RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memaksimalkan pengelolaan sampah organik sebagai solusi mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Sejak 13 Juli 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mulai memusatkan pengangkutan dan pengolahan sampah organik dari sejumlah pasar tradisional dan kawasan publik ke fasilitas pengolahan di Gedebage.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyebutkan saat ini fasilitas Gedebage sudah mampu mengolah lebih dari 20 ton sampah organik setiap hari. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat pemrosesan limbah pasar dan jalanan, sekaligus menekan potensi penumpukan sampah.
“Sejak 13 Juli, sampah dari pasar seperti Ujungberung, Cicaheum, dan hasil penyapuan dari perempatan Gedebage sampai Bundaran Cibiru sudah kami arahkan ke Gedebage. Sampahnya kita olah langsung hari itu juga. Tidak menambah volume ke TPA,” ujar Darto, Sabtu (26/7/2025).
Menurutnya, pengelolaan di Gedebage difokuskan pada sampah organik karena fasilitas tersebut dirancang khusus untuk sistem windrow composting. Sampah kemudian diolah menjadi pupuk, meski hingga kini konsep distribusi atau mekanisme pemanfaatan hasil pengolahan masih dalam kajian.
“Desainnya memang untuk organik. Nantinya akan dikembangkan apakah pupuknya disalurkan gratis atau dikomersialkan. Saat ini belum difinalisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan DLH juga mencatat, pengalihan sebagian alur sampah ke Gedebage berdampak positif terhadap beban harian ke TPA Sarimukti. Dari total 1.500 ton sampah per hari, sekitar 22,2 persen kini telah terkelola melalui metode pengolahan lokal. Sementara 53 persen masih dikirim ke TPA dan 24,4 persen sisanya belum tertangani.
“Volume yang masuk ke Sarimukti sudah mulai menurun. Angkanya masih di bawah 100 ton dari jalur Gedebage. Kita terus dorong pengurangan ini lewat pola-pola pengolahan terdesentralisasi,” tambah Darto.
Namun demikian, Darto menegaskan program pengolahan belum mencakup seluruh wilayah kota. Dari 37 pasar yang ada, baru dua yang dinilai mandiri dalam mengelola sampahnya, dan hanya satu pasar yang menjalankan pengolahan secara efektif dan berkelanjutan.
“Yang sudah mandiri baru dua pasar. Satu di antaranya sudah efektif. Kami sedang evaluasi pasar-pasar lain, terutama pasar swasta, untuk kami arahkan menggunakan sistem yang sama, termasuk potensi penggunaan biodigester,” ujarnya.
Menurutnya, kendala lain juga muncul dari sampah di kawasan permukiman yang sebagian besar bukan sampah organik. Untuk jenis ini, teknologi pengolahan berbeda pun sedang dipertimbangkan.
“Untuk wilayah permukiman, banyak sampah plastik. Digesternya tidak cocok. Yang paling efektif untuk jenis itu adalah sistem thermal seperti insinerator atau pirolisis. Tapi harus sesuai standar emisi. Suhu pembakaran minimal 800 derajat dan nanti kita pasang sensor untuk pantau polusi,” jelasnya.
Sementara untuk sektor perhotelan dan pusat perbelanjaan, ia pun mengungkapkan DLH mencatat tren positif dalam kerja sama pengelolaan sampah. Sebagian besar hotel telah menjalin kemitraan dengan vendor pengolah limbah seperti rumah maggot dan program Buruan Sae, yang mengubah sisa makanan menjadi pupuk.
“Kalau mal lebih banyak menghasilkan sampah kering seperti kardus dan dus. Itu umumnya langsung dijual oleh pengelola. Tapi untuk hotel, mereka sudah punya vendor tetap yang bekerja sama dengan pengolahan organik,” ungkap Darto.
Darto menegaskan langkah-langkah yang kini dijalankan DLH merupakan bagian dari strategi jangka menengah dalam mempercepat pengurangan sampah ke TPA, sekaligus membangun sistem pengelolaan limbah berbasis wilayah dan sektor. DLH juga membuka peluang bagi pasar dan kawasan lain untuk mencontoh sistem pengolahan di Gedebage sebagai model replikasi.
“Fokus kami sekarang adalah identifikasi titik-titik yang belum tertangani dan mendorong agar setiap kawasan bertanggung jawab atas pengelolaan sampahnya sendiri. Jika ada kawasan yang tidak mampu, maka DLH akan turun tangan,” tegasnya.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan