Pengakuan Mengejutkan di Sidang Suap Impor – Hack.AC.ID

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Sidang perkara dugaan suap impor Rp61 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat kembali membuka borok internal Bea Cukai. Saksi Sisprian Subiaksono, mantan Kasubdit Intelijen Direktorat P2, pada Rabu (10/6/2026), mengaku ada pengelolaan “dana operasional” yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara administratif negara.

Perkara No. 19/Pid.Sus-TPK/2026/PN / Jkt.Pst dengan Hakim Ketua Brelly Yuniar Dien dan JPU M. Takdir.

*Ada Dana di Luar DIPA, Asalnya dari Sisa Anggaran*

Di bawah sumpah, Sisprian membenarkan adanya dua jenis dana: dana resmi DOK PPN dari DIPA, dan dana operasional internal.

_”Ada dana resmi DOK PPN dan ada dana operasional yang sebenarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan,”_ kata saksi.

Ia menjelaskan sumber dana operasional itu berasal dari sisa anggaran DIPA, termasuk kelebihan dana perjalanan dinas dan kegiatan tertentu yang kemudian “digeser”.

_”Izin, awalnya dari dana DIPA berupa DOK PPN dan SPPD. Kalau ada dana-dana yang belum bisa dipertanggungjawabkan ataupun dipertanggungjawabkan lebih, kami geser ke dana operasional,” ungkapnya.

Dana itu digunakan untuk kondisi mendesak yang butuh respons cepat.

Instruksi: Jangan Simpan Dana Tak Jelas di Kantor

Pengakuan paling krusial: Sisprian mengaku pernah memerintahkan bawahannya agar dana tak bisa dipertanggungjawabkan itu tidak disimpan di kantor.

_”Saya sampaikan bahwa dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan jangan sampai ada di kantor,”_ ujarnya.

Alasannya, ruangan kerja intelijen sering jadi target penggeledahan aparat penegak hukum.

_”Saya sampaikan bahwa ruangan kita sering digeledah maka jangan sampai ada dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan menurut DIPA di ruangan ini,” katanya.

Saksi membenarkan kantornya pernah digeledah Kejaksaan Agung dan KPK.

Kesimpulan Sidang, dari keterangan Sisprian terungkap adanya praktik pengelolaan dana di luar mekanisme pertanggungjawaban resmi negara. Dana bersumber dari sisa DIPA digunakan untuk operasional “mendesak”, dan sengaja tidak disimpan di kantor untuk menghindari penggeledahan.

Pengakuan ini menambah daftar fakta janggal dalam sidang dugaan suap impor BluRay Cargo Grup. Majelis Hakim akan mendalami ke mana aliran dana operasional itu digunakan. (Rud)

Informasi Seputar Teknologi dan HP terbaru

Spesifikasi HP Terbaru
hp oppo a54 harga dan spesifikasi
hp samsung a32 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a16
hp samsung a52 harga dan spesifikasi
hp poco m3 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a54
hp samsung a12 harga dan spesifikasi
hp oppo reno 5 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp poco m3
hp oppo a16 harga dan spesifikasi
hp samsung a22 harga dan spesifikasi
hp realme c17 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp infinix hot 10s
spesifikasi hp oppo a15
spesifikasi hp
spesifikasi hp oppo
hp realme c25 harga dan spesifikasi
hp oppo terbaru 2021 harga dan spesifikasi
hp oppo a74 harga dan spesifikasi
hp oppo a95 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp vivo y12
spesifikasi hp nokia edge 2022
spesifikasi hp poco x3 pro
spesifikasi laptop hp
hp samsung a03s harga dan spesifikasi
hp poco x3 pro harga dan spesifikasi
harga hp redmi note 9 spesifikasi
spesifikasi hp samsung
spesifikasi hp vivo y21
hp realme c21y harga dan spesifikasi
hp oppo a15s harga dan spesifikasi
spesifikasi hp vivo y12s
hp realme c15 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp infinix hot 10
hp oppo a15 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a95
spesifikasi hp samsung a12
spesifikasi hp vivo
spesifikasi hp oppo a53
spesifikasi hp realme c15
hp realme c11 harga dan spesifikasi
hp infinix hot 11 pro harga dan spesifikasi
hp realme c21 harga dan spesifikasi
hp oppo a55 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp redmi note 10
spesifikasi hp samsung a03s
spesifikasi hp vivo y20
spesifikasi hp realme
spesifikasi hp oppo a3s
hp poco x3 pro harga dan spesifikasi 2021

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *