Mitigasi Bencara Banjir : Pengertian, Tahapan dan Tekniknya

mitigasi-bencana-banjir-7234666-2343072-png

Pengertian Banjir

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika ada aliran air yang berlebihan yang menggenangi daratan.
Rob adalah istilah lain untuk gelombang pasang. Banjir rob adalah banjir yang disebabkan oleh tingginya air yang menggenangi daratan, masalah yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.


Penyebab banjir

Penyebab terjadinya banjir antara lain sebagai berikut:

  • Curah hujan tinggi di hulu sungai.
  • Hutan di hulu sungai sebagian besar ditebang, padahal hutan berfungsi sebagai unsur hidrolik (penyimpan air) dan orologis (pengatur air) pada musim kemarau.
  • Perubahan fungsi hutan dari hutan lindung menjadi hutan produksi.
  • Perubahan fungsi hulu sungai dari daerah tangkapan air menjadi daerah pemukiman.
  • Fungsi hulu dan aliran sungai menjadi kawasan perkebunan dan pertanian.
  • Penyempitan aliran sungai karena peningkatan pembangunan ke arah tengah sungai.
  • Sungai menjadi lebih dangkal akibat erosi kuat yang dibawa oleh sungai berupa lumpur, pasir, kerikil dan kayu hasil penebangan liar.
  • Banyak orang yang membuang sampah ke sungai sehingga air sungai tersumbat dan tersumbat oleh sampah yang terkumpul di sungai.

mitigasi-bencana-banjir-7761285


Dampak yang ditimbulkan oleh banjir


A. Utama

Kerusakan Fisik: Mampu merusak banyak jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem saluran pembuangan, jalan raya, dan kanal.


B. Sekunder

  1. Pasokan air: Pencemaran air → Air minum bersih menjadi langka.
  2. Penyakit: Kondisi tidak sehat → Penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air.
  3. Pertanian dan pasokan makanan → Kelangkaan produk pertanian disebabkan oleh gagal panen.
  4. Pohon → Spesies yang tidak dapat mentolerir ini akan mati karena mati lemas.
  5. Transportasi → Jalur transportasi rusak, sulit memberikan pertolongan pertama kepada orang yang membutuhkan.

C. Dampak tersier/jangka panjang

Ekonomi: Masalah ekonomi akibat rusaknya pemukiman akibat banjir; di bidang pariwisata, penurunan minat wisatawan; biaya pembangunan kembali; kekurangan makanan menaikkan harga, dll.


Solusi Penanganan Banjir

Pelaksanaan penanggulangan bencana terdiri dari tiga tahap yang meliputi tahap prabencana, tahap tanggap darurat, dan tahap pascabencana. Pelaksanaan kegiatan pada setiap tahapan mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut

  1. Tahap prabencana Pada tahap prabencana, kegiatan penanggulangan bencana secara konsisten dan berkesinambungan dilakukan dalam bentuk penegakan hukum/peraturan pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan fisik di lapangan yang bertujuan untuk mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan. terjadi pada saat terjadi bencana antara lain dengan mematuhi tata ruang dan tata bangunan yang telah disusun. Persiapan dilakukan untuk memastikan upaya yang cepat dan tepat dilakukan dalam menghadapi situasi darurat.
  2. Tahap tanggap darurat Pada tahap tanggap darurat kegiatan mitigasi bencana, dukungan yang diberikan dalam kegiatan evakuasi korban bencana adalah penyediaan dan pengoperasian peralatan yang diperlukan untuk mendukung dan memberikan akses bagi pelaksanaan pencarian dan evakuasi korban bencana beserta harta bendanya di lokasi dan dari lokasi bencana. Pelaksanaan kegiatan tanggap darurat terutama dilakukan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi prasarana dan sarana yang rusak akibat bencana yang bersifat darurat/sementara tetapi harus dapat mencapai tingkat pelayanan minimum yang dipersyaratkan, serta menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk perawatan dan penampungan sementara para pengungsi korban bencana.
  3. Tahap pascabencana Pada tahap kegiatan mitigasi bencana pascabencana, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan hendaknya bertujuan untuk melibatkan partisipasi masyarakat. Bantuan dari pemerintah diprioritaskan dalam bentuk stimulan yang diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat. Pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi diprioritaskan untuk prasarana dan sarana serta perumahan bagi masyarakat miskin dengan pendekatan tridaya dalam pelaksanaannya (pemukiman)

Solusi pengendalian banjir

Pengendalian banjir merupakan masalah yang kompleks. Dimensi keteknikan melibatkan banyak disiplin ilmu keteknikan antara lain: hidrologi, hidrolika, erosi DAS, rekayasa sungai, morfologi dan sedimentasi sungai, rekayasa sistem pengendalian banjir, sistem drainase perkotaan, bangunan air, dll. Selain itu, keberhasilan program pengendalian banjir juga bergantung pada aspek lain yang terkait dengan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, kelembagaan, hukum, dll.

Pengendalian banjir adalah bagian dari pengelolaan sumber daya air yang lebih spesifik untuk mengendalikan limpasan banjir umumnya melalui bendungan pengendali banjir, atau memperbaiki sistem pembawa (sungai, drainase) dan mencegah hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerugian melalui pengelolaan tata guna lahan dan dataran banjir. dataran banjir. (Robert J. Kodoatie, “PSDA Terpadu”) Fenomena banjir dan longsor merupakan bencana alam yang terjadi hampir setiap tahun di Pantai Timur Semenanjung Malaysia.

Di negara bagian Kelantan, curah hujan meningkat menjadi 1750 mm pada bulan November hingga Januari. Situasi ini menyebabkan masalah banjir terjadi dan tingkat sedimen juga meningkat secara tiba-tiba. Cara untuk mengendalikan masalah ini adalah dengan memberikan perlindungan kepada bantaran sungai dan juga kepada penduduk setempat. Penataan air dan pengendalian banjir di bantaran sungai merupakan metode pengendalian yang penting untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.


Langkah-langkah dalam mengurangi bencana banjir

Langkah-langkah yang dilakukan dalam mitigasi bencana banjir Secara lebih rinci, upaya mitigasi banjir meliputi:

  1. Pengawasan tata guna lahan dan perencanaan lokasi untuk menempatkan fasilitas penting yang rentan terhadap banjir di area yang aman
  2. Penyesuaian desain bangunan di daerah banjir harus tahan terhadap banjir dan harus dibuat berlapis-lapis.
  3. Pembangunan infrastruktur harus kedap air
  4. Pembangunan dinding penahan dan tanggul di sepanjang sungai, tembok laut di sepanjang pantai yang rawan badai atau tsunami akan sangat membantu dalam mengurangi bencana banjir.
  5. Penentuan kecepatan aliran air permukaan dan daerah hulu sangat bermanfaat dalam mengurangi terjadinya banjir. Beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengatur kecepatan air masuk ke sistem drainase antara lain pembangunan bendungan/waduk, penghijauan dan pembangunan sistem resapan.
  6. Pengerukan sungai, pembuatan jalan pintas sungai, baik dengan saluran terbuka maupun dengan pipa atau terowongan, dapat membantu mengurangi resiko banjir.
  7. Pembangunan dinding penahan dan pemecah gelombang untuk meredam energi gelombang jika terjadi badai atau tsunami untuk wilayah pesisir.
  8. Memperhatikan karakteristik geografi pantai dan struktur pemecah gelombang untuk kawasan teluk.
  9. Pembersihan sedimen
  10. Pembuatan saluran drainase
  11. Peningkatan kewaspadaan di daerah dataran banjir
  12. Desain rumah tahan banjir (bahan tahan air, pondasi kuat)
  13. Pelatihan pertanian sesuai dengan kondisi dataran banjir
  14. meningkatkan kesadaran deforestasi.
  15. Pelatihan kesadaran banjir seperti cara menyimpan/menyimpan perbekalan, istirahat/tidur di tempat yang aman (dataran tinggi)
  16. Bersiaplah untuk evakuasi banjir seperti perahu dan peralatan penyelamatan lainnya.

Demikian artikel Duniadunia.co.idi tentang Mitigasi Bencana Banjir: Pengertian, Tahapan, Teknik, Penyebab, Solusi, Dampak, Faktor, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *