Pengertian, Perkembangan, Spesies, Asal Usul

burung-punai-2890488-2347462-jpg

Pengertian Burung Punai

Punai (Inggris: Merpati Hijau) adalah genus burung sedang hingga besar yang termasuk dalam keluarga Columbidae dan kerabat dekat merpati. Punai adalah burung arboreal yang hidup di pepohonan dan memakan buah. Genus ini terdiri dari 23 spesies. Merpati (bangsa: Columbiformes, famili: Columbidae) tersebar luas di Kepulauan Sunda Besar, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali (Walter, 1981).

Berbagai jenis merpati yang ditemukan di kawasan tersebut antara lain merpati ekor panjang (Treron oxyura Temminck), merpati ekor baji (T. Sphenura Vigors), merpati paruh tebal (T. Curvirostra Gmelin), merpati biasa (T. Griseicauda Bonaparte), ular sanca kecil (T. Olax Temminck ), ular sanca gading (Treron vernans L.), ular sanca berdada oranye (T. Bicincta Jerdon), ular sanca besar (T. capellei Temminck) dan landak tanah (Chalcophaps indica L.)


Penangkaran Burung Punai

Merpati memiliki bentuk tubuh yang padat dengan paruh yang pendek dan kuat untuk memakan buah dan biji-bijian.[3] Burung ini bersarang di tanah, pohon atau semak dengan sarang berupa jangkungan dahan pohon kering untuk bertelur 1-2 butir putih telur.[4] Di kawasan Cagar Alam Jeypore, distrik Assam Timur, India, perkembangbiakan jenis merpati dipengaruhi oleh ketersediaan pakan, dimana pada musim kawin merpati berkaki hijau dan berkaki kuning (Treron phoenicoptera Latham) terdapat pohon ficus melimpah berbuah sekitar 61%, sedangkan di luar musim kawin hanya 52%.


Spesies merpati

Dari berbagai jenis merpati yang tersebar dari Asia hingga Afrika, terdapat 13 spesies yang dapat ditemukan di Indonesia, yaitu:[7]

  • Mangrove Punai, merpati hijau berkepala kayu manis (Treron fulvicollis)
  • Punai besar, merpati hijau besar (treron capellei)
  • Punai flores, merpati hijau flores (treron floris)
  • Punai gading, merpati hijau berleher merah muda (treron vernans)
  • Gagak Punai, merpati hijau ekor baji (Treron sphenurus)
  • Merpati hijau kecil (treron olax)
  • Punai lengguak, merpati hijau berparuh tebal (treron curvirostra)
  • Pengantin Punai, merpati hijau berpipi abu-abu (treron griseicauda)
  • Punai salung, merpati hijau sumatera (treron oxyurus)
  • Punai siam, merpati hijau berdada oranye (treron bicinctus)
  • Punai sumba, merpati hijau sumba (treron teysmannii)
  • Punai timor, merpati hijau timor (treron psitaceus)
  • Punai pomadora, berburu merpati hijau (treron aromaticus)

Diet merpati

Kegiatan pemberian makan merpati banyak dilakukan secara berkelompok dengan mengunjungi pohon berbuah dan dimulai saat matahari terbit atau sekitar pkl. 05.30 WIB dan kembali ke tempat tidur pohon pada pukul 17.30. 16.00-17.00 WIB, tergantung jarak sumber pakan pohon dari bedengan dan kondisi cuaca Makanan utama merpati adalah biji-bijian rumput di tanah dan buah-buahan pohon.

Selain makanan utama tersebut, merpati juga memakan serangga, kerang, cacing, daun, pucuk dan bunga. Merpati gading (T. vernans L.), Merpati ekor panjang (T. curvirostra Gmelin), Merpati kecil (T. olax Temminck) dan Merpati bakau (T. fulvicollis Wagler) adalah burung pemakan buah (pohon buah). ) sedangkan merpati darat (C. Indica L.) kebanyakan memakan biji-bijian di tanah (granivora terestrial).


Populasi merpati

Merpati yang ditemukan di Mempawah, Kalimantan Barat adalah merpati gading (T. vernans L.), merpati lingguak (T. curvirostra Gmelin), merpati kecil (T. Olax Temminck) dan merpati bakau (T. Fulvicollis Wagler). Di Suaka Margasatwa Pelaihari, Kalimantan Selatan, selain keempat spesies tersebut, ditemukan satu spesies lagi yaitu merpati darat (C. indica L.). Hingga saat ini populasi merpati cenderung menurun. Perilakunya yang berkelompok membuat burung ini mudah dijebak dan atau ditembak dengan senapan angin


Asal usul burung Punai

Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu di daerah Pelalawan, Riau, hiduplah seorang pria dan wanita beserta anaknya yang bernama Bujang. hidup mereka sangat miskin, namun keduanya sangat menyayangi anak tunggal mereka. Mereka berharap dengan berdoa kepada Tuhan agar anak-anak mereka menjadi orang yang saleh, berbudi luhur, berilmu dan berguna bagi masyarakat.

burung-punai-9930391

Orang tuanya bekerja keras mencari nutrisi halal untuk membesarkan Bujang. Setiap hari ayahnya pergi ke ladang dan mencari ikan di sungai untuk dijual ke desa tetangga. Meski berjalan berhari-hari sambil membawa beban berat, ayahnya tidak mengeluh atau merasa lelah demi itu. Uang hasil penjualan tabung itu sedikit demi sedikit. Dia hidup hemat dengan makan dan berpakaian hemat. Dia selalu berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan kesehatan untuk mencari makanan untuk masa lajang.

Beberapa bulan kemudian, Bujang tumbuh menjadi anak yang sehat, lincah dan cerdas, membuat bangga dan bahagia kedua orang tuanya.

Setelah beranjak dewasa, Bujang diserahkan ke sebuah surau di desa untuk belajar mengaji. Sejak saat itu, ia rajin mengaji bersama teman-temannya. Saat desanya dilanda banjir, ayahnya selalu membawa Bujang dengan perahu kecil dan ibunya menjemputnya sesampainya di rumah.

Ada kebiasaan di Pelalawan, saat air surut dan tanah kering, anak-anak akan bermain bos. Namun, banyak orang tua yang tidak menyukainya karena anaknya akan terlalu asyik bermain hingga lupa segalanya.

Suatu hari musim panas tiba. Bujang dan teman-temannya memainkan gasing yang bagus dari pagi hingga malam. orang tuanya gugup. Bujangan itu tidak mengaji selama beberapa hari, bahkan gurunya sering pulang untuk salat. Ini membuat orang tuanya kesal.

Suatu malam Bujang baru saja pulang dari bermain puncak yang ditunggu-tunggu oleh orang tuanya. Melihat hal tersebut, ibunya menyapa sang bujangan dengan sebuah pertanyaan: “Jang, sudah berapa hari kamu tidak mengaji di masjid? Anda masih sangat sibuk bermain gasing sehingga Anda lupa segalanya. Apakah kamu tidak lelah bermain gasing, Jang? Apakah kamu ingin ibumu memberimu makan?” Mendengar hal itu, Bujang hanya diam saja.

Setelah itu ayahnya berkata. “Jang, aku lihat kamu hanya bermain gasing. Anda bahkan lupa makan dan minum, terutama Al-Qur’an. Sejak kamu bermain gasing, kamu tidak membantu ibumu lagi. Bisakah Anda mendapatkan cukup untuk makan atasan? kata sang ayah.

Si bujangan terdiam, tidak berani membantah karena merasa salah. Namun, omelan orang tuanya tidak melekat di hatinya, semua kata-kata ini masuk ke telinga kanan keluar dari telinga kiri. Jika ayahnya pergi ke lapangan, dia pergi bermain top setiap hari. Kata orang Pelalawan, “kalau anak dihantam hantu top, dia tidak bisa berbuat apa-apa.”

Bujang tidak pulang selama beberapa hari sampai ayahnya berhenti mencarinya. Sore harinya, ayah berkata kepada istrinya, “Mungkin resiko memanjakan anak. Si Bujang manja dan makin parah. Makanya mulai sekarang kita biarkan saja, tidak usah dihiraukan.” Mendengar perkataan suaminya, wanita itu hanya mengangguk.

Mereka dikecewakan oleh anak-anaknya sehingga kesal dan ketika ladang tidak pernah lagi menanak nasi untuk Bujang.

Sehari sebelum dia pergi ke ladang, ibunya memasak gasing dan tali untuk Bujang. Ketika Bujang melihat orang tuanya berangkat ke ladang, mereka kembali ke rumah. Ketika dia merasa lapar, dia membuka panci, hanya ada bagian atasnya. Kemudian dia membuka kuali, isinya kari yang paling enak. Kecewa, Bujang menangis sambil bernyanyi:

Nyanyikan… Tali atas

alit karbonasi dan buah keras

ke hati ibu!

tanya tamu saya

digulanya gastou

Saya juga harus menjadi punai-punai

makan buah ara

Rambut tumbuh, lalu dia bernyanyi lagi:

Nyanyikan… Tali atas

alit karbonasi dan buah keras

ke hati ibu!

tanya tamu saya

digulanya gastou

Saya juga harus menjadi punai-punai

makan buah ara

Dia menumbuhkan bulu lain dan terus bernyanyi:

Nyanyikan… Tali atas

alit karbonasi dan buah keras

ke hati ibu!

tanya tamu saya

digulanya gastou

Saya juga harus menjadi punai-punai

makan buah ara

Sang bujangan terus bernyanyi hingga tubuhnya ditumbuhi rambut. Kemudian si Bujang berubah menjadi Merpati. Dia terbang ke jendela, lalu terbang ke atap dan terbang tinggi ke udara. Dari langit dia melihat orang tuanya. dan dia hinggap di pohon ara yang tinggi di ladang. Kemudian Dia bernyanyi lagi.

Ibu Bujang mendengar kicauan burung Punai dan berkata kepada suaminya, “Bang, dengarkan suara kicauan burung di pohon itu! Sepertinya suara anak kita adalah Bujang.” Ayah tunggal bangkit dan berhenti menyiangi. Kemudian dengarkan baik-baik suara burung itu.

Nyanyikan… Tali atas

alit karbonasi dan buah keras

ke hati ibu!

tanya tamu saya

digulanya gastou

Saya juga harus menjadi punai-punai

makan buah ara

Setelah mendengarkan suara itu dengan jelas, “Benar, nona! Ini adalah suara putra tunggal kami,” kata sang ayah dengan percaya diri.

Kemudian ibunya berteriak, “Kemarilah, Nak! Ini nasi…!” Dari atas pohon burung merpati menjawab: “Tidak, Ibu…! Saya menjadi burung Punai. Saya makan kayu ara.” Kemudian burung itu mematuk dan memakan buah itu. Sang ayah melihatnya merasa kasihan, dia mengambil kapak untuk menebang pohon itu. Burung Punai itu pindah ke pohon lain setelah tumbang Kemudian dia berkicau lagi.

“Kemarilah, anakku! ibu membawakanmu nasi!” bujuk ibunya agar burung merpati jelmaan bujangan itu mendekat. “Tidak, Ibu! Aku telah menjadi seekor burung. Aku hanya makan kayu ara,” kata burung Punai.

Karena burung Punai tidak mau mendekat, bapak tunggal itu menebang semua pohon ara tempat burung itu bertengger. Kemudian burung Punai akan terbang ke pohon lain sambil menyanyikan lagu yang sama.

Tak terasa, kedua orang tuanya meninggalkan lapangan. Hingga suatu hari mereka kehabisan perbekalan dan tidak tahu jalan pulang. Karena kelaparan, kedua orang tua Bujang meninggal di hutan. Sedangkan Bujang tetap menjadi burung Punai selamanya.


Arti Cerita

Cerita rakyat tersebut mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua nilai moral yang bisa dipetik dari cerita di atas, yaitu pentingnya mendidik anak dan akibat menjadi anak yang durhaka. Sikap mengutamakan pendidikan anak tercermin dari sikap orang tua tunggal yang selalu bekerja keras mencari nafkah untuk masa depan anaknya. Sedangkan sifat memberontak tercermin pada Bujang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya sehingga berubah menjadi burung merpati.


jadi artikel keluar worlddikbud.co.id lebih Burung Punai: Pengertian, Perkembangan, Spesies, Makanan, Populasi dan Asal Usulnya, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *