RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUANG– Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), ternyata menelan anggaran yang begitu besar. Bombastis. Nilainya miliaran rupiah.
Miliaran rupiah tersebut dikelola oleh Bidang Pembinaan SMA (PSMA). Alokasi anggarannya diperuntukkan untuk Jasa Layanan Penyediaan Infrastruktur Jaringan PPDB Online yang nilainya mencapai Rp 868 juta. Sayangnya, anggaran ratusan juta rupiah itu tidak bisa menjamin pendaftaran penerimaan PPDB berjalan mulus. Website resmi PPDB mengalami down pada hari pertama pendaftaran. Sehingga terkesan penyelenggaraan PPDB juga dijadikan sebagai lahan meraup pundi-pundi keuntungan melalui proyek.
Tak puas dengan anggaran jaringan online, Disdik Jabar juga mengalokasikan Rp 364 juta untuk belanja Layanan Peta Digital/Geolokasi. Anggaran ini untuk pendukung suksesnya penyelenggaraan PPDB. Hanya anggaran itu? Tentu saja tidak. Disdik Jabar mengalokasikan lagi untuk belanja layanan Chat Bot Helpdesk Rp 100 juta.
Baca Juga : Dukungan untuk Kontingen Indonesia yang Berlaga di Olimpiade Paris 2024
Mungkin saja, anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan di beberapa item anggaran tersebut, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar ingin melihat pelaksanaan PPDB 2024 berjalan lancar. Tidak menuai protes dari tahun ke tahun. Sayang harapan Pemprov itu sia-sia. Ya, anggaran besar tidak menjamin PPDB terselenggara tanpa adanya nada protes dari orang tua siswa. Buktinya, nada miring masih tetap mewarnai PPDB ini. Semua stakeholder juga sudah dilibatkan.
Selain amburadulnya sistem zonasi, berbagai pihak juga menyayangkan adanya kendala berupa gangguan pada hari pertama saat pendaftaran. Benang kusut sistem zonasi yang tak kunjung mulus pelaksanaannya.
Kapan kekisruhan PPDB bisa berakhir? Padahal suntikan anggaran sudah cukup besar. Nah, media ini mencoba menanyakan penggunaan anggaran ini kepada Plh Kepala Disdik Jabar, Drs M Ade Afriandi MT.Sayang, orang nomor satu di lembaga itu belum bisa dimintai tanggapannya. Baik lisan maupun tertulis. Media ini sudah melayangkan surat tertulis bernomor 02/fmj/06/2024. Sama saja, lagi-lagi belum menuai jawaban. Ade juga tetap sulit ditemui di kantornya.
Baca Juga : Refleksi Tahun Baru 1446 Hijriah, Menag Serukan Perbaikan Diri
Padahal, pelaksanaan PPDB ini menjadi tugas penting yang ada di pundak Kadisdik. Pj Gubernur bahkan mewanti-wanti Ade agar mengawal betul proses PPDB yang akan dimulai pada 3-7 Juni 2024 untuk tahap pertama. Dan 24-28 Juni 2024 untuk tahap kedua. Pj Gubernur meminta Kadisdik untuk memastikan PPDB berjalan transparan dan tanpa kecurangan.
Sisi lain, surat konfirmasi tersebut, menurut Humas Disdik Jabar sudah tersampaikan ke penanggung jawab bidang, yakni Bidang PSMA. Setali tiga uang dengan pimpinannya. Tak satu pun pejabat di bidang itu yang bisa ditemui. Apalagi dimintai keterangan. Bejibun dalih mereka keluarkan untuk menghindari pertanyaan wartawan.
Bahkan, media ini berkali-kali media ini mendatangi ruangan Bidang PSMA, tapi seluruh pejabatnya tidak berada di tempat. Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Awan Suparwana, yang diharapkan bisa menjelaskan mengenai penggunaan anggaran PPDB, ternyata sangat sulit.
Anak buahnya juga begitu. Media ini lalu berusaha menghubungi salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bidang PSMA, Edi Kurnia, melalui WhatsApp (WA). Melalui WA, Edi berkelit. Ia mengaku, dirinya bukan PPK. Ia malah menunjuk hidung Yudi Subarkah, sebagai PPK-nya.
Senada seirama. Yudi juga mengeluarkan jurus jitunya. Ia bersilat lidah. Awalnya, Yudi ogah menerima media ini. Tapi lama-kelamaan, ia bersedia memunculkan wajahnya. Tapi, lagi-lagi ia melempar tanggung jawab ke Andri, salah satu staf PSMA, sebagai koordinator PPDB. “Atau bisa langsung menanyakan ke Pak Kabid PSMA Awan Suparwana,” saran Yudi yang ditemui di ruangannya, Jumat (5/7).
Yang jelas, pengelolaan anggaran PPDB di Bidang PSMA ini juga diperkuat keterangan salah satu pejabat di UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik), bahwa kewenangan di Bidang PSMA.
GRAFIS PROYEK WAH PPDB DI PSMA:
-Jasa Layanan Penyediaan Infrastruktur Jaringan PPDB Online Rp 868 juta.
-Belanja Layanan Peta Digital/Geolokasi Rp 364 juta.
-Belanja layanan Chat Bot Helpdesk Rp 100 juta. (tim)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan