Panas Capai 35 Derajat Celsius, Petani Ciwidey Antisipasi Ancaman Kekeringan – Radar Bandung – Hack.AC.ID

panas-7082062-9676034-jpg

RADARBANDUNG.ID, CIWIDEY—Cuaca panas ekstrem melanda wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir, dengan suhu udara mencapai 35,4 derajat Celsius. Kondisi ini mulai berdampak pada sektor pertanian, terutama di kawasan Ciwidey, yang dikenal sebagai sentra hortikultura di dataran tinggi.

Sejumlah petani di Desa Alamendah mulai mengambil langkah antisipatif untuk menjaga pasokan air, seperti menampung air dari selokan dan sumber-sumber kecil ke dalam galon, tong, hingga drum sebagai cadangan penyiraman.

“Air dari selokan kami tampung di tong dan drum. Sekarang tanah cepat kering, kalau dua hari tidak disiram, daun stroberi langsung layu,” ujar Asep (46), petani setempat, Kamis (16/10/2025).

Asep mengungkapkan, suhu panas menyebabkan tanaman seperti jagung, kangkung, hingga cabai menjadi lebih rentan mengering dan sulit berbuah. Ia kini menyiram tanaman hingga tiga kali sehari untuk menjaga kelembapan tanah.

“Biasanya cukup pagi atau sore saja. Sekarang siang pun harus disiram. Kalau tidak, buah seperti cabai jadi kecil dan cepat busuk,” keluhnya.

Asep menambahkan, debit air irigasi di lahannya semakin menurun seiring peralihan musim kemarau ke penghujan. Dalam kondisi tertentu, ia bahkan harus membeli air menggunakan mobil bersama petani lain.

“Kami gotong royong beli air karena parit mulai kering. Kalau terus begini, bisa gagal panen,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana suhu tinggi mulai memengaruhi aktivitas pertanian, bahkan di wilayah dataran tinggi seperti Ciwidey. Para petani berharap hujan segera turun agar lahan kembali lembap dan produksi bisa berjalan normal.

“Kami hanya bisa bertahan sambil menjaga tanaman yang masih ada,” kata Asep.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum di Kabupaten Bandung mencapai 35,4 derajat Celsius, terutama disebabkan minimnya tutupan awan dan peralihan musim.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, kondisi ini masih tergolong normal untuk periode Oktober, meski terasa lebih menyengat.

“Penyebab utama cuaca panas belakangan ini adalah minimnya tutupan awan. Radiasi sinar matahari menembus langsung tanpa penghalang, sehingga suhu terasa lebih tinggi,” ujarnya.

BMKG memprediksi kondisi panas masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sebelum hujan turun secara bertahap pada akhir bulan.

“Begitu hujan mulai turun, panas akan berkurang karena radiasi matahari tertahan oleh awan dan kelembapan udara meningkat,” pungkas Rahayu.(*/kus)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *