RADARBANDUNG.ID, KETAPANG – Kasus keracunan akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dipicu pemilihan menu yang salah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suyatman meninjau lokasi perawatan korban keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, KBB, Rabu (24/9/2025). Foto ; Hendra Hidayat/Radar Bandung. Sementar foto atas, Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (23/9/2025). Foto : Istimewa.
Sebanyak 16 siswa dan seorang guru SDN 12 Banua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), sakit perut dan muntah-muntah seusai mengonsumsi kuliner ekstrem, yaitu ikan hiu, pada Selasa (23/9/2025).
Akibat keracunan menu MBG tersebut mereka harus mendapatkan pertolongan di RSUD dr Agoesdjam, Ketapang.
Kepala Sekolah SDN 12 Benua Kayong Dewi Hardina Febriani mengatakan, setelah mengonsumsi makanan, beberapa siswa mengeluh sakit perut, lalu muntah-muntah.
”Makin lama makin banyak. Pihak puskesmas langsung datang ke sekolah. Karena kondisinya ramai, akhirnya anak-anak dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Agoesdjam atas arahan pihak medis,” ucapnya.
Menu MBG yang disantap siswa yaitu ikan hiu filet, sayur oseng, jeruk, tahu goreng, dan nasi putih. Belum dapat dipastikan makanan yang memicu keracunan. Banyak yang menduga penyebabnya adalah ikan hiu yang mengandung merkuri serta makanan yang tidak higienis.
Salah satu orang tua siswa, Suryani (36), khawatir lantaran anaknya mual dan muntah-muntah.
”Anak saya bilang cuma makan sayurnya saja, tapi tetap keracunan. Setelah kejadian ini saya bukannya tenang, malah khawatir kalau anak saya keracunan lagi,” ungkapnya.
Wali murid lainnya, Burhanudin (45), meminta MBG sebaiknya dikaji ulang.
Dia mengusulkan program itu sebaiknya diserahkan langsung kepada orang tua.
”Orang tua pasti tidak mungkin meracuni anak. Kalau seperti ini, kita tidak tahu apakah makanan itu benar-benar higienis atau tidak,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil laporan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat sejumlah kondisi yang tidak sesuai ketentuan.
Dapur Mitra Mandiri MBG Yayasan Adinda Karunia Ilahi belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan (dinkes). Selain itu, belum mempunyai sertifikasi halal. Alhasil, operasional dapur itu dihentikan sementara.
Dari sisi kebersihan, kondisi dapur jauh dari standar. Langit-langit dipenuhi sarang laba-laba, dinding berjamur, lantai rusak dan terkelupas.
Tata letak dapur juga tidak mengikuti prinsip alur kerja satu arah (flow process) yang wajib diterapkan untuk mencegah kontaminasi silang.
Akui Keteledoran
Kepala Regional MBG Kalbar Agus Kurniawi datang ke Ketapang pasca insiden keracunan. Dia menyoroti ikan hiu sebagai menu MBG. ”Soal ikan hiu, itu murni kesalahan dan keteledoran SPPG kami. Mereka tidak teliti memilih menu. Ikan hiu itu dibeli dari TPI Rangga Santap, produk lokal,” paparnya kepada wartawan, Rabu (24/9).
Menurut Agus, menu ikan hiu tidak lazim dikonsumsi dalam MBG. Seharusnya, makanan yang dipilih merupakan kegemaran siswa.
”Anak-anak jarang mengonsumsi ikan hiu. Bisa saja ikan hiu itu memiliki kandungan merkuri. Itu yang sangat saya sesalkan,” terangnya.
Menu ikan hiu itu, kata Agus, direkomendasikan oleh ahli gizi dapur SPPG yang merupakan lulusan sarjana gizi.
”Saya sempat marah ke ahli gizi. Dia sudah meminta maaf dan mengakui keteledorannya,” ujarnya.
Kambuh Lagi
Dua dari enam siswa SMKN Palang, Tuban, Jawa Timur, yang diperbolehkan pulang dari rumah sakit, kembali dilarikan ke RSUD dr R Koesma, kemarin.
Dua siswa itu, yakni Siti Khairun Nissa dan Hijratul Nasyi’in. Keduanya memiliki keluhan yang hampir serupa, mual-mual dan sakit perut.
Juharti, orang tua dari Siti Khairun Nissa mengungkapkan, setelah mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit, kondisi anaknnya dinyatakan stabil dan diizinkan pulang. Selanjutnya, wanita asal Desa Wangun, Kecamatan Palang itu membawa anaknya pulang sekitar pukul 22.00 pada Rabu (24/9/2025).
Namun, keanehan muncul kemarin pagi, anaknya kembali mengeluh sesak napas dan mual-mual.
”Setelah pulang ke rumah, kondisinya justru semakin lemas dan pucat. Saya semakin khawatir akhirnya kembali saya bawa ke rumah sakit,’’ ujarnya.
Kanipah, orang tua Hijratul Nasyi’in menyatakan, anaknya juga menderita keluhan serupa tepat setelah keluar dari rumah sakit. ”Saya kira setelah keluar rumah sakit anak saya sudah sembuh, tapi malah mengkhawatirkan,’’ tuturnya.
Wanita asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang itu berharap, peristiwa ini diusut tuntas. Bahkan SPPG setempat harus dievaluasi.
”Dari pada banyak korban lagi, sebaiknya program ini dihentikan atau digantikan program yang lebih bermanfaat,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr R Koesma Tuban Heni Purnomo Wati menjelaskan, kondisi keenam siswa yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di UGD sudah membaik dan dinyatakan boleh pulang semua.
”Kemarin (Rabu, Red) tidak ada penanganan lanjutan karena sudah tidak ada gejala, namun kami sempat berpesan kepada orang tua jika mendapati tanda-tanda atau gejala serupa untuk secepatnya membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan cepat,’’ ucapnya.
Kasus di Bandung Barat
Sekda Jawa Barat Herman Suyatman angkat bicara terkait kelangsungan program MBG menyusul peristiwa keracunan massal yang menimpa ratusan siswa sekolah di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Menurut dia, insiden itu telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Laporan ke BGN itu, kata dia, terkait teknis dan sejumlah kekurangan saat pelaksanaan distribusi MBG.
“Tentu harus berdasarkan evaluasi terkait kandungan gizinya terkait higienitasnya dan lainnya,” katanya. (afi/an/tok/kro/aph/jawa pos)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan