Fungsi Jaringan Daun : Pengertian, Struktur, Perkembangan

fungsi-jaringan-daunm-2369058-9145444-jpg

Pengertian daun

Daun terdiri dari berbagai jaringan yang memiliki fungsinya masing-masing. Daun terbentuk dari pertumbuhan meristem primer pada batang yang berdiferensiasi dan kemudian menjadi jaringan penyusun daun. Apa jaringan penyusun daun? Bagaimana fungsi setiap jaringan metabolisme yang terdapat pada daun? Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

fungsi-jaringan-daunm-7460884


Jaringan Komposit Daun

Sebelum membahas jaringan penyusun daun, Anda perlu memahami apa saja fungsi daun bagi tumbuhan. Seperti yang kita ketahui, daun memang memiliki beberapa fungsi penting bagi tumbuhan. Fungsi dari daun ini antara lain sebagai berikut :

  • Tempat pengambilan zat anorganik terutama karbondioksida (CO2) dan juga pelepasan gas fotosintetik (oksigen/O2)
  • Gas masuk dan keluar melalui stomata di bagian atas dan bawah daun.
  • Tempat berlangsungnya fotosintesis
  • Tempat dimana zat anorganik diolah menjadi zat organik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
  • Tempat penyimpanan makanan
  • Tempat proses transpirasi
  • Tempat untuk proses pernapasan

Jaringan Komposit Daun


Jaringan pagar disebut sebagai jaringan pagar atau jaringan palisade. Jaringan penyusun daun ini memanjang, tersusun rapi dan juga rapat serta terletak di bawah epidermis atas daun. Fotosintesis lebih sering terjadi pada jaringan ini karena jaringan ini memiliki lebih banyak kloroplas daripada jaringan spons.


Jaringan spons juga dikenal sebagai jaringan spons. Jaringan penyusun daun ini berbentuk heksagonal seperti sel parenkim, tersusun sangat longgar dan juga lebih berongga dibandingkan jaringan palisade dan berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan tempat menyimpan cadangan makanan.


  • Pembuluh Xilem dan Floem

Seperti akar, daun juga memiliki ikatan pembuluh, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh saringan). Jaringan penyusun daun ini terletak di antara jaringan mesofil dan juga jaringan epidermis bawah. Xylem berfungsi untuk mengangkut air dan nutrisi mineral yang dibawa dari xilem akar ke daun. Floem berfungsi untuk menyalurkan fotosintesis (hasil fotosintesis) dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.


  • Jaringan Collenchyma dan Jaringan Sekretori

Selain ketiga jaringan utama tersebut, daun juga mengandung jaringan kolenkim serta jaringan sekretori. Kolenkim merupakan jaringan penguat yang terletak di antara jaringan parenkim di dalam lumen daun dan berfungsi untuk memperkuat daun terhadap kondisi lingkungan yang merugikan. Jaringan sekretori terdapat pada tumbuhan tertentu. Contohnya adalah jaringan sekretorik pada daun ini, misalnya terdapat pada saluran getah, sel kristal dan juga kelenjar yang biasanya terdapat pada jaringan mesofil daun.


Struktur morfologi daun

Secara umum daun memiliki struktur morfologi sebagai berikut (Tjitrosoepomo, 2009):

  1. Bilah daun (lamina).
  2. Tangkai daun (petiolus), terdapat bagian yang melekat pada batang yang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak memiliki tangkai daun, seperti rumput.
  3. Pelepah daun (folius), pada monokotil pangkal daunnya rata dan lebar serta melingkari batang. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.

Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, contohnya daun pisang dan daun talas. Daun yang kekurangan satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu biji.

Struktur Anatomi Daun

Ada 3 struktur jaringan yang menyusun daun, antara lain jaringan epidermis, jaringan mesofil, dan jaringan pengangkut.


Epidermis berupa lapisan sel tunggal yang dindingnya menebal dengan kutin (kutikula) atau kadang dengan lignin. Pada epidermis terdapat stomata (paruh daun) yang dikelilingi oleh dua sel penutup. Stomata ada yang hanya terdapat pada permukaan atas, misalnya pada tumbuhan yang daunnya mengambang (pada daun teratai), ada pula yang hanya terdapat pada permukaan bawah, dan ada pula yang terdapat pada kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus memiliki epidermis yang terdiri dari dua lapisan sel. Alat bantu tambahan yang terdapat di bawah epifisis daun antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas (Mulyani, 2006).


Mesofil adalah lapisan jaringan dasar yang terletak di antara epidermis atas dan bawah dan di antara bundel transportasi. Mesofil dapat tersusun atas parenkim yang relatif homogen atau berdiferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim bunga karang. Sesuai dengan fungsinya, parenkim mesofil merupakan daerah fotosintesis utama karena mengandung kloroplas (Sutrian, 2004).


Jaringan pembawa

File transport ini biasanya dibagi menjadi 2 jenis yaitu, xilem Dan floem. Sel-sel pembawa bundel ini berdinding tipis untuk memfasilitasi transportasi antar sel, mungkin memiliki kloroplas seperti mesofil. Seringkali ada kristal. Pada sebagian besar daun Dicot, parenkim bundel meluas ke epidermis pada satu atau kedua sisi daun. Sel-sel yang mencapai arah epidermis berfungsi dalam pengangkutan daun. Tidak hanya daun dikotil yang memiliki berkas pengangkut, berkas pengangkut juga terdapat pada daun monokotil (Campbel, 2005).


Perkembangan daun

Secara umum perkembangan daun dimulai dari inisiasi, diferensiasi awal, perkembangan sumbu daun, asal helaian daun dan histogenesis jaringan daun.


  • Tahap awal (inisiasi)

Inisiasi daun dimulai dengan pembelahan periclinal dalam kelompok sel kecil sel di ujung pucuk. Jumlah lapisan sel yang mulai membelah dan posisinya pada pucuk bervariasi pada tanaman yang berbeda. Primordia daun berasal dari lapisan terluar pucuk batang (Hidayat, 1995).


Akibat pembelahan sel yang terus menerus, primordium daun menonjol di pucuk batang sebagai penopang yang berbentuk papila kecil atau tonjolan. Penopang daun terdiri dari lapisan protoderm dan prokambium yang tumbuh secara akropetal dan tidak jauh dari kambium batang (Sumardi, 1993).


Pada sebagian besar daun Dicot dan Gymnospermae, perkembangan sumbu daun mendahului helaian daun. Perkembangan pesat primordia mengarah ke bentuk seperti kerucut yang tajam dengan sisi adaksial yang rata. Ujung kerucut ini adalah meristem apikal. Pada tumbuhan tertentu, sejak tahap awal perkembangan ketika primordium masih berukuran 1 mm, akan terjadi pertambahan atau perkembangan lebih lanjut sebagai akibat pembelahan dan pemanjangan sel-sel yang berjarak dari ujung primordium. Pertumbuhan ini disebut pertumbuhan intercalf (Sumardi, 1993).


Asal usul bilah daun

Selama awal pemanjangan dan penebalan ketiak daun muda, sel tepi adaksial terus membelah dengan cepat. Inisial tepi adalah lapisan sel terluar di tepi helaian daun muda. Pada Angiospermae inisial ini biasanya akan membelah hanya searah dengan antiklin dan penambahan sel baru terjadi pada protoderm abaksial dan adaksial (Sutrian, 2004).

Pada daun majemuk jari dan kikir, helaian daun lateral berkembang dari meristem tepi adaksial dan sumbu daun muda sebagai dua baris papila. Pada tumbuhan lain, perkembangan helaian daun terjadi secara akropetal atau biseptal (Sutrian, 2004).


histogenesis jaringan daun

Pertumbuhan perifer berlanjut lebih lama dari pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif lebih awal. Setelah pertumbuhan pinggiran berhenti, selanjutnya pertumbuhan helaian daun dilakukan dengan pembelahan sel helaian daun. Pembelahan antiklinal membentuk lempeng meristem. Aktivitas pelat meristem menghasilkan peningkatan luas permukaan, tetapi tidak ada penebalan organ. Pada helaian daun sel-sel meristem berlapis-lapis sehingga relatif mudah untuk menelusuri asal usul epidermis, palisade dan jaringan bunga karang serta untuk mengangkut berkas-berkas (Hidayat, 1995).


Absisi Dan Aborsi Daun

Pemisahan aktif daun dari cabang, tanpa meninggalkan luka, disebut pemotongan daun. Daunnya sering rontok pada musim kemarau, atau saat kekurangan air, tidak meninggalkan luka. Absisi juga merupakan adaptasi yang berguna untuk melepaskan daun tua, buah masak dan bunga yang tidak akan menghasilkan buah, serta merupakan sarana pemangkasan sendiri jika jumlah cabang berlebihan (Hidayat, 1995).

Stek daun biasanya disiapkan di dekat pangkal tangkai daun atau pangkal daun. Daerah abortus ini dapat dibedakan secara histologis dengan jaringan lain yaitu bagian luarnya ditandai dengan adanya lekukan yang dangkal atau perbedaan warna epidermis (Hidayat, 1995).

Sistem vaskular di area aborsi ini biasanya terpusat. Perkembangan sklerenkim dan kolenkim lemah atau bahkan tidak ada. Pada daerah abortus terdapat dua lapisan pemisah, tempat berlangsungnya pelepasan organ dan merupakan lapisan pelindung terhadap pengeringan dan masuknya parasit (Mulyani, 2006).


Keanekaragaman struktur daun

Berdasarkan ketersediaan air di lingkungannya, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan Xerofit dan tumbuhan Hidrofit, yang masing-masing memiliki sifat Xeromorfik dan Hidromorfik.


Adaptasi tumbuhan yang bersifat Xeromorfik adalah Epidermis dapat tersusun lebih dari 1 lapis sel, stomata tersembunyi dalam 1 cekungan, (Cryptophore), palisade berada pada kedua sisi permukaan daun dengan kata lain palisade adalah parenkim lebih berkembang daripada parenkim spons, bahkan parenkim Spons mungkin tidak ada, trikoma sering tumbuh di epidermis dan sel-sel epidermis mengeras dengan tebal (Hidayat, 1995).


Adaptasi tanaman hidromorfik adalah stomata sering menonjol, memiliki ruang udara yang besar dan epidermis tanpa kutikula dan diisi dengan kloroplas. Faktor-faktor yang terutama mempengaruhi tumbuhan air adalah suhu, udara dan konsentrasi serta komposisi garam di dalam air. Ciri struktural terpenting pada daun tumbuhan air adalah berkurangnya jaringan penguat dan pelindung, berkurangnya jumlah jaringan pengangkut terutama xylem, dan adanya banyak rongga udara (Hidayat, 1995).


Perbedaan daun monokotil dan dikotil


daun-dikotil-8971131
daun dikotil

daun-monokotil-1301848

  • Letak perbedaannya berdasarkan jaringan tiang (palisade)
  • Pada monokotil tidak ada jaringan kutub
  • Di dikotil ada kedua jaringan (Palisade dan Spons).

jadi artikel dari duniadik.co.id lebih Fungsi jaringan daun: definisi, struktur morfologi, anatomi, pembawa, perkembangan, asal helai, histogenesis, absisi, aborsi, keragaman, perbedaan komposisi jaringan, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *