Pengertian Pengukuran : Fungsi, Klasifikasi, Macam, Syarat

mistar-3454837-5412216-png

  • Alwasilah dkk. (1996), pengukuran (measurement) adalah suatu proses yang menggambarkan kinerja siswa dengan menggunakan skala kuantitatif (sistem bilangan) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif kinerja siswa dinyatakan dalam angka.
  • Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan gagasan pengukuran sebagai kegiatan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran tertentu sehingga menjadi bersifat kuantitatif.
  • Cangelosi, James S. (1995), pengukuran adalah proses pengumpulan data empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu objek tertentu dengan menggunakan alat ukur standar.

Mengukur fungsi

Secara sederhana, kegiatan pengukuran yang kita lakukan berfungsi sebagai alat komunikasi. Komunikasi disini juga dapat diartikan secara luas, misalnya komunikasi antara penjual dan pembeli.

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, pengukuran sangatlah penting, karena segala sesuatu yang menjadi parameter suatu produk yang kita hasilkan tidak lepas dari angka-angka yang hanya dapat diperoleh melalui proses pengukuran.

Pengukuran yang dilakukan dengan benar akan memberikan manfaat antara lain sebagai berikut:

  1. Buatlah gambaran melalui ciri-ciri suatu objek yang kita amati.
  2. Di industri dapat digunakan sebagai alat komunikasi mulai dari penelitian, operator, pengujian hingga penjaminan mutu produk yang dihasilkan.
  3. Dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat prediksi tentang sesuatu yang akan terjadi.
  4. Sebagai kontrol dan jaminan kualitas.

Klasifikasi Pengukuran

Benda ukur geometri memiliki beberapa bentuk. Oleh karena itu, cara mengukurnya mungkin juga berbeda. Untuk mendapatkan hasil hasil pengukuran yang terbaik sesuai standar yang berlaku, diperlukan metode pengukuran yang tepat dan benar. Untuk itu perlu diketahui klasifikasi pengukuran. Ada beberapa pengukuran berdasarkan metode pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukuran benda geometris, yaitu:


  1. Pengukuran langsung

Proses pengukuran yang hasil pengukurannya dapat langsung dibaca dari alat ukur yang digunakan disebut pengukuran langsung. Misalnya mengukur diameter poros dengan jangka sorong atau mikrometer.


  1. Pengukuran Tidak Langsung

Apabila dalam proses pengukuran hanya satu alat ukur yang tidak dapat digunakan dan hasil pengukurannya tidak dapat dibaca secara langsung, maka pengukuran yang demikian disebut pengukuran tidak langsung. Terkadang dua atau tiga alat ukur standar, alat ukur komparatif dan alat ukur bantu diperlukan untuk mengukur satu benda ukur.

Contoh: Mengukur lancip poros dengan menggunakan pusat sinus yang harus dibantu dengan dial indicator dan balok ukur.


  1. Pengukuran dengan pengukur batas

Terkadang dalam proses pengukuran kita tidak perlu melihat ukuran benda yang akan dibuat, melainkan hanya melihat apakah benda yang akan dibuat masih dalam batas toleransi tertentu.

Misalnya mengukur diameter lubang. Dengan menggunakan alat ukur jenis kaliber limit, dapat ditentukan apakah benda yang dibuat termasuk dalam kategori diterima (GO) atau termasuk dalam kategori dibuang atau ditolak (No.Go). Jadi alat yang digunakan untuk pengecekan tentunya kaliber limit Go dan No Go. Pengukuran seperti itu disebut pengukuran kaliber batas. Keputusan yang diambil adalah dimensi yang berada dalam batas toleransi dianggap baik dan digunakan, sedangkan dimensi yang berada di luar batas toleransi dianggap buruk. Metode pengukuran ini sangat cocok untuk mengukur dalam jumlah banyak dan membutuhkan waktu yang cepat.


  1. Pengukuran dengan perbandingan bentuk standar

Pengukuran disini hanya untuk membandingkan bentuk benda yang dibuat dengan bentuk standar yang digunakan sebagai alat pembanding. Misalnya, kita akan memeriksa sekrup atau sudut roda gigi, memeriksa sudut lancip poros kerucut, memeriksa jari-jari dan sebagainya. Pengukuran dilakukan dengan alat proyeksi. Jadi disini sifatnya bukan membaca ukuran tapi menyesuaikan bentuknya. Misalnya, sudut utas diperiksa dengan pemeriksa utas atau pemeriksa utas lainnya.


Berbagai alat ukur


mistar-7773470

Penggaris atau yang lebih dikenal dengan penggaris adalah alat yang digunakan untuk mengukur barang berukuran sedang dan besar. Penggaris ini dapat mengukur dengan akurasi hingga 1 mm.


jangka-sorong-7614246

Caliper adalah alat yang digunakan untuk mengukur diameter, dimensi luar suatu benda dan dimensi suatu benda. Kompas memiliki 2 bagian yaitu rahang tetap yang berfungsi sebagai tempat skala tetap yang tidak dapat dipindahkan, dan rahang geser yang berfungsi sebagai tempat skala vernier dan dapat digerakkan untuk mengukur benda sesuai dan terukur. Kaliper vernier ini dapat mengukur dengan akurasi hingga 0,1 mm.


mikrometer-8654970

Mikrometer sekrup adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan benda tipis, panjang benda kecil, dan dimensi luar benda kecil. Mikrometer ulir memiliki 3 bagian yaitu selubung utama yang berfungsi sebagai skala utama yang akan menunjukkan berapa hasil pengukuran dan bagian ini bersifat tetap dan tidak dapat dipindahkan, kemudian selubung luar yang berfungsi sebagai vernier skala yang dapat diputar untuk bergerak. selubung ulir agar dapat menyesuaikan dengan benda yang diukur, dan selubung ulir yang fungsinya sebagai bagian yang dapat digerakkan dengan cara memutar selubung luar agar dapat menyesuaikan dengan bentuk benda yang diukur. Mikrometer sekrup ini dapat mengukur hingga akurasi hingga 0,01 mm.


ketentuan pengukuran

Pengertian Pengukuran (Measurement) Menurut Para Ahli

  • Alwasilah dkk. (1996), pengukuran (measurement) adalah suatu proses yang menggambarkan kinerja siswa dengan menggunakan skala kuantitatif (sistem bilangan) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif kinerja siswa dinyatakan dalam angka.
  • Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan gagasan pengukuran sebagai kegiatan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran tertentu sehingga menjadi bersifat kuantitatif.
  • Cangelosi, James S. (1995), pengukuran adalah proses pengumpulan data empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu objek tertentu dengan menggunakan alat ukur standar.

Demikian artikel Duniaduniadik.co.id tentang pengertian besaran: fungsi, klasifikasi, jenis dan syaratnya, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *