RADARBANDUNG.ID, BANDUNG–Agenda besar menuju Indonesia Emas 2045 menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp2.823 triliun dan target untuk meningkatkannya menjadi Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan, kebutuhan untuk mempercepat kebijakan dan investasi di Jabar semakin mendesak.
Kerangka inilah yang mendasari penyelenggaraan Economics 360 Roundtable Discussions bertajuk ‘Jabar untuk 8 Persen Ekonomi – Menuju Indonesia Emas 2045’. Forum dialog strategis ini menghadirkan pemimpin publik dan swasta yang berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/11).
Sebagai tuan rumah regional, Jabar menegaskan arah pembangunan ekonomi baru melalui pertemuan ini. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, percepatan ekonomi daerah membutuhkan integrasi kebijakan yang lebih solid.
“Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai target peningkatan PDRB secara berkelanjutan,” ujar Dedi kepada wartawan di sela-sela acara.
Dedi menambahkan, berdasarkan data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI, pertumbuhan ekonomi Jabar kini berada di atas rata-rata nasional.
“Ini menunjukkan adanya kinerja kolaboratif yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta sektor dunia usaha yang berjalan secara simultan dan cenderung mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari grafik pembangunan infrastruktur yang semakin masif dan peningkatan investasi yang signifikan. Semua ini diharapkan akan menciptakan akar pertumbuhan yang cukup, yang dampaknya akan terasa pada akhir 2026,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, dampak dari pembangunan yang dilakukan saat ini, terutama dalam sektor infrastruktur, diperkirakan akan mulai dirasakan pada tahun 2026.
“Pada saat itu, rekrutmen tenaga kerja akan meningkat, produksi akan mulai berkembang, dan angka pertumbuhan ekonomi pun akan mengalami kenaikan,” tambahnya.
Forum ini mengedepankan pentingnya pendekatan berbasis data. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar, menekankan perlunya data yang akurat untuk memetakan potensi sumber pertumbuhan dan merumuskan strategi pencapaian PDRB Rp4.000 triliun.
“Data yang akurat sangat penting dalam menentukan arah pembangunan Jawa Barat, sehingga strategi yang disusun dapat lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Peran lembaga riset ekonomi juga menjadi fokus diskusi. Ketua Dewan Pembina BA Center, Burhanuddin Abdullah, menyoroti perlunya reformasi tata kelola ekonomi daerah untuk mendorong produktivitas jangka panjang.
“Kebijakan fiskal daerah yang efisien dan berbasis bukti menjadi dasar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menuju target 8 persen,” jelas Burhanuddin.
Forum ini juga melibatkan berbagai sektor terkait. Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana menyatakan, ekonomi kreatif dan digital adalah penggerak penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Penguatan sektor kreatif dan digital harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas kontribusi ekonomi baru berbasis inovasi,” kata Ridha Sabana.
Dari sisi akuntabilitas, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan menegaskan, efektivitas belanja publik dan tata kelola keuangan daerah sangat berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi.
“Akuntabilitas dan efektivitas belanja daerah adalah pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” jelas Eydu.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto yang hadir mewakili Menteri Koperasi RI menambahkan, revitalisasi koperasi modern akan berperan penting dalam memperkuat ekonomi rakyat.
“Penguatan koperasi modern diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan produktif dan memperkuat keterlibatan pelaku usaha rakyat,” kata Rully.
Sementara, Founder The Economics 360 & Runway Project Indonesia, Poppy Zeidra menjelaskan, forum ini menjadi ruang untuk merumuskan langkah-langkah percepatan ekonomi Jabar yang terukur dan berbasis data.
“Economics 360 menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara terukur dan berbasis data,” terang Poppy.
Melalui sinergi antara OJK, Bank Indonesia, Pemprov Jabar, Bank BJB, HIPMI, dan sektor usaha, forum ini bertujuan membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Dengan demikian, diharapkan dapat mempercepat arus investasi dan memperkuat sektor UMKM guna mencapai target pertumbuhan 8 persen dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (nto)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan