Timnas Indonesia U-23 Kalah Tipis dari Korea Selatan U-23, Terima Kasih Garuda Muda – Radar Bandung – Hack.AC.ID

0-ft-a-timnas-rb-ok-subuh-4325741-7867565-jpg

RADARBANDUNG.ID, SIDOARJO – Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan 0-1 dari Korea Selatan di Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa malam (9/9/2025) malam WIB.

Garuda Muda—julukan Timnas Indonesia U-23 finis sebagai runner-up Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Timnas Indonesia U-23 gagal lolos karena kalah di persaingan runner-up terbaik.

Gol tandang Hwang Doyun di menit awal, tepatnya menit ke-6, membuat skenario sempurna untuk Korea Selatan U-23 begitu terbuka di babak pertama.

Assist memukau dari Lee Seungwon yang menciptakan peluang bagi Hwang menunjukkan tim tamu siap mengunci kendali sejak peluit pertama.

Indonesia sempat berusaha membalas di menit ke-20 lewat sebuah peluang berbahaya yang dihadirkan Zanadin Fariz.

Namun, tendangan Dion Markx masih melebar dari sasaran, menandai ancaman terus datang tanpa berujung gol.

Korea Selatan kembali mengancam di menit ke-16 saat Park Seungho melepaskan tembakan keras yang sayangnya belum berbuah tambahan gol. Kali ini bantuan datang dari Kim Jisoo yang menciptakan peluang, menambah tekanan bagi lini pertahanan Indonesia.

Arkhan Fikri menunjukkan sentuhan kreatif di menit ke-28 dengan membuka peluang bagi rekannya, tapi Hokky Caraka belum mampu memaksimalkannya.

Indonesia masih terus berusaha, namun konsumsi peluang belum berbuah gol, dan tekanan lawan terus terasa.

Hingga pertengahan babak pertama, tembakan-tembakan dari Kadek Arel di menit ke-42 dan Arkhan Fikri di menit ke-43 kembali dilancarkan.

Tetapi, semua usaha tersebut belum menembus pertahanan kokoh Korea Selatan, membuat skor tetap 0–1.

Menjelang akhir babak pertama, Korea Selatan masih memperlihatkan intensitas serangan tinggi dengan Choi Woojin dan Park Seungho melepaskan tembakan yang masih bisa diblok oleh bek Indonesia. Tambahan pun datang lewat kartu kuning bagi Joung Jihun di menit tambahan 45+1, sedikit mengendurkan laju agresivitas mereka.

Wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama dengan skor bertahan 0–1 untuk keunggulan Korsel, memberi peluang sekaligus tekanan besar bagi Indonesia di babak kedua.

Dengan komposisi pemain seperti Cahya Supriadi sebagai kiper dan Kadek Arel sebagai kapten, tim Garuda muda masih harus menambah daya serangan dan disiplin pertahanan di sisa laga.

Di laga kedua, Korea sendiri tak sekadar bertahan. Mereka bahkan punya peluang lebih bagus untuk mencetak gol. Hanya lantaran kegemilangan Cahya Supriadi di bawah gawang. Hingga babak kedua usai, skor 1-0 untuk Korea bertahan. Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke Piala Asia U-23.

Satu gol itu menentukan nasib timnas di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Timnas U-23 dipastikan finis runner-up Grup J dengan empat poin, sementara Korea Selatan sempurna dengan sembilan poin. Korea Selatan lolos langsung sebagai juara grup. Sementara Indonesia dipastikan tersingkir karena hanya mengumpulkan empat poin, yang tak cukup untuk bersaing di persaingan empat runner-up terbaik. Hanya empat tim runner-up teratas yang ikut lolos dari total 11 grup. Indonesia secara poin tertinggal dari China (7), Iran (6), Turkmenistan (6), Yaman (6), dan Kamboja (5), juga kalah selisih gol dari Thailand.

Pelatih timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenbur mengucapkan terima kasih kepada skuad Garuda Muda yang sudah berjuang hingga pertandingan berakhir melawan Timnas Korea Selatan.

“Saya akui Garuda Muda sudah berjuang dengan baik. Mereka juga mengerahkan kemampuan sekuat tenaga,” kata Gerald usai pertandingan.

Pelatih asal Belanda itu juga menegaskan, pertandingan melawan Korea Selatan menjadi pembelajaran untuk Garuda Muda kedepan.

“Paling penting kita harus belajar dari setiap pertandingan untuk perubahan di masa depan,” terangnya.

Cahya Supriadi, Kiper Timnas Indonesia U-23 juga ikut meminta maaf kepada suporter dan tim karena belum bisa memberikan yang terbaik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada supeter. Kami gagal kualifikasi, saya ucapkan terima kasih atas dukungannya hingga sejauh ini,” imbuhnya.

Kata Cahya, apapun hasilnya semua sudah berjuang dengan baik. Garuda Muda mendapat tekanan dari menit pertama tapi bisa diantisipasi dengan baik.

“Semoga kedepan Garuda Muda bisa lebih baik dan lolos piala dunia,” pungkasnya. (arh/jpc/dbs)

 

Live Update

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *