Mengapa Cuaca Makin Panas? Simak Penyebab Utama & Fakta di Balik Suhu Ekstrem Saat Ini – Hack.AC.ID

Pernah tidak, Sahabat Hemat terbangun dari tidur dan merasa gerah luar biasa, atau jadi lebih gampang uring-uringan saat harus beraktivitas di bawah terik matahari? Rasanya udara di sekitar kita makin pengap dan suhu di dalam rumah yang biasanya adem kini terasa jauh lebih menyengat.

Kalau kamu merasa hawa gerah ini bukan cuma perasaan saja, kamu benar banget! Cuaca panas menyengat yang kita rasakan belakangan ini memang nyata dan dipicu oleh gabungan siklus alam serta perubahan iklim dunia.

Mencari tahu penyebab cuaca panas hari ini bukan cuma soal mengecek angka di aplikasi cuaca, tapi juga memahami pengaruhnya ke kesehatan keluarga, kenyamanan rumah, hingga tagihan listrik bulanan.

Yuk, kita intip dulu beberapa poin penting tentang kondisi cuaca yang sedang kita hadapi saat ini:

  • Bukan Sekadar Musim Kemarau Biasa: Suhu terik yang bahkan sempat menyentuh angka di atas 37°C di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini dipicu oleh gerak semu matahari yang sedang melintas di sekitar khatulistiwa dan minimnya tutupan awan.
  • Bumi Memang Sedang Memanas: Suhu rata-rata bumi pada periode 2026–2030 diprediksi terus berada di level rekor terpanas akibat pemanasan global dan menumpuknya panas di area padat bangunan [Sumber: Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)].
  • Dampak Langsung ke Kesehatan: Hawa panas ekstrem bukan cuma bikin keringatan, tapi juga gampang memicu dehidrasi, susah tidur nyenyak, sampai bikin suasana hati (mood) jadi gampang berantakan.
  • Efek Beruntun ke Dompet Rumah Tangga: Udara yang terus-terusan gerah otomatis bikin kita menyalakan kipas angin atau AC hampir seharian penuh, yang pastinya langsung membuat tagihan listrik bulanan ikut membengkak.
  • Faktor Cuaca dari Lautan: Ada juga fenomena alam seperti El Niño yang sering kali bikin musim kemarau di wilayah tropis seperti Indonesia terasa jauh lebih kering, panjang, dan menyengat [Sumber: BMKG].

Fenomena Global: Mengapa Bumi Sedang “Demam”?

Pernah nggak sih Sahabat Hemat merasa kalau cuaca akhir-akhir ini rasanya “nggak biasa” panasnya? Padahal kita sudah sering menghadapi musim kemarau, tapi hawa panas yang sekarang terasa jauh lebih menyengat dan bikin badan cepat lemas.

Nah, sebenarnya cuaca panas ekstrem ini terjadi karena gabungan fenomena alam yang rumit dan dampak jangka panjang dari ulah manusia sendiri. Jadi, masalahnya bukan cuma karena jarang turun hujan, tapi memang ada perubahan besar yang sedang membuat suhu bumi kita melonjak drastis.

Apalagi buat kita para ibu rumah tangga, urusan cuaca panas ini bukan cuma soal bikin gerah di rumah. Udara yang makin menyengat otomatis bikin tagihan listrik membengkak karena kipas angin atau AC nyala terus, belum lagi harga sayur dan beras ikut naik gara-gara banyak sawah kekeringan.

El Niño dan Rekor Suhu Ekstrem

Fenomena yang paling sering jadi biang kerok saat suhu melonjak tinggi adalah El Niño. Sederhananya, El Niño adalah kondisi saat suhu air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur memanas secara tidak wajar.

Biar makin jelas, yuk kita intip beberapa fakta penting soal pengaruh El Niño terhadap cuaca panas yang kita rasakan sekarang:

  • Lautan yang Makin Memanas: El Niño bikin perputaran hawa panas di lautan berubah drastis, sehingga pola cuaca dan suhu udara di seluruh dunia ikut berantakan. Di Indonesia sendiri, kondisi ini diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang bikin suhu udara di beberapa daerah sempat tembus hingga 38,2°C [Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)].
  • Munculnya El Niño “Super” atau “Godzilla”: Para ahli menyebut fenomena kali ini punya kekuatan yang luar biasa besar, sampai-sampai dijuluki sebagai El Niño “Godzilla”. Julukan ini muncul karena rekor panas air lautnya sudah pecah lebih dulu, bahkan sebelum mencapai puncaknya yang diperkirakan bertahan sampai awal tahun 2027.
  • Ancaman Kesehatan yang Nyata: Cuaca ekstrem dari El Niño “Godzilla” ini diperkirakan bisa memicu hingga 451.000 kematian tambahan akibat hawa panas di seluruh dunia hingga Februari 2027. Ngerinya lagi, Indonesia masuk dalam lima besar negara yang paling terdampak dengan perkiraan risiko mencapai 19.300 jiwa [Sumber: Climate Impact Lab – University of Chicago].
  • Terjadi Saat Bumi Sudah “Demam”: Yang perlu Sahabat Hemat tahu, El Niño kali ini datang di saat suhu rata-rata bumi memang sudah naik sekitar 1,44°C hingga 1,55°C dibanding zaman dulu. Artinya, hawa panas yang kita rasakan sekarang jauh lebih ganas dan berbahaya dibandingkan kejadian El Niño pada tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan Iklim sebagai Pemicu Utama

Selain faktor alam seperti El Niño, kita nggak bisa menutup mata kalau aktivitas manusia sehari-hari justru jadi pemicu utama yang bikin keadaan makin parah. Kondisi inilah yang sering kita dengar dengan istilah perubahan iklim.

Setiap kali kita memakai kendaraan bermotor, menggunakan listrik berlebihan, atau saat pabrik-pabrik beroperasi, asap polusinya akan berkumpul dan menumpuk di langit. Akibatnya, panas matahari nggak bisa memantul balik ke luar angkasa dan malah terkurung di bumi, persis seperti di dalam rumah kaca yang pengap dan bikin gerah.

Selain soal polusi, penebangan hutan secara liar juga bikin kondisi bumi kita makin kewalahan. Pohon-pohon rindang yang seharusnya bertugas menyerap polusi dan menyejukkan udara justru makin habis, sehingga suhu bumi terus merangkak naik setiap tahunnya.

Para peneliti bahkan menyebut cuaca menyengat yang kita rasakan sekarang sebagai “cuplikan dari masa depan”. Artinya, suhu luar biasa panas yang bikin kita mengeluh hari ini bakal menjadi suhu normal sehari-hari dalam 20 tahun ke depan kalau kita nggak mulai peduli [Sumber: Climate Impact Lab – University of Chicago].

Jadi, apa yang kita rasakan sekarang adalah alarm pengingat bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari langkah kecil seperti menghemat pemakaian listrik dan air di rumah, kita sebenarnya sudah ikut membantu meredakan “demam” bumi sekaligus menjaga uang belanja tetap aman!

Dampak Suhu Panas pada Tubuh dan Psikologis Kita

Pernahkah Sahabat Hemat merasa jauh lebih cepat kesal, lemas, atau bahkan ingin marah tanpa alasan yang jelas saat cuaca sedang terik-teriknya? Ternyata, suasana hati yang gampang naik turun saat udara panas bukanlah perasaan baper semata, melainkan reaksi alami tubuh terhadap suhu menyengat yang memengaruhi sistem saraf kita.

Saat udara di sekitar kita memanas drastis, tubuh otomatis bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu di dalam badan tetap stabil. Beban fisik yang tidak terlihat ini langsung menguras energi kita dalam berpikir dan mengendalikan sabar, apalagi buat para ibu yang harus mengurus rumah sambil mengejar pekerjaan harian.

Mengapa Kita Jadi Lebih Mudah Marah? (Sisi Psikologis)

Udara yang gerah bukan cuma bikin kulit lengket berkeringat, tapi juga memicu sinyal stres di dalam otak kita. Nah, berikut adalah beberapa alasan ilmiah kenapa kita jadi lebih baper dan sensitif saat cuaca sedang panas-panasnya:

  • Lonjakan Hormon Stres (Kortisol): Saat udara terlalu terik, tubuh mengalami heat stress dan mengaktifkan respons stres fisiologis. Hal ini langsung memicu naiknya hormon kortisol, yaitu hormon pemicu rasa cemas dan stres di dalam tubuh [Sumber: PubMed Central (PMC)].
  • Energi Pengendali Sabar Terkuras: Ketika kepanasan, otak terpaksa mengalihkan sebagian besar energinya untuk mendinginkan badan, sehingga bagian otak yang mengatur kesabaran (prefrontal cortex) jadi kurang maksimal bekerja. Akibatnya, kita jadi jauh lebih reaktif terhadap omongan orang lain atau gangguan sepele di rumah yang biasanya bisa kita maklumi dengan santai.
  • Tidur Malam Jadi Kurang Nyenyak: Hawa panas yang tertinggal di dalam kamar saat malam hari sering kali membuat kita gelisah dan susah tidur nyenyak. Kurangnya waktu istirahat inilah yang bikin emosi kita keesokan paginya jadi gampang meledak dan mental cepat lelah sebelum pekerjaan rumah beres.

Dampak Fisik dan Kesehatan Mental

Selain bikin suasana hati berantakan, paparan udara panas terus-menerus juga berdampak nyata pada kebugaran fisik dan daya pikir kita sehari-hari.

  • Susah Fokus dan Gampang Lupa: Cuaca yang menyengat bikin otak lebih cepat lelah saat harus mencerna banyak hal sekaligus. Kita jadi susah berkonsentrasi pada rutinitas harian atau mendadak sering lupa menaruh barang-barang kecil di rumah.
  • Ketidakseimbangan Kimia Otak (Serotonin & Dopamin): Riset medis menunjukkan bahwa suhu ekstrem bisa mengacaukan keseimbangan zat kimia pengatur suasana hati di otak, seperti serotonin dan dopamin [Sumber: Heersink School of Medicine]. Ketidakseimbangan hormon inilah yang membuat emosi kita susah dikontrol dan bikin tubuh terasa lebih peka terhadap rasa lelah maupun tekanan pikiran.
  • Tubuh Kekurangan Cairan (Dehidrasi): Tanpa disadari, badan kita kehilangan banyak cairan dan mineral lewat keringat yang mengucur terus. Kekurangan cairan sedikit saja sudah cukup bikin kepala terasa pening, badan lemas, dan rasa cemas meningkat.

Kabar baiknya, kita tidak perlu menyalakan AC seharian penuh yang justru bikin tagihan listrik bulanan membengkak. Untuk menjaga badan tetap segar dan pikiran tetap adem dengan cara yang ramah di kantong, Sahabat Hemat cukup rutin minum air putih setiap jam, memakai baju rumahan berbahan katun yang menyerap keringat, serta membuka jendela di pagi hari agar pertukaran udara di rumah tetap lancar.

Mengapa Ruangan Kita Terasa Panas? Solusi di Lingkungan Dekat

Setelah memahami bahwa suhu panas yang ekstrem saat ini memang dipengaruhi oleh fenomena global yang serius, sekarang saatnya kita melihat ke dalam rumah. Kadang, penyebab cuaca panas hari ini terasa makin menyiksa adalah karena suhu panas di dalam ruangan justru terperangkap dan tidak bisa keluar dengan lancar.

Meskipun kita tidak bisa menghentikan perubahan iklim sendirian, kita tetap bisa mengambil langkah nyata untuk menciptakan “oase” yang sejuk di dalam rumah. Sahabat Hemat, yuk cek beberapa faktor di sekitar kita yang sering kali jadi biang kerok ruangan terasa pengap dan panas:

Masalah Ventilasi dan Tata Letak Furnitur

Sirkulasi udara adalah kunci utama kenyamanan di dalam rumah. Kalau udara tidak bisa mengalir lancar, hawa panas akan terus menumpuk di sudut ruangan dan membuat kita merasa gerah meski sudah duduk diam.

Berikut beberapa hal yang perlu Sahabat Hemat perhatikan terkait aliran udara di rumah:

  • Udara Panas yang Terperangkap: Ruangan tanpa jendela yang cukup atau lubang angin yang tertutup rapat akan membuat suhu meningkat drastis karena udara “mati”. Pastikan setiap ruangan memiliki celah ventilasi yang cukup sebagai jalan keluar bagi udara panas untuk membuang hawa gerahnya ke luar.
  • Furnitur yang Menghalangi Aliran Udara: Sering kali kita menaruh lemari besar atau sofa tinggi tepat di depan jendela atau lubang angin. Ini adalah kebiasaan keliru yang membuat udara segar dari luar tidak bisa masuk ke dalam ruangan.
  • Efek “Lorong” yang Tertutup: Jika tata letak perabotan membuat ruangan terasa sempit seperti labirin, angin akan sulit bergerak merata ke seluruh sudut rumah.
  • Solusi Praktis: Coba geser perabotan yang besar agar tidak menempel langsung pada jendela atau lubang ventilasi. Jika ruangan memang minim jendela, memasang exhaust fan seharga Rp80 ribuan hingga Rp300 ribuan bisa jadi pilihan cerdas nan awet untuk menyedot udara panas keluar secara paksa.

Solusi Instan Menghadapi Cuaca Terik: Upgrade ke AC

Namun, memperbaiki sirkulasi udara kadang belum cukup jika cuaca di luar memang sedang terik-teriknya. Untuk pendinginan ruangan yang lebih maksimal, cepat, dan merata, menambahkan AC tentu menjadi solusi yang paling ampuh.

Nah, buat Sahabat Hemat yang lagi bingung pilih AC, kuncinya ada di kebutuhan jangka panjang. Kalau kamu mencari AC yang “tahan banting” dan ingin menghemat biaya instalasi di awal, Midea adalah pilihan yang paling masuk akal dan sangat worth it.

Midea AC MSFQ-05CRN8 ini hadir dengan kapasitas 1/2 PK (5000 BTU) dan konsumsi daya yang relatif efisien di angka 385W. Unit ini juga dilengkapi dengan fitur Turbo Mode untuk menghasilkan hembusan udara dingin secara instan.

Material mesinnya menggunakan lapisan Prime Guard Hyper Grapfins yang diklaim 12.5x lebih tahan korosi dan Hyper Graphene Anti-Corrosive Coating pada bagian U-Bend. Keamanan udara juga diperhatikan dengan adanya Dual Filtration untuk menyaring partikel berbahaya di dalam ruangan.

Tapi kalau kamu lebih suka kenyamanan ekstra seperti mode senyap dan pembersihan otomatis, Hisense tetap jadi pilihan yang sangat solid.

HISENSE AC STANDARD 1/2 PK AN05CDG hadir sebagai solusi pendingin ruangan dengan kapasitas 5000 Btu/h dan dukungan Star Rating 4 Stars yang cukup efisien. Unit ini sudah dilengkapi dengan fitur Smart Mode, Quiet Mode, serta Evaporator Self-clean untuk menjaga kebersihan udara secara otomatis.

Produk ini menggunakan 100% Copper pipe yang lebih tahan lama dan menggunakan refrigeran jenis R32 yang lebih ramah lingkungan. Keamanannya pun terjamin dengan adanya fitur Gas Leakage Detection serta Self-Diagnosis & Automatic Protection untuk memantau kinerja mesin secara mandiri.

Cek juga promo AC terbaru

Material Bangunan dan Elektronik yang Menyerap Panas

Selain urusan aliran angin, bahan bangunan dan barang elektronik yang kita pakai setiap hari juga punya andil besar dalam menyimpan serta memancarkan hawa panas. Yuk, pahami bagaimana benda-benda di rumahmu ikut memengaruhi suhu ruangan dan cara hemat mengatasinya lewat tabel di bawah ini:

Faktor Penyebab Dampak pada Ruangan Solusi Praktis & Hemat
Warna Cat Dinding Warna gelap (seperti cokelat tua, hitam, atau abu tua) menyerap lebih banyak panas dari terik matahari. Gunakan cat dinding berwarna terang seperti putih, krem, atau pastel karena jauh lebih pintar memantulkan panas matahari.
Jenis Tirai/Gorden Tirai kain biasa yang berwarna gelap justru menyerap dan menyimpan hawa panas matahari di dekat jendela. Pilih tirai tipis berwarna terang untuk sirkulasi, atau gunakan gorden penahan panas (blackout) berlapis warna terang di sisi belakangnya saat matahari sedang terik-teriknya.
Lampu Pijar/Halogen Lampu model lama mengubah sebagian besar energi listriknya menjadi hawa panas, bukan cahaya. Segera ganti ke lampu LED yang nyalanya jauh lebih adem di ruangan dan sangat menghemat tagihan listrik bulanan.
Perangkat Elektronik Komputer, TV, penanak nasi, dan charger yang terus mencolok ke listrik menghasilkan panas terus-menerus. Cabut peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai dan pastikan ada celah udara yang lega di sekitar mesinnya.

Memakai cat pelindung khusus penolak panas (weather shield) memang bisa jadi tabungan jangka panjang kalau Sahabat Hemat punya dana lebih untuk merenovasi rumah. Namun, untuk langkah awal yang ramah di kantong, cukup mengganti lampu ke LED dan menggeser posisi lemari sudah bisa bikin rumah terasa jauh lebih adem sekaligus memangkas tagihan listrik bulanan.

Baca juga 14 Tips Menghadapi Cuaca Panas

Kesimpulan

Memahami penyebab cuaca panas yang makin terik belakangan ini pastinya bikin kita lebih siap menjaga kenyamanan keluarga di rumah. Biar gampang diingat, yuk kita intip lagi poin-poin penting yang sudah kita obrolkan di atas:

  • Pemicu Utama Suhu Panas: Cuaca menyengat yang bahkan sempat tembus di atas 37°C hingga 38°C belakangan ini dipicu oleh kombinasi fenomena El Niño yang kuat, pergeseran posisi semu matahari ke selatan khatulistiwa, serta minimnya awan peneduh di langit.
  • Dampak pada Kesehatan & Emosi: Hawa gerah bukan cuma bikin keringatan, tapi juga memicu naiknya hormon stres (kortisol) di dalam tubuh yang bikin kita gampang capek, susah tidur, hingga uring-uringan atau mood swing.
  • Solusi Praktis & Hemat di Rumah: Kita bisa mengurangi rasa gerah lewat langkah sederhana, mulai dari memperlancar aliran udara di tiap ruangan, rajin minum air putih, hingga cerdas memilih alat pendingin ruangan. Pastikan memilih perangkat elektronik yang punya fitur hemat listrik dan mesin yang awet supaya rumah tetap adem tanpa bikin tagihan bulanan membengkak.

Pesan Utama: Kenali perubahan emosi saat udara mulai gerah dan segera lakukan langkah cerdas untuk mendinginkan rumah demi menjaga kesehatan fisik serta kantong keluarga.

Nah, itulah rangkuman obrolan kita kali ini. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Hemat agar lebih siap dan tenang menghadapi cuaca panas yang kadang tidak menentu, ya!

Kalau Sahabat Hemat punya trik jitu lainnya supaya rumah tetap sejuk tanpa boros listrik saat cuaca lagi panas-panasnya, yuk cerita di kolom komentar! Jangan lupa bagikan juga artikel ini ke grup arisan atau keluarga agar makin banyak ibu-ibu lain yang tahu cara cerdas menghadapi cuaca terik.

FAQ

Apakah cuaca panas ekstrem di Indonesia saat ini termasuk gelombang panas (heatwave)?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu menyengat di Indonesia bukanlah fenomena heatwave karena secara geografis wilayah kita berada di ekuator dan dikelilingi lautan. Kondisi ini murni dipicu oleh gerak semu matahari, minimnya tutupan awan yang membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi, serta pengaruh angin Monsun Australia yang kering.

Mengapa udara di malam hari tetap terasa sangat gerah padahal matahari sudah terbenam?

Rasa gerah di malam hari disebabkan oleh tingginya tingkat kelembapan udara dan pelepasan radiasi panas dari permukaan bumi yang terperangkap. Di wilayah perkotaan, kondisi ini diperparah oleh efek urban heat island, di mana material beton dan aspal yang menyerap panas sepanjang siang baru melepaskan suhunya secara perlahan pada malam hari.

Sampai kapan cuaca panas menyengat ini diprediksi akan berlangsung?

BMKG memprediksi cuaca terik ini akan bertahan hingga memasuki masa peralihan musim (pancaroba) menuju musim hujan, yang umumnya terjadi di akhir Oktober hingga bulan November. Suhu udara akan berangsur melandai seiring mulai terbentuknya awan-awan hujan yang mampu menghalangi radiasi langsung sinar matahari ke permukaan bumi.

Benarkah fenomena Hari Tanpa Bayangan bikin suhu siang hari makin panas?

Ya, fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan terjadi ketika posisi matahari berada tepat di titik tertinggi di atas kepala (zenit). Posisi gerak semu matahari yang melintasi garis khatulistiwa menuju belahan bumi selatan ini membuat wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan sekitarnya, menerima intensitas radiasi matahari secara paling optimal dan menyengat.

Mengapa suhu cuaca di aplikasi ponsel sering tertulis “terasa seperti” (feels like) yang jauh lebih tinggi dari suhu aslinya?

Indikator feels like menghitung gabungan antara suhu udara aktual dengan tingkat kelembapan relatif (relative humidity) dan kecepatan angin di lokasi Anda. Saat udara sangat lembap dan minim angin, keringat di kulit menjadi sulit menguap, sehingga tubuh kita gagal mendinginkan diri secara alami dan merasakan hawa panas yang jauh lebih menyiksa.

Apa tanda awal heat exhaustion (kelelahan akibat panas) yang wajib diwaspadai oleh pekerja dan anak-anak?

Gejala awal heat exhaustion meliputi keringat berlebih, kulit terasa dingin dan lembap, pusing, mual, detak jantung meningkat cepat, hingga kram otot. Jika Sahabat Hemat atau keluarga mengalaminya, segera menepi ke ruangan yang sejuk, longgarkan pakaian, kompres tubuh dengan air dingin, dan minum air secara perlahan agar tidak memicu kondisi darurat heatstroke.

Apakah aman menyalakan kipas angin semalaman yang diarahkan langsung ke tubuh saat tidur?

Menyalakan kipas angin semalaman sebenarnya aman, namun pantang diarahkan langsung terus-menerus ke tubuh karena dapat memicu dehidrasi ringan, kulit serta tenggorokan kering, hingga kekakuan otot. Agar sirkulasi udara tetap sejuk dan sehat, arahkan kipas angin ke dinding atau gunakan fitur berputar (swing) agar hembusan anginnya menyebar merata di dalam kamar.

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *