Pengertian pelapukan
- Pelapukan adalah proses alami akibat pengaruh kekuatan alam baik fisik maupun kimiawi yang menyebabkan pemecahan, perusakan, transformasi batuan dan mineral penyusunnya menjadi material lepas (regolith) di permukaan bumi. (Hanafiah, 2005) 1
- Proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan yang berasal dari
- Proses di mana batu dipecah menjadi potongan-potongan kecil oleh aksi cuaca—(Kamus Cambridge)
- Penghancuran atau pengubahan batuan dalam posisi alami atau aslinya di atau dekat permukaan bumi oleh proses fisik, kimia, dan biologi yang disebabkan atau diubah oleh angin, air, dan iklim – penghancuran atau pengubahan batuan dalam posisi alami atau aslinya di atau dekat permukaan Bumi permukaan melalui proses fisik, kimia, biologi dan induksi atau diubah oleh angin, air dan iklim—( Ensiklopedia Britannica)
- Tindakan kondisi cuaca untuk mengubah warna, tekstur, komposisi atau bentuk objek yang terpapar; khususnya disintegrasi fisik dan dekomposisi kimia material bumi pada atau dekat permukaan bumi – tindakan kondisi cuaca untuk mengubah warna, tekstur, komposisi atau bentuk objek yang terbuka; khususnya disintegrasi fisik dan dekomposisi kimia bahan bumi di atau dekat permukaan bumi—(Kamus Ensiklopedia Britannica)
- Pelapukan adalah proses pengubahan dan fragmentasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan oleh proses fisik, kimiawi. dan/atau biologi (Wikipedia Indonesia)
Berbagai pelapukan
Pelapukan mekanik atau sering disebut pelapukan fisik adalah penghancuran batuan secara fisik tanpa mengalami perubahan kimiawi. Penghancuran batuan ini dapat disebabkan oleh pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu yang tiba-tiba, atau perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam. Untuk detail lebih lanjut tentang bagaimana perubahan itu dilakukan, perhatikan baik-baik hal-hal berikut:
- Karena ekspansi
- Konsekuensi dari pembekuan air
- karena perubahan suhu yang tiba-tiba
- Perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam
Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa kimia. Biasanya perantara air, terutama air hujan. Anda tentu masih ingat bahwa air hujan atau air tanah selain mengandung senyawa H2O, juga mengandung CO2 dari udara. Oleh karena itu, ia mengandung banyak energi untuk larut, terutama jika air mengenai batu kapur atau bongkahan batu.
Batugamping mudah larut oleh air hujan. Sehingga jika diperhatikan permukaan batugamping selalu terdapat retakan yang arahnya tidak beraturan. Hasil pelapukan kimia di kawasan karst biasanya menghasilkan karren, ponor, sungai bawah tanah, stalaktit, pilar batu kapur, stalagmit atau gua batu kapur.
Mungkin Anda pernah melihat orang memecahkan batu. Batu besar itu ditumbuk dengan palu menjadi batu-batu kecil yang digunakan untuk bahan bangunan. Atau mungkin Anda pernah melihat burung atau hewan lain membuat sarang di bebatuan, seiring berjalannya waktu bebatuan tersebut mengalami pelapukan. Kedua ilustrasi ini adalah contoh pelapukan biologis.
Faktor dan proses pelapukan
- Pelapukan batuan disebabkan oleh 3 faktor :
Pelapukan biologis : pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, misalnya oleh lumut, akar tumbuhan - Pelapukan kimia : proses pelapukan yang disertai dengan perubahan struktur kimia batuan, misalnya proses oksidasi (oleh oksigen) dan proses hidrolik (oleh air).
- Pelapukan fisik : proses pelapukan tanpa perubahan komposisi, misalnya pengaruh sinar matahari, perubahan temperatur (pemanasan Ø & pendinginan).
Proses pelapukan biologis (pelapukan organik)
Pelapukan biologis disebabkan oleh makhluk hidup yang memecah batuan baik secara fisik maupun kimiawi. Makhluk hidup yang menyebabkan pelapukan meliputi berbagai macam organisme, mulai dari bakteri hingga tumbuhan dan hewan. Misalnya, lumut memainkan peran penting dalam pelapukan karena kaya akan zat pengkhelat, yang menangkap unsur logam dari batuan yang lapuk. Lumut ada yang hidup di permukaan batuan (epilitik), ada yang aktif menembus permukaan batuan/di dalam batuan (endolitik), dan ada pula yang hidup di cekungan dan retakan pada batuan (chasmolitik).
Sering ada kebingungan dalam perbedaan antara erosi dan pelapukan. Meskipun ini pada dasarnya tampak sebagai peristiwa atau proses yang sama, seringkali hasil yang menyamakan erosi dengan pelapukan. Sebenarnya ada perbedaan yang sangat mendasar antara erosi dan pelapukan. Erosi terjadi ketika partikel batuan (biasanya dilepaskan oleh peristiwa pelapukan) menjauh dari batuan asalnya.
Itu bisa disebabkan oleh gravitasi, udara (angin), air atau es. Pelapukan sendiri merupakan peristiwa yang menyebabkan lepasnya partikel-partikel batuan. Salah satu cara termudah untuk mengingat perbedaan antara pelapukan dan erosi adalah bahwa jika gaya fisik atau kimia menyebabkan partikel batuan terlepas dan partikel tersebut masih berada di tempatnya jatuh, maka peristiwa tersebut adalah pelapukan. Namun, jika partikel tersebut mulai bergerak atau bergerak, maka peristiwa gerakan tersebut adalah erosi.
Jenis pelapukan
Berdasarkan proses terjadinya dan faktor-faktor penyebab pelapukan, pelapukan diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu:
-
Pelapukan mekanik atau fisik
Pelapukan mekanik atau sering disebut pelapukan fisik adalah pelapukan yang memecah batuan tanpa ada perubahan kimiawi terhadap mineral penyusunnya. Penghancuran batuan ini dapat disebabkan oleh pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu yang tiba-tiba, atau perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam.

Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi sebagai akibat dari reaksi kimia dalam batuan, seperti oksidasi, karbonasi dan dehidrasi atau penguapan. Pelapukan kimia selain mengubah bentuk batuan juga mengubah struktur kimianya

-
Pelapukan organik/biologis
Kami telah melihat orang memecahkan batu. Batu besar itu ditumbuk dengan palu menjadi batu-batu kecil yang digunakan untuk bahan bangunan. Kami juga melihat bagaimana burung atau hewan lain membuat sarang di bebatuan, seiring berjalannya waktu batuan tersebut mengalami pelapukan. Kedua ilustrasi ini adalah contoh pelapukan biologis.
Efek pelapukan
Pelapukan biologis atau disebut juga pelapukan organik terjadi sebagai akibat dari proses organik. Pelakunya adalah makhluk hidup, bisa melalui tumbuhan, hewan atau manusia. Akar tanaman yang tumbuh dapat menembus dan menghancurkan bebatuan karena akarnya dapat tersangkut
batu. Bakteri adalah media penghancur batu yang kuat. Jamur dan lumut yang menutupi permukaan batu dan menghisap makanan dari batu dapat merusak batu tersebut.Hewan yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Pada bebatuan di kawasan pantai sering terdapat lubang yang dibuat oleh hewan.
Pengaruh yang ditimbulkan oleh pertumbuhan tanaman ini dapat bersifat mekanis atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik adalah berkembangnya akar tanaman di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh bahan kimia, yaitu berupa asam yang disekresikan oleh akar serat makanan, menyerap garam makanan. Asam-asam tersebut merusak batuan sehingga garamnya mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui kegiatan penebangan, konstruksi dan pertambangan.
Contoh pelapukan biologis
Dalam kehidupan sehari-hari, proses pelapukan sering terjadi. kerikil kecil yang terus ditetesi air hujan atau air biasa lambat laun akan membusuk dan menjadi tanah. Peristiwa ini sering disebut pelapukan fisika. lumut batu yang ditumbuhi akan retak dan hancur seiring waktu. peristiwa ini sering disebut pelapukan biologis.dan masih banyak lagi contoh pelapukan lainnya.
Energi yang terlibat dalam proses pelapukan bervariasi:
- pelapukan biologis (pelapukan organik): daya rusaknya berupa makhluk hidup. Contoh: tumbuhan, hewan, dan manusia
- pelapukan fisik (mekanis): daya rusaknya adalah suhu, temperatur, udara, air dan lain-lain
- pelapukan kimia (penguraian): energi penghancur dalam bentuk zat kimia. Contoh: senyawa, oksigen, atom dan lain-lain
Demikian artikel Duniadik.co.id tentang Pelapukan Biologi: Pengertian, Contoh, Faktor Penyebab, Macam, Jenis, Dampak, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua.
website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap
mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa