Ada berbagai pengertian pendidikan diantaranya yaitu;
-
Definisi Pendidikan dalam Etimologi
Pengertian pendidikan secara etimologis berasal dari kata latin educatum yang tersusun dari 2 kata yaitu Edu dan Catum dimana kata Edu Artina adalah perkembangan dari dalam ke luar, sedangkan Catum berarti mengembangkan atau mengembangkan. Dengan demikian, pengertian pendidikan secara etimologi adalah proses pengembangan kemampuan diri dan kekuatan individu.
Kata pendidikan berasal dari kata DIDIK dan mendapat akhiran PE dan akhiran AN, jadi kata ini berarti proses atau cara pendidikan.
-
Dalam Bahasa
Pendidikan adalah usaha untuk melaksanakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Tujuan pendidikan
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berilmu dan terampil, sehat jasmani dan rohani, berakhlak mulia. dan berkepribadian mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat.
-
Memiliki rasa nilai-nilai pancasila
Berdasarkan Ketetapan MPRS No. 2 Tahun 1960 yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk peserta didik agar memiliki pengertian nilai-nilai pancasila yang sejati berdasarkan ketentuan yang disyaratkan oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945.
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi manusia. warga negara yang demokratis dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
-
Meningkatkan kualitas bangsa
Tujuan pendidikan Menurut lembaga pendidikan dunia Unesco Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Dari pemikiran tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) menciptakan 4 pilar pendidikan baik untuk masa kini maupun masa depan, yaitu:
- Belajar untuk mengetahui berarti belajar untuk mengetahui.
- Belajar melakukan berarti belajar melakukan.
- Belajar menjadi berarti belajar untuk bisa.
- Belajar hidup bersama berarti belajar hidup bersama.
Manfaat pendidikan
- Memberikan informasi dan pengertian
- Memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kepada setiap siswa.
- Terciptanya generasi penerus bangsa
- Mampu mencetak generasi penerus bangsa yang ahli dalam berbagai bidang.
- Gelar Pendidikan untuk Karir
- Untuk mendapatkan gelar yang pasti berguna untuk kebutuhan karir di masa depan. Meskipun gelar bukanlah segalanya, gelar mengacu pada keahlian dalam berkarir
- Menambah pengalaman pembelajar
- Mampu mengambil pelajaran dari pengalaman bagi siswa
- Membentuk Karakter Bangsa
- Membentuk karakter bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur.
Fungsi pendidikan
- Mengurangi pengawasan orang tua terhadap anaknya. Melalui pendidikan di sekolah, orang tua melimpahkan tugas dan wewenang kepada sekolah yang mendidik anaknya.
- Menyediakan sarana untuk mengembangkan bakat. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pengembangan bakat pada siswa.
- Mempertahankan sistem kelas sosial. Guru sekolah diharapkan dapat bersosialisasi dengan siswanya untuk menerima perbedaan prestise, keistimewaan dan status. Sekolah juga diharapkan menjadi sumber mobilitas siswa menuju status sosial yang lebih tinggi atau setidak-tidaknya sesuai dengan status orang tuanya.
- Perpanjang masa remaja untuk berbuat positif. Sekolah juga dapat menunda kedewasaan seseorang karena siswa secara ekonomi masih bergantung pada orang tua dan tanggung jawabnya.
Peran Ilmu Pendidikan dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Ilmu pendidikan memiliki peran sebagai perantara dalam pembentukan masyarakat yang memiliki landasan individu, sosial dan aman dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam skala mikro, pendidikan bagi individu dan kelompok kecil berlangsung dalam skala perhatian yang terbatas, seperti antara teman, antara seorang guru dengan seorang atau sekelompok kecil murid, maupun dalam keluarga antara suami istri, antara orang tua dan anak-anak dan anak-anak lainnya. Pendidikan dalam skala mikro diperlukan agar manusia sebagai individu mengembangkan seluruh potensinya dalam arti seperangkat kualitas yang utuh dan baik.
Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kualitas hidup dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional dan Penyelenggaraan pendidikan. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang kokoh dan mandiri serta rasa tanggung jawab sosial dan kebangsaan.
Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai budaya dan pluralisme bangsa. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem yang terbuka dan multimakna. Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan. Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang dilakukan dengan orientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan karakter dan kepribadian, serta berbagai kecakapan hidup.
Kedudukan Ilmu Pendidikan dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari dan mengolah perubahan sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, membuat pendidikan. Pendidikan sebagai ilmu harus mampu:
- Empiris, karena objeknya ditemukan dalam dunia pengalaman.
- Secara spiritual, karena situasi pendidikan didasarkan pada tujuan manusia, tidak meninggalkan anak didik pada keadaan alamiahnya.
- Normatif karena didasarkan pada pilihan antara baik dan buruk.
- Historis, karena memberikan gambaran teoretis tentang sistem pendidikan selama berabad-abad, dengan mengingat latar belakang budaya dan filosofis yang mempengaruhi era tertentu.
- Praktis, karena memberikan pemikiran tentang masalah pendidikan dan bekal yang langsung ditujukan pada tindakan pendidikan.
Ciri-ciri Ilmu Pendidikan
Ilmu pendidikan mencakup ilmu empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun secara teoritis untuk penggunaan praktis. Dengan menempatkan kedudukan pendidikan dalam sistematika ilmu, maka dapat juga dikatakan bahwa pendidikan merupakan ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. Karena setiap ilmu memiliki ciri khasnya masing-masing, demikian juga dengan ilmu pendidikan.
Sifat ilmu pendidikan meliputi ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif dan ilmu pendidikan sebagai Ilmu Teoritis dan Ilmu Praktis:
-
Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif
Ilmu pendidikan selalu berkaitan dengan pertanyaan tentang siapa “manusia” itu. Pembahasan tentang siapa manusia biasanya meliputi bidang filsafat yaitu filsafat antropologi. Pandangan filosofis tentang manusia sangat mempengaruhi konsep dan praktik pendidikan. Karena pandangan filosofis tersebut menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh seorang pendidik atau bangsa yang menyelenggarakan pendidikan.
Prinsip pendidikan
Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi landasan atau landasan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khususnya di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberikan arah dalam rancangan dan pelaksanaan pendidikan. Di antara asas tersebut adalah asas Tut Wuri Handayani, asas belajar sepanjang hayat dan asas kemandirian dalam belajar.
Prinsip Tut Wuri Handayani
Sebagai sila pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sistem perguruan Among. Prinsip yang diwartakan Ki Hajar Dwantara kemudian dikembangkan oleh Dr. RMP Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso. Kini ketiga semboyan tersebut telah melebur menjadi satu kesatuan dasar, yaitu:
- Ing Ngarso Sung Tulodo (bila diberi contoh di depan)
- Ing Madyo Mangun Karso (kalau di tengah mendukung dan
Roh) - Tut Wuri Handayani (bila di belakang memberi semangat)
Prinsip Pembelajaran Seumur Hidup
Prinsip belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain pendidikan sepanjang hayat. Kurikulum yang dapat dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan horizontal.
Prinsip belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain pendidikan sepanjang hayat. Kurikulum yang dapat dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan horizontal.
- Dimensi vertikal kurikulum sekolah mencakup keterkaitan dan kesinambungan antarjenjang persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa yang akan datang.
- Dimensi horizontal kurikulum sekolah merupakan keterkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dan pengalaman di luar sekolah.
Prinsip kemandirian dalam belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar kemandirian dalam belajar dikembangkan sedini mungkin dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap mengulurkan tangan bila diperlukan.
Perwujudan prinsip kemandirian dalam pembelajaran akan menempatkan guru pada peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang untuk melatih kemandirian belajar siswa adalah sistem CBSA (Active Student Learning Method).
Demikian artikel dari Duniaduniadik.co.id mengenai Pengertian Pendidikan : Tujuan, Manfaat, Fungsi, Peran Ilmu, Kedudukan Administrasi, Sifat dan Prinsip, Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan kepada anda semua.
website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap
mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa