RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Pemerintah melempar wacana mengubah skema anggaran dana pendidikan.

Selama ini sesuai dengan UUD 1945 dana pendidikan dipatok 20 persen dari APBN.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengusulkan 20 persen dana pendidikan dari pendapatan negara.
Baca Juga : Pemkot Bandung Kembangkan Wisata Terintegrasi di Bandung Timur, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Rencana ini menuai penolakan dari komunitas pendidikan.
Sikap penolakan diantaranya disuarakan oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Koordinator Nasional (Kornas) P2G Satriwan Salim mengatakan penolakan terhadap usulan skema dari Sri Mulyani tersebut.
Baca Juga : 134 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang Agustus 2024, BMKG: Warga Diminta Tetap Tenang
Dia mengatakan ide dari Sri Mulyani itu berpotensi melanggar konstitusi.
“Terkesan mengakali konstitusi,” tuturnya Minggu 8 September 2024.
Satriwan mengatakan ide Sri Mulyani itu justru membuat dana pendidikan akan semakin kecil.
Baca Juga : Pemkab Majalengka Serius Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Pasalnya pendapatan negara lebih kecil ketimbang belanja negara.
Karena dalam kenyataannya, APBN selalu mengalami defisit.
Secara khusus dia menyampaikan ada lima alasan menolak usulan Menkeu tersebut.
Pertama amanah dari UUD 1945 sudah jelas bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.
Bukan dari pendapatan negara.
“Dengan anggaran wajib 20 persen APBN atau setara Rp 665 triliyun saja, biaya pendidikan masih terasa mahal bagi masyarakat,” katanya.
Apalagi jika porsi dana pendidikan semakin kecil lagi, karena acuannya pendapatan negara. Satriwan tidak memungkiri bahwa selalu ada kenaikan dana pendidikan tiap tahunnya.
Misalnya di 2023 sebesar Rp 612,2 triliun, lalu naik jadi Rp 665,02 triliun di 2024. Berikutnya direncanakan naik lagi menjadi Rp 722,6 triliun di APBN 2025 nanti.
Berikutnya alasan kedua menolak gagasan Sri Mulyani itu adalah alokasi dana pendidikan seolah-olah besar.
Tapi sebenarnya tidak semuanya dikelola oleh Kemendikbidristek dan Kemenag, yang memiliki tugas menjalankan pendidikan. Satriwan mengatakan Kemendikbudristek hanya mengelola sekitar 15 persen atau Rp 98,9 triliun dana pendidikan.
Kemudian Kemenag hanya 9 persen atau sekitar Rp 62,3 triliun. Alokasi anggaran pendidikan dari APBN itu paling besar adalah dalam bentuk transfer ke daerah dan dana desa yang mencapai Rp 346 triliun atau sekitar 52 persen.
“Ketiga, kami di P2G mendorong agar pemerintah mendesain ulang (redesain) realisasi 20 persen APBN dan APBD,” katanya. Sehingga untuk pendidikan yang berdampak secara langsung pada kualitas pendidikan.
Lalu bisa memperluas akses pendidikan dan memperpendek disparitas. Misal dengan memperbesar anggaran pendidikan bagi Kemendikbudristek dan Kemenag.
Dia menegaskan Dana Desa seharusnya jangan diambil dari 20 persen dana pendidikan. Karena desa tidak melaksanakan fungsi pendidikan.
Pertimbangan yang keempat adalah, negara perlu mengkaji ulang anggaran pendidikan pada belanja kementerian dan lembaga lain seperti sekolah kedinasan atau sejenisnya. Karena angkanya cukup jumbo, mencapai Rp 32,85 triliun.
Yang terakhir, P2G mendorong realisasi anggaran pendidikan harus menyentuh kebutuhan riil di masyarakat. Misal, Dana BOS jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya belum mampu menutupi pembiayaan riil peserta didik di sekolah. Dana BOS nyatanya tidak mengcover pembiayaan pendidikan siswa yang sifatnya primer atau pokok.
Seperti diketahui usulan Menkeu Sri Mulyani soal 20 persen dana pendidikan diambil dari pendapatan negara, disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR pada Rabu (4/9) lalu.
Menurutnya, belanja wajib 20 persen harusnya dialokasikan dari pendapatan negara, bukan belanja negara.
Pasalnya, belanja negara cenderung tidak pasti.
Sri Mulyani menilai mandatory spending perlu dikaji ulang agar menteri keuangan selanjutnya bisa bermanuver tetapi tetap patuh pada konstitusi. (wan/jawa pos)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan