RADARBANDUNG.ID, SOREANG– Selama bulan Juni 2025, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah di Kabupaten Bandung mencapai 932 ekor sapi terdampak.
Angka ini menunjukkan, meskipun tren melandai ancaman penyakit PMK ini masih perlu diwaspadai.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 793 ekor sapi dilaporkan telah sembuh dari penyakit PMK tersebut.
Sementara itu, 32 ekor masih menjalani proses penyembuhan, 63 ekor harus dipotong bersyarat, dan 44 ekor lainnya mati akibat penyakit tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Edi Kusno, mengatakan sebaran kasus PMK tercatat menjangkau 31 desa atau kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.
“Dinas Pertanian Kabupaten Bandung terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah terdampak untuk mencegah penularan lebih luas,” ujar dia, Senin (16/6).
Sementara itu, kasus lumpy skin disease (LSD) juga ditemukan di Kabupaten Bandung. Sepanjang Juni 2025, sebanyak 65 ekor sapi terdampak penyakit kulit menular tersebut.
“Dari total kasus LSD tersebut, 18 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, sedangkan 46 ekor masih dalam proses penyembuhan. Satu ekor sapi lainnya harus dipotong bersyarat karena kondisinya tidak memungkinkan untuk sembuh,” ungkap dia.
Pihaknya mengatakan, kasus LSD ini menyebar di 10 desa atau kelurahan yang tersebar di lima kecamatan.
“Meskipun jumlahnya tidak sebesar PMK, Dinas Pertanian tetap menaruh perhatian serius terhadap perkembangan penyakit ini,” jelasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Edi Kusno menegaskan, tren kasus memang sudah melandai sejak Februari lalu, namun kewaspadaan tidak boleh kendor.
“Kami terus melakukan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pemantauan, pemeriksaan, pengobatan, dan vaksinasi masih rutin dijalankan,” papar Edi.
Ia juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan peternak yang semakin tinggi dalam menghadapi wabah. Peternak dinilai cepat merespons dengan mengarantina hewan sakit, sementara masyarakat enggan membeli hewan yang tampak lemas atau tidak sehat.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga protokol kesehatan hewan ternak, terutama menjelang momen Idul Adha, yang biasanya diikuti dengan peningkatan lalu lintas ternak dan potensi penyebaran penyakit,” terangnya. (kus)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan