RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah dirundung duka.
Ilustrasi. Kondisi Desa Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan luluh lantah pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada (2/12/2025). Foto-foto:Ahmad Jiddan/Gerakan Anak Negeri
Namun, provinsi-provinsi selain Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga harus waspada.
Sebab, bencana serupa Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang diakibatkan melemahnya kemampuan hutan sebagai daerah lindung juga bisa terjadi.
“Seandainya Siklon Senyar (seperti yang terjadi di Sumatera) ada di Jawa, risiko bencananya sangat besar,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Kamis (4/12/2025.
Dia lantas membuat perbandingan curah hujan akibat Siklon Senyar yang memicu bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Banjir besar di Bekasi dan sekitarnya Februari lalu dipicu hujan dengan intensitas 147 mm.
Kemudian, banjir bandang di Denpasar September lalu yang menewaskan sekitar 21 orang diakibatkan hujan ekstrem dengan intensitas 245 mm.
Di sisi lain, Aceh, misalnya, intensitas hujannya sempat di angka 400 mm.
“Perlu adaptasi khusus terkait risiko hujan ekstrem di masa mendatang,” katanya.
Khusus di Jawa Barat, Hanif mengatakan ancaman bencana hidrometeorologi cukup besar.
Sebab, tutupan hutannya semakin kecil.
Dari seharusnya ada 1,6 juta hektare area hutan sebagai pelindung daerah hilir dari risiko bencana hidrometeorologi, 1,4 juta di antaranya sudah hilang.
Berganti menjadi area pertambangan, hunian, wisata, dan tempat komersial lainnya.
“Akibatnya kawasan hilir seperti Bekasi dan Jakarta rawan tergenang banjir. Harusnya tutupan hutan itu dijaga. Kalau perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, total ada 23 daerah aliran sungai (DAS) yang terdampak bencana Sumatera.
Tutupan hutan di Aceh, Sumut, dan Sumbar juga mengalami penyusutan sehingga tidak kuat menampung air hujan.
“Di Aceh, tutupan hutan dalam kurun 1990–2024 berkurang 14 ribu hektare,” katanya.
Sedangkan tutupan hutan di DAS Batang Toru, Sumut, berkurang 19 ribu hektare.
Lalu di Sumbar, tutupan hutannya minus 10.521 hektare.
Jadi, bencana Sumatera dipicu hujan sangat lebat ditambah kemampuan daya serap hutan yang berkurang.
Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat di DPR kemarin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengklaim deforestasi secara nasional turun dari 216.216 hektare pada 2024 menjadi 166.450 hektare per September 2025, atau mengalami penurunan 23,01 persen.
“Penurunan deforestasi tersebut juga teridentifikasi pada tiga provinsi terdampak banjir,” kata Raja.
Dia menambahkan, untuk wilayah Aceh terjadi penurunan 10,04 persen dari 11.228 hektare pada 2023–2024 menjadi 10.100 hektare pada periode 2024 sampai September 2025.
Sumut mengalami penurunan 13,98 persen, dan deforestasi Sumbar turun 14 persen.
Kerentanan Ekologis
Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) sudah lebih dulu merilis sinyal merah kerentanan ekologis di Sumatera itu.
Negara serta korporasi bertanggung jawab dalam terjadinya banjir dan tanah longsor saat ini.
Sesuai data WALHI periode 2016 hingga 2025, seluas 1,4 juta hektare hutan di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah terdeforestasi akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, PBPH, geotermal, izin PLTA, dan PLTM.
Direktur Eksekutif WALHI Aceh Ahmad Solihin mengatakan bahwa banjir yang melumpuhkan sedikitnya 16 kabupaten di Aceh memberikan satu pesan keras.
“Bahwa alam tidak lagi mampu menahan beban kerusakan yang dipaksakan manusia,” tegasnya.
Bencana kali ini, lanjutnya, bukan hanya fenomena alamiah, melainkan bencana ekologis yang diproduksi oleh kebijakan pemerintah yang abai, permisif, dan memfasilitasi penghancuran ruang hidup masyarakat melalui investasi ekstraktif yang rakus ruang. (wan/idr/nad/ttg/Jawa Pos)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan