RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Santi Safitri dan Priston Sagalaha sepasang suami-istri yang mendirikan Kelompok Pekerja Mandiri (KPM) Dewi Sartika. Berawal dari alasan pribadi karena tak kunjung lulus tes CPNS, akhirnya Santi Safitri yang memiliki latar belakang sekolah sosial di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) memutuskan untuk turun langsung ke jalan.
“Saya kuliah di STKS, terus daftar PNS Gak lulus-lulus, yaudah lah akhirnya saya lebih baik turun langsung aja ke jalan. Sebetulnya ke jalan itu tadinya sih ada kekecewaan dan gimana ya. Tapi akhirnya saya menemukan jalan ini,” ujar Santi saat ditemui langsung di Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Minggu (27/7/2025).
Santi bercerita tidak mudah pada awalnya untuk turun langsung ke jalan. Ia menghabiskan waktu 2 tahun dengan ikut mengamen untuk melakukan observasi bagaimana kehidupan anak jalanan sebelum akhirnya membentuk KPM Dewi Sartika.
“Selama berada di jalan itu, yang saya rasakan jadi gampang marah. Lihat orang lain makan bawaannya kesel. Ketika kita ngamen, terus liat orang makan terus ngacuhin kita, aduh kok kayak gini rasanya. Tapi disitu saya jadi bisa refleksi lah,” ungkap Santi.
Melalui peran keterlibatan secara langsung di jalanan, Santi termotivasi untuk membentuk komunitas anak jalanan. Berawal dari mengumpulkan pengamen-pengamen yang ia temui di jalan dengan berbagai kebiasaan yang beragam. Awal terbentuk terdapat program latihan musik hingga pernah tampil di suatu acara.
“Tapi komunitas ini ga bertahan lama. Karena namanya juga pengamen ya. Ada satu dan lain hal,” tambahnya.
Santi mengatakan ada beberapa anak yang datang ke rumahnya langsung untuk meminta bantuan.
“Saya liat juga ternyata ada yang datang ke rumah kadang di tengah malam, karena saya ngamen jadi anak-anak pada bilang Teh Santi, Teh Santi ini gimana ibu-ibu kita nyuruh ke jalan katanya harus di protes. Begitu kata anak-anak pada saya,” tambahnya.
Melalui kejadian tersebut, Santi mulai menggandeng anak-anak dan juga orang tuanya. Karena menurutnya, dalam membimbing seorang anak, peran utama tetap pada orang tuanya. Santi bersama ibu-ibu mulai membangun Kelompok Pekerja Mandiri (KPM). Nama Dewi Sartika diusulkan oleh para ibu-ibu yang terinspirasi oleh tokoh perempuan pahlawan Sunda yang mendirikan sekolah bagi istri yaitu Dewi Sartika.
Dewi Sartika namanya yang mengusung kemandirian, hal tersebut diwujudkan melalui pendidikan. KPM Dewi Sartika ini, terdapat program sekolah khusus anak-anak jalanan yang bekerja sama dengan SKP Kota Bandung.
“Program ini sudah berjalan sejak 2009, tak hanya buat anaknya saja namun untuk keluarganya juga supaya punya masa depan yang lebih baik dan setidaknya bisa baca-tulis-hitung. Banyak anak-anak yang ikut paket A, B, dan C. Ada yang sudah bekerja di supermarket, ada juga yang jadi petugas kebersihan di kantor,” jelas Santi.
Selain untuk kemandirian, melalui sektor pendidikan Santi berharap anak-anak tidak lagi kembali ke jalan. Sejauh ini KPM Dewi Sartika memiliki 130 anak binaan yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Bandung. Persebaran tersebut ada di wilayah Kiaracondong, Sukajadi, Baladewa, Gatsu, Cicaheum, dan Alun-Alun.
“Sebenernya ada banyak tapi yang bisa kepegang sejauh ini cuman beberapa wilayah itu dulu,” tambah Santi.
Santi menjelaskan kategori anak jalanan itu ada tiga; ada tingkat rumit, menengah dan ringan. Tingkat rumit merupakan tingkatan yang berat dan sudah parah seperti pencopet, suka mabuk-mabukan, ngobat, dan sebagainya. Santi mengungkapkan, saat ini ia berfokus pada pembinaan anak jalanan kategori menengah dan ringan. Anak-anak yang berada di kategori tersebut masih memiliki keluarga atau wali, turun ke jalan tapi masih pulang ke rumah, dan biasanya terkendala masalah ekonomi.
“Harapan saya kedepannya anak-anak yang sudah ke jalan bisa dirangkul. Dan pemerintah juga memberikan kebijakan yang berpihak kepada mereka,” tutur Santi.
Sejauh ini KPM Dewi Sartika berjalan dengan pendanaan dari perusahaan swasta. Santi Safitri yang juga pendiri sekaligus kepala KPM Dewi Sartika mengungkap belum pernah ada bantuan dari pemerintah. Kedepannya ia berharap dapat berkolaborasi dengan pemerintah.(dsn/mg2)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan