberapa makanan dibuat menggunakan mikroorganisme sebagai bahan proses utama, misalnya pembuatan bir dan anggur menggunakan ragi, pembuatan roti dan produk susu menggunakan bakteri asam laktat, dan pembuatan cuka menggunakan bakteri cuka. Pengolahan kedelai di berbagai negara menggunakan bantuan jamur, khamir dan bakteri asam laktat.


  1. Acebacter Xylium

Setiap buah kelapa menghasilkan 50-150 ml air, sehingga sebagian besar isi kelapa diisi air.Selain itu, air kelapa memiliki manfaat selain sebagai sumber elektrolit, dapat digunakan sebagai bahan pembuatan nata de coco. Nata de coco sama dengan yogurt yaitu hasil fermentasi. Bakteri yang berperan dalam nata de coco adalah akobakteri xylium (Hidayati et al, 2015).


  1. Lactobacillus bulgarius

Yoghurt merupakan minuman yang sudah dikenal masyarakat dan sudah menjadi minuman sehari-hari karena rasanya yang enak dan harum sehingga menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan. Berasal dari susu fermentasi yang dibuat oleh bakteri probiotik yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophilus (Hidayati et al, 2015).


  1. Gluconobacterium dan Acetobacter

Gluconobacterium dan Acetobacter merupakan bakteri penghasil cuka yang sering digunakan pada industri yang memproduksi asam asetat dari alkohol (Much, 2004). Acetobacter Xylinium adalah bakteri yang digunakan untuk membuat nata de coco dengan memproduksi kapsul berlebihan. Bakteri ini dapat tumbuh dan berkembang dalam media gula dan akan mengubah gula menjadi selulosa (Much, 2004). Bakteri Acetobacter dapat menghasilkan biofilm selulosa (nata) yang merupakan hasil metabolisme Acetobacter sp yang prosesnya dikendalikan oleh plasmidnya (Rezaee et al, 2005). Dalam industri biomedis, nata banyak digunakan dan untuk produksi kertas dengan kualitas yang lebih baik (Neelobon et al, 2007).


  1. Lactobacillus sp.

Lactobacillus sp. digunakan untuk membuat yogurt, mentega, dan keju. Lactobacillus heterofermentatif berperan dalam produksi keju Swiss karena bakteri ini dapat menghasilkan gas dan senyawa volatil yang penting sebagai pemberi cita rasa pada makanan fermentasi (Much, 2004).


Bentuk bakteri

Bentuk dasar bakteri terdiri dari bentuk bulat (cocci), batang (bacilli) dan spiral (spirilia) dan ada bentuk antara cocci dan bacilli yang disebut coccobacilli.

Berbagai jenis bakteri:

  1. Bakteri Coccus: Bakteri dengan bentuk dasar bulat
  2. Monococcus, yang merupakan sel bakteri kokus tunggal. Misalnya Neisseria gonorrhoeae, penyebab gonore.
  3. Diplococcus, yaitu dua kokus yang melekat pada sel bakteri. Misalnya Diplococcus pneumonia, penyebab radang paru-paru atau pneumonia.
  4. Tetrakokusyaitu, empat cocci sel bakteri yang melekat pada bentuk persegi panjang.
  5. Sarkinayaitu delapan kokus sel bakteri yang menempel membentuk kubus.
  6. Streptokokus itu lebih dari empat sel bakteri kokus yang melekat membentuk rantai. Misalnya Streptococcus pyrogenes, penyebab penyakit kudis dan radang tenggorokan, dan Streptococcus thermophilus, untuk membuat yogurt.
  7. stafilokokus yaitu, lebih dari empat sel bakteri cocci dikemas bersama seperti buah anggur

Demikian artikel Duniadunia.co.id tentang kapang bakteri: pengertian, klasifikasi, jenis, ciri dan manfaat, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *