RADARBANDUNG.ID, BANDUNG– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK dan SLB 2024 sejak awal sudah mengikuti sistem yang ada.
“Sesuai arahan Pak Kadis, PPDB harus bersih dan akuntabel,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat, usai menerima lanjutan aksi sejumlah ormas di kantornya, Jumat (12/7/2024).
Deden menegaskan, penerimaan PPDB tidak ada istilah titipan atau tekanan dari pihak manapun. Ia berharap semua pihak harus memahami bahwa pemetaan sekolah ada jumlah batas.
Baca Juga : PTPN I Regional 2 Sosialisasi Aplikasi Investasi PT Perkebunan Nusantara Group
“Kami (Disdik Jabar) tidak bisa mengubah sistem yang ada, seperti di satu sekolah ada 12 rombongan belajar (Rombel). Lalu kami tambah menjadi 14 rombel dan tambahan dua rombel ini tidak akan diakui dari sisi Ijazahnya, BOS-nya,” jelas Deden.
Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya ingin membantu, tapi itu melanggar aturan. “Makanya tetap 12 rombel dan dalam satu rombelnya 36 siswa,” tandasnya.
Kalau tahun lalu masih ada kelonggaran lebih dari 36 rombel, lanjut dia, tapi tahun sekarang aturan dapodiknya tidak bisa lebih.
Baca Juga : Komitmen Tinggi pada Keberlanjutan, bank bjb Raih Penghargaan Best ESG
“Kasihan siswa kalau BOS tidak bisa terbayar dan tidak dapat ijazah,” ujar Deden.
Deden menyarankan, jika ada keluarga yang ekonominya tidak mampu, tidak diterima di sekolah negeri, tinggal melapor ke Disdik Jabar. “Kami akan menyalurkan siswa tersebut ke sekolah swasta,” janji Deden.
Begitu pula, kata Deden, biaya dibantu seperti tahun sebelumnya Rp 2 juta. Saat ini ada formilasi baru dan lebih leluasa kita membuka sekolah menengah terbuka, karena SMA terbuka sudah dirintis sejak 2014.
Saat ini dua SMA terbuka, yaitu SMA 10 dan SMA 4. “Kita akan mencoba buka sekolah terbuka baru lagi,” tandasnya.
Deden menjelaskan, tujuan SMA terbuka adalah anak-anak secara geografis bermasalah, secara ekonomi bermasalah, anak-anak dari jalur kemiskinan, dan karena budaya misalnya pesantren dan sebagainya.
Deden juga menjelaskan, Plh Kadisdik Jabar tidak bisa menemui perwakilan sejumlah ormas tersebut karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. “Tapi saya sudah menyampaikan sesuai arahan Pak Kadis,” ujar Deden. (*)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan