Definisi, Jenis, Tujuan Di Lakukan,Contoh

pengertian-audit-4367373-3501819-png

Definisi Audit

Audit atau investigasi dalam arti luas berarti evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses atau produk. Audit dilakukan oleh orang yang kompeten, objektif dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk memverifikasi bahwa subjek audit telah diselesaikan atau dilakukan sesuai dengan standar, peraturan, dan praktik yang disetujui dan diterima.pengertian-audit-1112105


  1. Menurut (Sukrisno Agoes, 2004)Audit adalah pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak independen, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan catatan akuntansi serta bukti-bukti pendukung, guna memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
  2. Menurut (Arens dan Loebbecke, 2003), Auditing sebagai suatu proses untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti informasi yang terukur tentang suatu entitas ekonomi yang menjadikannya kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Audit harus dilakukan oleh orang yang independen dan kompeten.
  3. Menurut (Mulyadi, 2002)Auditing adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi secara objektif bukti tentang dugaan kegiatan dan kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara laporan dan kriteria yang telah ditentukan, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pengguna yang relevan.

Baca Juga: Opini Audit – Pengertian, Jenis, Tahapan, Contoh, Pakar


Jenis audit


Audit keuangan adalah audit atas laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau organisasi) yang akan mengarah pada pendapat pihak ketiga tentang relevansi, keakuratan, dan kelengkapan laporan tersebut.


Audit operasional adalah review dari setiap bagian dari prosedur operasi standar organisasi dan metode yang diterapkan oleh suatu organisasi untuk tujuan mengevaluasi efisiensi, efektivitas dan ekonomi (3E).


Audit kepatuhan merupakan proses kerja untuk menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh otoritas.


Audit Investigasi adalah: “Serangkaian kegiatan untuk mengenali (recognize), mengidentifikasi (mengidentifikasi) dan menguji secara rinci (check) informasi dan fakta yang ada untuk mengungkap kejadian sebenarnya dalam rangka pembuktian guna mendukung penuntutan dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan entitas (perusahaan / organisasi / negara / wilayah).


Jadi, audit adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan:

  1. Proses mengumpulkan dan mengevaluasi bukti
  2. Informasi terukur. Informasi yang dinilai adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut kriteria yang jelas, misalnya Sangat baik, Baik, Cukup, Tidak Baik, dan ada kriteria baik dengan kriteria yang jelas.
  3. Entitas ekonomi. Menegaskan bahwa pihak yang diaudit adalah suatu entitas, baik berupa perusahaan, divisi atau orang lain.
  4. Dilakukan oleh orang (atau orang) organisasi yang kompeten dan independen yang disebut Auditor.
  5. Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan harus didasarkan pada ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa dikatakan menyimpang.
  6. Hasil yang dilaporkan. Laporan ini berisi informasi tentang kepatuhan informasi dan kriteria yang dapat diuji, atau ketidakpatuhan terhadap informasi dan kriteria yang diuji dan menunjukkan fakta dalam perbedaan ini.

Baca Juga : Teknik Penulisan Berita Beserta Fitur dan Jenisnya


Tujuan dilakukannya audit

  1. Kelengkapan, untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat atau dimasukkan dalam jurnal yang sebenarnya.
  2. Accuracy, untuk memastikan perkiraan transaksi dan saldo dicatat dengan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan dan dicatat dengan baik.
  3. Eksistensi, untuk memastikan bahwa semua aktiva dan pasiva yang tercatat memiliki keberadaan atau penampakan pada tanggal tertentu, sehingga transaksi yang dicatat harus nyata dan tidak fiktif.
  4. Penilaian, untuk memastikan bahwa prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan baik.
  5. Klasifikasi, untuk memastikan bahwa transaksi yang tercantum dalam jurnal diklasifikasikan dengan benar. Jika saldo ini terkait dengan angka yang mencakup pelanggan terdaftar, itu diklasifikasikan dengan benar.
  6. Keakuratan, untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, detail saldo akun konsisten dengan jumlah buku. Serta jumlah saldo dilakukan dengan benar.
  7. Batas terpisah, untuk memastikan bahwa transaksi yang mendekati tanggal neraca dicatat pada periode yang benar. Transaksi ini akan mencatat transaksi dengan cepat menjelang akhir periode akuntansi.
  8. Pengungkapan, untuk memastikan bahwa akun dan persyaratan pengungkapan terkait disajikan secara wajar dalam laporan keuangan dan menjelaskan isi dan catatan kaki dalam laporan tersebut.

Contoh audit

Contoh audit pengadaan barang/jasa. Auditor akan membandingkan realisasi perolehan barang/jasa dengan kriterianya. Realisasi penyerahan barang/jasa yang akan diaudit sejak pengumuman tender hingga penetapan pemenang tender dan realisasi pekerjaan oleh rekanan.


Jenis Audit Operasional


Fungsi adalah cara mengkategorikan aktivitas bisnis, seperti fungsi penagihan atau fungsi produksi. Audit fungsional (functional audit) berkaitan dengan satu atau lebih fungsi dalam suatu organisasi, misalnya efektivitas dan efisiensi fungsi penggajian untuk suatu divisi atau untuk perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga; √ Akuntansi Keuangan : Pengertian, Fungsi Dan Tujuan

Audit fungsional memiliki keuntungan yang memungkinkan spesialisasi oleh auditor. Auditor tertentu pada staf audit internal dapat mengembangkan keahlian tinggi dalam suatu bidang, seperti teknik produksi. Mereka dapat bekerja lebih efisien dan efektif karena mereka menghabiskan seluruh waktunya untuk mengaudit lapangan. Kerugian dari audit fungsional adalah ketidakmampuannya untuk mengevaluasi fungsi yang saling terkait.


Audit organisasi (organizational audit) menekankan seberapa efisien dan efektif fungsi-fungsi organisasi berinteraksi. Rencana dan metode organisasi untuk mengoordinasikan kegiatan penting untuk jenis audit ini.


Penugasan khusus muncul atas permintaan manajemen untuk berbagai jenis audit, seperti menentukan penyebab sistem teknologi informasi yang tidak efektif, menyelidiki kemungkinan kecurangan dalam suatu departemen dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya produksi produk.


Demikian artikel gurudik.co.id tentang pengertian audit: pengertian, jenis, tujuan yang dilakukan, contoh, beserta jenis-jenis operasinya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *