RADARBANDUNG.ID, SOREANG – Kehadiran mesin insinerator sampah di TPS3R Bangja, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, memunculkan perdebatan di kalangan pemerintah daerah dan aktivis lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana menilai, insinerator atau mesin pembakar sampah bersuhu tinggi dapat mempercepat proses pengolahan sampah.
Program ini sekaligus mendukung target “satu desa, satu TPS3R” untuk mengurangi timbunan sampah.
“Dari 280 desa dan kelurahan, baru sekitar 176 yang memiliki TPS3R. Kalau setiap desa dilengkapi TPS3R dan insinerator, proses pengolahan akan lebih efektif,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
DLH mencatat, Kabupaten Bandung menghasilkan hampir 479 ribu ton sampah sepanjang 2024. Angka ini diprediksi terus bertambah bila tidak ditangani secara menyeluruh.
DLH Kabupaten Bandung tetap melanjutkan evaluasi uji coba mesin insinerator di Desa Lengkong.
Ruli menegaskan pihaknya juga telah mengajukan tambahan 10 unit insinerator ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meski baru dua unit yang terealisasi.
“Masalah sampah tidak bisa berhenti, selama manusia ada, sampah tetap ada. Tapi harus ada edukasi pemilahan dari rumah tangga, supaya insinerator ini bukan satu-satunya tumpuan,” papar Ruli.
Namun, rencana penggunaan 25 unit insinerator di Kabupaten Bandung tidak lepas dari kritik. Aktivis lingkungan dari Walhi Jawa Barat, Jefry Rohman, menilai kebijakan itu hanya memberikan solusi sesaat dan berpotensi menambah beban anggaran daerah.
“Banyak TPS3R yang dibangun lewat program Citarum Harum justru mangkrak karena minim pembiayaan. Kalau pola seperti ini diulang, insinerator hanya akan jadi proyek mahal yang tidak menyelesaikan masalah dari hulu,” kata Jefry.
Ia mengingatkan, pengalaman penggunaan insinerator di Bantargebang, Jawa Barat, menunjukkan dampak pencemaran serius. Hasil kajian Aliansi Zero Waste Indonesia menyebut insinerator berpotensi menghasilkan dioksin dan residu abu berbahaya (B3) yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.
“Sampel tanah, telur, hingga abu di sekitar Bantargebang terbukti mengandung polutan berbahaya melebihi ambang aman. Paparan jangka panjang bisa memicu kanker, gangguan pertumbuhan anak, hingga masalah kesehatan kronis,” jelasnya.
Sebagai alternatif, Walhi mendorong solusi ramah lingkungan seperti pengomposan, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), serta biokonversi lain yang dinilai lebih berkelanjutan. (kus)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan