Pengertian, Contoh Rima dan Jenisnya Lengkap

contoh-rima-2353582-6328366-png

Pengertian Rima

contoh-rima-6468171
Contoh-Rima

Rima (persamaan bunyi) adalah pengulangan bunyi berselang, baik dalam larik maupun pada akhir puisi yang berdekatan. Bunyi yang berima itu dapat ditampilkan oleh tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara. Puisi-puisi yang bergaya rima kental biasanya adalah puisi-puisi melayu dan beberapa puisi angkatan dibwah penulis kontemporer. Mereka menulis puisi-puisi seperti bentuk pantun modern. Artinya ada beberapa bunyi yang sama pada setiap pengulangan bunyi yang berselang.


Jenis-Jenis Rima

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis rima, terdiri atas:


1. RIMA BERDASARKAN BUNYI

Terdiri atas:


  1. Rima Sempurna

Seluruh suku akhirnya berirama sama.


Contoh :

ma – lang

ma – ti

pa – lang

ha – ti


  1. Rima Tak Sempurna

Hanya sebagian suku akhir yang sama.


Contoh :

pu – lang

pa – gi

tu – kang

ha – ri


  1. Rima Mutlak

Seluruh kata berima


Contoh :

Mendatang-datang jua
Kenagan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau-silau

Kata jua yang diulang dua kali pada tempat yang sama itu berima mutlak.


  1. Rima Terbuka

Yang berima adalah suku akhir suku terbuka dengan vokal yang sama.


Contoh :

bu – ka

ba – tu

mu – ka

pa – lu


  1. Rima Tertutup

Yang berima itu suku akhir suku tertutup dengan vokal yang diikuti konsonan yang sama.


Contoh :

hi – lang

su – sut

ma – lang

ta – kut


  1. Rima Aliterasi

Yang berima adalah bunyi-bunyi awal pada tiuap-tiap kata yang sebaris, maupun pada baris-baris berlainan.


Contoh :

Bukan beta bijak berperi
Pandai mengubah madahan syair

Bunyi b pada kata-kata dalam baris pertama bait puisi di atas disebut rima aliterasi.


  1. Rima Asonansi

Yang berima adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata, baik pada satu baris maupun pada baris-baris berlainan.


Contoh :

se – cu – pak

tum – bang

se – cu – kat

mun – dam


Yang disebut asonansi ialah vokal-vokal e – u – a dan u – a pada kata-kata tersebut di atas.


  1. Rima Disonansi

Rima ini adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada asonansi tetapi memberikan kesan bunyi-bunyi yang berlawanan.


Contoh :

Tin – dak tan – duk ( i– a / a – u )

Mon – dar man – dir ( o – a / a – i )


2. BERDASARKAN LETAK KATA-KATA DALAM BARIS

Terdiri atas:


Apabila kata-kata yang berima terdapat pada awal-awal kata.


Contoh :

Pemuda kaulah harapan bangsa
Pemuda jangan suka berpangku tangan


Apabila kata-kata yang berima terletak di tengah.


Contoh :

Pemuda kaulah harapan bangsa
Pemudi kaulah harapan negeri


Apabila kata-kata yang berima terletak pada akhir.
Bentuk ini banyak digunakan dalam bentuk Pantun, Syair dan Gurindam.


Contoh :

Tolong – menolong umpama jari
Bantu membantu setiap hari
Bekerja selalu berlima diri
Itulah misal Tuhan memberi


Apabila kata-kata yang berima terdapat pada baris-baris yang berlainan.


Contoh :

Terlipat
Terikat
Engkau mencari
Terang matahari

Melambai
Melombai
Engkau beringin
Digerak angin

Terhibur
Terlipur
Engkau bermalam
Di tepi kolam


Apabila rima kata-kata yang berima itu terdapat pada baris yang sama.

Contoh :

Air mengalir menghilir sungai

(bunyi ir pada akhir ketiga kata)


Apabila sepatah kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun.


Contoh :

Dapat sama laba
Cicir sama rugi
Bukit sama didaki
Lurah sama dituruni
Berat sama dipikul
Ringan sama dijinjing
Terapung sama hanyut
Terendam sama basah.


  • Rima Berpeluk (Rima Berpaut)

Apabila umpamanya baris pertama berima dengan baris keempat, baris kedua berima dengan baris ketiga.

Rima ini terletak pada bentuk Soneta dengan rima a – b – b – a


Contoh :

Perasaan siapa ta’kan nyala ( a )
Melihat anak berlagu dendang ( b )
Seorang sajak di tepi padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )


  • Rima Bersilang (Rima Salib)

Rima yang letaknya berselang-selang.
Misalnya baris pertama berima dengan baris ketiga, dan baris kedua berima dengan baris keempat.

Rima ini dapat kita jumpai dalam bentuk Pantun yang berrumus
a – b – a – b.


Contoh :

Burung nuri burung dara ( a )
Terbang ke sisi taman kayangan ( b )
Karangan janggal banyak tak kena ( a )
Daripada paham belum sempurna ( b )


Apabila kata-kata yang berima terdapat pada kalimat-kalimat yang beruntun.

Bentuk ini dapat kita jumpai dalam bentuk Syair dengan rumusnya
a – a – a – a ; b – b – b –b


Contoh :

Hatiku rindu bukan kepalang ( a )
Dendam berahi berulang-ulang ( a )
Air mata bercucuran selang menyelang ( a )
Mengenangkan adik kekasih abang ( a )

Diriku lemah anggotaku layu ( b )
Rasakan cinta bertalu-talu ( b )
Kalau begini datanglah selalu ( b )
Tentulah kanda berpulang dahulu ( b )


Apabila kalimat yang beruntun dua-dua berima sama.

Misalnya dengan abjad a – a – b – b atau c – c – d – d – e – e dan seterusnya.


Contoh :

Sedikitpun matamu tak berkerling ( a )
Memandang ibumu sakit berguling ( a )
Air matamu tak bercucuran ( b )
Tinggalkan ibumu tak penghiburan ( b )


Apabila dalam bait-bait puisi ada kata yang tidak berima sedangkan kata-kata lain pada tempat yang sama di baris-baris lain memilikinya.

Rumus rima patah adalah a – a – b – a atau b – c – b – b


Contoh :

Beli baju ke pasar Minggu ( a )
Jangan lupa beli duku ( a )
Beli kemeja ke pasar Senen ( b )
Jangan lupa ajaklah daku ( a )

Beli kemeja ke pasar Senen ( b )
Jangan lupa membesi dasi ( c )
Jangan suka jajan permen ( b )
Lebih baik dibelikan semen ( b )


Tidak ada yang bersajak


Contoh :

Hanya sebuah bintang ( a )
Kelip kemilau ( b )
Tercapak di langit ( c )
Tidak berteman ( d )


Terdiri atas:


  1. Rima Rupa

Rima rupa hanya terdapat pada puisi-puisi Melayu Klasik yang ditulis dengan huruf Arab – Melayu.
Tulisan ( bentuknya ) tampak sama, tetapi bunyinya berbeda.


Contoh :

1. Tulisan kata ramai dengan rami.
2. Tulisan kata lampau dengan lampu.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita lihat contoh berikut ini :


Contoh :

1. Kota Jakarta yang berpenduduk hampir tujuh juta orang itu sangat ramai.
2. Pada masa lampau kehidupan masyarakat masih sederhana.


4. Berdasarkan Letak Pasanganya dalam Bait

Terdiri atas:


yaitu persamaan bunyi kata atau suku kata pada akhir setiap baris.


Contoh:

Abdul Nuluk putra baginda

Besarlah sudah bangsawan muda


yaitu persamaan bunyi kata atau suku kata yang saling berpasangan.


Contoh:

Sedikit pun matamu tak mengerling,

Memandang ibumu sakit berguling,

Air matamu tak bercucuran,

Tinggalkan ibumu tak penghiburan.


yaitu persamaan bunwi kata atau suku kata yang diletakkan secara silang.


Contoh:

Kalau ada sumur di ladang

Boleh kita menumpang mandi

Kalau ada umurku panjang

Boleh kita berjumpa lagi


yaitu persamaan bunyi kata atau suku kata yang saling berpelukan atau diapit satu atau dua suku kata atau kata yang sama bunyinya.


Contoh:

Hati memuja Tuhan Kuasa

Gerak laku jauhlah hati

Maafkan aku yang Gusti

Dalam usaha yang alpa


yaitu persamaan bunyi kata atau suku kata yang putus.


Contoh:

Padamu, seribu mawar sudah kuberi

Sekadar membeli cintamu

Tapi kau tetap membatu, diam, dan bisu

Walau seribu tahun sudah aku menunggu, rindu,

Pilu


yaitu persamaan bunyi kata atau suku kata yang diletakkan secara bebas.


Itulah ulasan tentang Rima : Pengertian, Jenis-Jenis Beserta ContohnyaSemoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca setia GuruPendidikan. Sekian dan Terima kasih.


Baca Juga:

  • Contoh Sinonim Kata
  • Ejaan Dan Tanda Baca dalam Karya Ilmiah
  • Prosa Adalah – Pengertian, Jenis, Ciri, Bentuk, Contoh
  • Pengertian Puisi – Ciri, Unsur, Jenis, Puisi Baru dan Lama, Contohnya
  • Pantun – Pengertian, Ciri, Macam, Cinta, Jenaka, Pendidikan, Agama, Nasehat, Contohnya
  • Sejarah Bahasa Indonesia
Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *