RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Asian Football Confederation (AFC) akan menggelar drawing atau pengundian round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, mulai pukul 15.00 waktu setempat (14.00 WIB).
Drawing ini akan menentukan nasib Timnas Indonesia, serta lawan-lawan yang akan dihadapi di babak selanjutnya.
Namun, ada pro kontra terkait keputusan AFC yang dinilai oleh banyak pihak sebagai ‘akal-akalan’ untuk menguntungkan tim-tim Arab, khususnya tuan rumah Piala Dunia 2026, Qatar dan Arab Saudi.
Menurut pengamat sepak bola, Bro Marco di salah satu televisi swasta mengatakan, proses pembagian pot untuk drawing kali ini menimbulkan banyak pertanyaan.
Berdasarkan peringkat FIFA terbaru yang dirilis pada bulan Juli 2025, Indonesia memang berada di posisi yang cukup rendah di pot 3.
Namun, yang lebih mencuri perhatian adalah posisi tim-tim Arab.
Arab Saudi, yang sebelumnya dianggap berada di pot pertama, sebenarnya turun peringkatnya setelah hasil buruk di ajang Gold Cup.
Begitu pula dengan Qatar, yang posisinya kini lebih rendah dari yang diharapkan.
Namun, AFC menggunakan peringkat FIFA yang berlaku per tanggal 13 Juni 2025 untuk membagi pot.
Keputusan ini terkesan dibuat agar Qatar dan Arab Saudi tetap berada di pot 1.
Hal ini tentu menimbulkan spekulasi bahwa AFC mencoba mengamankan status tuan rumah bagi kedua tim tersebut, dengan mengorbankan keadilan dalam pembagian pot.
Padahal, peringkat FIFA yang lebih update sudah menunjukkan Arab Saudi berada di bawah Irak.
Mengapa Drawing ini Dinilai ‘Akal-Akalan’?
Bro Marco menambahkan, jika mengikuti logika pembagian pot yang adil, seharusnya Arab Saudi dan Qatar tidak lagi berada di pot pertama, mengingat performa mereka di turnamen internasional terakhir.
Namun, keputusan AFC untuk menggunakan peringkat per 13 Juni mengakibatkan keduanya tetap berada di pot yang lebih menguntungkan.
“Hal ini bisa dilihat sebagai langkah yang terkesan ‘manipulatif’ agar tidak terjadi bentrokan langsung antara dua tim kuat ini di grup yang sama. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga agar tuan rumah tidak saling berhadapan di awal fase kualifikasi,” kata Bro Marco.
Penentuan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, yang diumumkan pada 13 Juni 2025, semakin menambah kontroversi ini.
AFC menginginkan agar kedua tim ini tidak terjebak dalam grup yang sama di awal babak kualifikasi.
Oleh karena itu, dengan menggunakan peringkat per 13 Juni, AFC memastikan bahwa Qatar dan Arab Saudi tetap berada di posisi yang lebih aman, dan hanya perlu menghadapi lawan-lawan yang lebih mudah di babak kualifikasi.
Strategi ini menimbulkan kritik keras dari kalangan netizen, yang merasa keputusan ini lebih berpihak pada kepentingan tuan rumah ketimbang prinsip sportivitas.
Lawan Timnas Indonesia: Siapa yang Harus Dihadapi?
Jika melihat peluang berdasarkan peringkat, Timnas Indonesia tentu berharap bisa mendapatkan lawan yang lebih mudah di fase grup.
Namun, melihat sejarah pertandingan sebelumnya, Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang cukup tangguh.
Arab Saudi
Walaupun Indonesia pernah menang 2-0 di GBK dan menahan imbang 1-1 di Arab Saudi, tim ini tetap menjadi lawan yang kuat.
Namun, pelatih baru Arab Saudi Graham Arnold mungkin bisa menjadi faktor yang menguntungkan Indonesia, mengingat rekam jejak buruknya melawan Indonesia saat masih menangani Australia.
Irak
Negara ini mungkin lebih menantang, mengingat Indonesia belum pernah menang dalam beberapa pertemuan terakhir.
Jika Indonesia harus menghadapi Irak, kemenangan akan sangat sulit diraih.
Uni Emirat Arab (UEA)
Meski Indonesia selalu kalah dalam beberapa pertemuan terakhir, ada harapan bahwa kekuatan timnas Indonesia yang baru bisa memberikan kejutan.
Berdasarkan sejarah head-to-head, Indonesia cenderung lebih memilih untuk menghindari Irak dan lebih berharap bertemu dengan Arab Saudi.
Tim ini memang punya pengalaman melawan Arab Saudi, yang bisa menjadi keuntungan dalam persiapan.
Di sisi lain, persiapan timnas Indonesia menghadapi ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih memiliki beberapa kendala, terutama terkait cedera pemain.
Ole Romeny yang sangat diandalkan dalam lini depan, tengah menghadapi cedera yang cukup mengkhawatirkan.
Ole Romeny, yang sempat tampil impresif, mengalami cedera yang mengharuskan operasi, dan kemungkinan besar tidak bisa tampil di babak kualifikasi nanti.
Bagi timnas Indonesia, kehilangan Ole Romeny menjadi kerugian besar, mengingat dia adalah salah satu pemain yang konsisten mencetak gol dalam setiap kesempatan.
Namun, ada potensi munculnya pemain baru yang bisa menggantikan peran Ole Romeny, meski keputusan ini masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut.(dis)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan