Oleh : Iqbal Febriana, Muhamad Billy, Muhammad Budi Setyawan
RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pengelolaan sampah perkotaan merupakan tantangan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga sosial dan ekologis.
Iqbal Febriana. Sementara foto atas, Muhammad Budi Setyawan
Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.496 ton sampah per hari, yang sebagian besar berasal dari rumah tangga.
Muhamad Billy
Artikel ini bertujuan menganalisis peran integrasi sosial–ekologis dan pemanfaatan saintek pengelolaan sampah dalam mendukung terwujudnya Kota Bandung Bersih menuju Livability 5.0. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual-analitis dengan mengintegrasikan teori sistem sosial-ekologis, praktik saintek pengelolaan sampah, serta temuan Global Flourishing Study (GFS) terkait kesejahteraan sosial.
Hasil analisis menunjukkan bahwa saintek pengelolaan sampah yang efektif tidak akan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan penguatan kohesi sosial. Integrasi saintek lingkungan dan dimensi kesejahteraan sosial berpotensi memperkuat kualitas hidup warga sekaligus mendukung keberlanjutan kota.
Artikel ini berkontribusi pada pengembangan perspektif kebijakan pengelolaan sampah perkotaan yang tidak hanya berorientasi teknologis, tetapi juga berlandaskan pendekatan sosial–ekologis dan well-being, kolaborasi antara aspek teknologis dan well-being inilah yang disebut sebagai pendekatan multidisiplin teknokultur.
Kota Bandung menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah, dengan produksi mencapai 1.496 ton per hari dan dominasi sampah rumah tangga berupa sisa makanan, plastik, dan material organik lainnya.
Kompleksitas permasalahan ini menunjukkan bahwa pendekatan teknis semata belum memadai.
Diperlukan strategi yang mengintegrasikan dimensi sosial, ekologis, dan saintek secara simultan.
Konsep Livability 5.0 menekankan kota yang tidak hanya bersih dan efisien secara infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan sosial, dan makna hidup warganya.
Artikel ini mengangkat pertanyaan utama: bagaimana integrasi sosial–ekologis dan saintek pengelolaan sampah dapat berkontribusi terhadap terwujudnya Kota Bandung Bersih menuju Livability 5.0? Tujuan penulisan ini adalah menganalisis peran kolaboratif antara saintek pengelolaan sampah dan partisipasi sosial dalam konteks kesejahteraan perkotaan berkelanjutan.
Integrasi Sosial–Ekologis sebagai Kerangka Pengelolaan Sampah
Teori sistem sosial–ekologis menekankan keterkaitan erat antara dinamika sosial dan kondisi ekologis. Ostrom menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan sumber daya bersama hanya dapat tercapai melalui partisipasi aktif masyarakat, aturan yang disepakati bersama, serta kelembagaan yang adaptif.
Dalam konteks pengelolaan sampah Kota Bandung, pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sebagai objek kebijakan, melainkan sebagai aktor utama.
Pemilahan sampah, pengurangan dari sumber, dan pengelolaan berbasis komunitas merupakan praktik nyata integrasi sosial–ekologis yang berpotensi meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah sekaligus memperkuat tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.
Peran Saintek Pengelolaan Sampah
Penerapan saintek pengelolaan sampah di Kota Bandung mencakup pendekatan skala lokal dan regional. Pada tingkat kelurahan, saintek magotisasi berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah organik serta menghasilkan nilai tambah ekonomi berupa pupuk.
Selain itu, penggunaan insinerator untuk residu sampah berfungsi menekan beban TPA, dengan catatan harus dilengkapi sistem pengendalian emisi.
Pada tingkat TPA regional, penerapan sanitary landfill yang dilengkapi IPAL berperan penting dalam meminimalkan dampak pencemaran tanah dan air. Inovasi landfill mining dengan produksi Refuse Derived Fuel (RDF) menunjukkan potensi pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif sekaligus pendapatan daerah.
Saintek-saintek tersebut menjadi efektif ketika diintegrasikan dengan sistem sosial yang mendukung partisipasi dan pengawasan
publik.
Livability 5.0, Global Flourishing Study, dan Relevansinya
Konsep Livability 5.0 selaras dengan temuan Global Flourishing Study (GFS) yang menekankan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga relasi sosial, makna hidup, dan karakter pro-sosial. Indonesia menempati peringkat teratas dalam indeks flourishing global karena kuatnya ikatan komunitas, nilai kebersamaan, dan spiritualitas.
Dalam konteks Kota Bandung, pengelolaan sampah yang melibatkan komunitas dapat menjadi medium penguatan kohesi sosial dan kesejahteraan kolektif. Lingkungan yang bersih tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga rasa memiliki, kebanggaan kota, dan kualitas relasi sosial warga.
Kesimpulan
Integrasi sosial–ekologis dan saintek pengelolaan sampah merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Kota Bandung Bersih menuju Livability 5.0. Saintek yang canggih perlu ditopang oleh partisipasi masyarakat, nilai kebersamaan, dan tata kelola kolaboratif.
Studi ini menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan sampah perkotaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada efisiensi teknis, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup warga. Pendekatan ini berkontribusi pada pembangunan kota yang bersih, berkelanjutan, manusiawi, dan bermakna.
Tentang Penulis:
Iqbal Febriana, Muhamad Billy, dan Muhammad Budi Setyawan adalah mahasiswa prodi Magister Multidisiplin Teknokultur ITB yang bertugas secara berurutan di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Jawa Barat, dan Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Jawa Barat. (**)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan