Pengertian Pengendalian Sosial : Ciri, Jenis, Tujuan,Bentuk

pengendalian-sosial-4266464-5737734-png
pengendalian-sosial-5453380

Pengertian pengendalian sosial

Kontrol sosial adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial dengan cara mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.

Kontrol sosial juga dapat diartikan sebagai proses pengawasan yang dilakukan oleh setiap kelompok masyarakat dengan mengajak, membujuk dan memaksa orang atau kelompok lain untuk mengikuti norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Tujuan utama dari upaya pengendalian dan pengawasan sosial adalah untuk menciptakan atau memelihara ketentraman dan ketentraman dalam masyarakat. Dengan kontrol dan pengawasan, tatanan sosial dapat terwujud dalam masyarakat.


Fungsi kontrol sosial

  1. Memperkuat keyakinan masyarakat terhadap norma sosial, bahwa kehidupan bermasyarakat tidak bisa seperti deve, tetapi harus disesuaikan dengan norma sosial, bukan dengan norma mereka sendiri.
  2. Memberikan reward kepada warga yang menaati norma, individu yang mematuhi norma mendapat pujian (reward positif) dan yang melanggar mendapat sanksi (reward negatif).
  3. Dengan mengembangkan rasa malu, rasa malu ini semakin hilang di masyarakat kita, meskipun para pelaku penyimpangan sosial ini suka ditampilkan di televisi (memperlihatkan wajah pelaku), korupsi, pelanggaran dan kejahatan lainnya terus meningkat.
  4. Berkembangnya rasa takut, pelanggaran sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok harus ditindak tegas.
  5. Menciptakan sistem hukum. Segala bentuk pelanggaran sosial dan siapapun yang melakukannya harus dihukum

Ciri-ciri pengendalian sosial

  • Ada metode atau cara khusus untuk mendisiplinkan individu atau masyarakat.
  • Kontrol sosial dapat dilakukan oleh setiap individu terhadap individu lain, atau oleh suatu kelompok terhadap individu atau kelompok lain.
  • Pengendalian sosial dilakukan dengan tujuan mewujudkan keharmonisan dan stabilitas dalam berbagai perubahan yang ada dalam masyarakat.
  • Kontrol sosial dilakukan oleh berbagai pihak, meskipun masing-masing pihak seringkali tidak menyadarinya.

Jenis kontrol sosial


Kontrol sosial berdasarkan sifatnya

Preventif adalah upaya pengendalian sosial untuk mencegah terganggunya keharmonisan sosial.

Represif adalah upaya pengendalian sosial untuk memulihkan keharmonisan masyarakat setelah terjadi pelanggaran norma atau peristiwa buruk.

Kuratif adalah pengendalian sosial yang dilakukan ketika terjadi gangguan sosial.


Pengendalian sosial berdasarkan cara pengobatan

Persuasi adalah alat kontrol sosial yang dilakukan tanpa kekerasan. Misalnya membujuk, membimbing, menasihati, dll.

Pemaksaan adalah kontrol sosial yang dilakukan dengan kekerasan dan disertai dengan sanksi yang berat sesuai dengan pelanggarannya. Misalnya, penertiban PKL yang tidak pada tempatnya.


Kontrol berdasarkan aktor

Kontrol pribadi adalah kontrol sosial yang dilakukan oleh setiap individu yang diilhami oleh panutan.

  • Kontrol kelembagaan

Kontrol institusional adalah kontrol sosial yang dilakukan oleh lembaga atau institusi tertentu, misalnya rumah tinggal Islam.

Kontrol resmi adalah kontrol sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai dengan undang-undang. Misalnya polisi, kejaksaan dan lain-lain.

Kontrol informal adalah kontrol sosial yang dilakukan oleh individu atau lembaga masyarakat yang tidak resmi.


Tujuan pengendalian sosial



  • Pemeliharaan ketertiban umum

Dalam suatu masyarakat selalu terdapat norma dan nilai yang berlaku sebagai batasan perilaku dalam masyarakat. Dan ada konsekuensi atau hukuman jika melanggar norma dan nilai tersebut sehingga individu biasanya akan takut dan memilih untuk mengikuti aturan yang berlaku.



  • Kembangkan budaya malu

Setiap orang pada dasarnya memiliki ‘rasa malu’, terutama jika menyangkut harga diri. Hukuman sosial yang didapat seseorang karena melanggar aturan akan membuat orang tersebut merasa malu.



  • Memberikan hadiah untuk mengikuti aturan

Masih soal harga diri, setiap orang yang mengikuti aturan dan norma yang berlaku akan mendapatkan reward, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu contoh reward berupa kemudahan dalam pengurusan Surat Kelakuan Baik dari petugas kemasyarakatan.



  • Untuk meyakinkan masyarakat untuk mematuhi Norma

Kontrol sosial yang dilaksanakan dengan baik akan membangun dan meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa aturan yang berlaku di masyarakat akan membawa kebaikan bagi semua.


Kontrol sosial juga dapat berfungsi sebagai sistem hukum atau aturan yang ditetapkan secara formal yang di dalamnya terdapat sanksi atau hukuman bagi warga negara yang melanggarnya.


Bentuk kontrol sosial


Hal tersebut dapat diberikan oleh orang tua atau sekolah agar siswa mengetahui tentang norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.


Ini adalah cara mengendalikan kehidupan sosial melalui pendekatan spiritual dengan mempelajari apa yang baik dan buruk menurut kitab suci.


Hal ini dapat dilakukan secara lisan atau tertulis untuk mengkritisi tindakan seseorang yang melanggar peraturan agar tidak mengulanginya lagi.


Merupakan salah satu bentuk kontrol sosial dengan membicarakan kesalahan seseorang secara lisan sehingga dapat membuat individu yang dibicarakan tersebut merasa malu.


Merupakan bentuk kontrol sosial dengan memberikan sanksi atau hukuman kepada pelanggar aturan secara langsung untuk memberikan efek jera.


Ini adalah bentuk kontrol sosial yang dilakukan secara paksa terhadap mereka yang melanggar aturan.


Merupakan bentuk kontrol sosial yang dilakukan dengan membiarkan pelaku pelanggaran terus melakukan kesalahan, namun masyarakat sekitar akan mengabaikan atau tidak berbicara dengan orang tersebut.


Berdasarkan cara atau perlakuan pengendalian sosial


Kontrol sosial dilakukan tanpa kekerasan, misalnya dengan mengajak, menasihati atau membimbing anggota masyarakat untuk bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Cara ini dilakukan secara lisan atau simbolik. Contoh kontrol sosial verbal adalah dengan mengajak masyarakat mentaati nilai dan norma dengan berbicara langsung dengan bahasa lisan, sedangkan kontrol simbolik dapat menggunakan tulisan, spanduk dan iklan layanan masyarakat.

Contoh kontrol sosial persuasif verbal adalah seorang ibu menasihati anaknya yang masih sekolah agar tidak terlibat perkelahian atau melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma. Sedangkan contoh cara pengendalian sosial simbolik misalnya pemerintah daerah meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, cara yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan memasang spanduk di tempat-tempat tertentu yang dapat dibaca oleh masyarakat.


Kontrol sosial dilakukan dengan bantuan paksaan atau kekerasan, baik fisik maupun psikis. Contoh pengendalian sosial secara paksa adalah penertiban pedagang kaki lima di trotoar yang dilakukan oleh satuan polisi pamong praja atau Satpol PP dengan cara membongkar dan merusak tempat-tempat perdagangan dan pengangkutan barang-barang milik pedagang.

Sehingga timbul kerusuhan bahkan ada yang menimbulkan korban jiwa. Kontrol sosial koersif harus menjadi langkah terakhir yang digunakan untuk mengontrol perilaku menyimpang karena sering menimbulkan reaksi negatif.



  • Cara kompulsif (paksaan)

Teknik pengendalian dengan cara menciptakan situasi sedemikian rupa sehingga seseorang dipaksa untuk patuh atau mengubah sikapnya mengarah pada ketaatan secara tidak langsung.


Berdasarkan aktor kontrol sosial


Pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (role model). Pengaruh ini bisa baik atau buruk.



  • Kontrol kelembagaan

Pengaruh yang dihasilkan dari keberadaan lembaga atau institusi. Pola perilaku lembaga tidak hanya mengawasi anggota lembaga, tetapi juga mengawasi dan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang berada di sekitar lembaga.

Misalnya kehidupan santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan, baik dalam hal berpakaian, sapaan, sikap, pola pikir, pola tidur, dan sebagainya. Dalam hal ini, pengawasan dan pengaruh pesantren tidak hanya terbatas pada santri, tetapi juga masyarakat sekitar pesantren.


Pengendalian atau pengawasan sosial dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Kontrol resmi dilakukan oleh aparatur negara, seperti kepolisian, Satpol PP, kejaksaan atau kejaksaan untuk memantau kepatuhan warga negara terhadap undang-undang yang telah ditetapkan.


Pengendalian atau pengawasan sosial dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. Namun, kontrol informal juga efektif dalam memantau atau mengendalikan perilaku orang.

Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain, misalnya diusir atau bahkan dikeluarkan dari lingkungannya. Kontrol tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat atau tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat.


Institusi Kontrol Sosial

Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan:


Polisi sebagai aparatur negara, dengan tugas memelihara keamanan dan ketertiban, mencegah dan menanggulangi perilaku menyimpang. Peran Polri tidak hanya menangkap, mengusut dan menyerahkan pelaku tindak pidana kepada instansi lain seperti Kejaksaan Agung, tetapi juga menangkap orang yang melakukan perbuatan melawan hukum, melakukan pembinaan dan pembinaan.


Pengadilan merupakan alat kontrol sosial untuk menentukan hukuman bagi orang yang melanggar aturan. Tujuannya agar orang tersebut jera dan sadar akan kesalahan yang dilakukannya, serta agar orang lain tidak menirunya untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau merugikan orang lain. Sanksi berat akan diberikan kepada mereka yang melanggar hukum, berupa denda, kurungan atau kurungan. Berat ringannya hukuman tergantung pada kesalahan pelaku menurut hukum yang berlaku.


Adat adalah pranata atau pranata sosial yang terdapat dalam masyarakat tradisional. Dalam hukum adat terdapat aturan-aturan untuk mengatur tingkah laku anggota masyarakat. Adat istiadat yang dilembagakan disebut tradisi. Pelanggaran hukum adat dan tradisi akan mengakibatkan pengucilan atau pengusiran dari lingkungan masyarakat, tergantung pada tingkat kesalahan berat atau ringan.


Adalah orang yang memiliki pengaruh atau wibawa (karisma) sehingga disegani dan disegani oleh masyarakat. Tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi panutan, pembimbing, penasehat dan pembimbing. Ada dua jenis pemimpin komunitas:

A. tokoh masyarakat formal, misalnya Presiden, Ketua DPR/MPR, Dirjen, Bupati, Lurah, dll;
B. tokoh masyarakat informal, misalnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat.


Jadi artikel dari worlddikbud.co.id lebih Pengertian pengendalian sosial: pengertian, fungsi, jenis, ciri, tujuan, bentuk, perlakuan, pelaku, lembaga, Semoga ini bermanfaat

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *