Ciri, Struktur, Klasifikasi, Manfaat, Penyakit

platyhelminthes-9091744-9081631-jpg

Dalam hal ini cacing pipih atau Platyhelminthes adalah cacing yang memiliki bentuk tubuh pipih dosoventral dan tidak beruas. Umumnya cacing pipih hidup di sungai, danau, laut atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain. Cacing pipih adalah kelas cacing yang sangat sensitif terhadap cahaya.

platyhelminthes-7071927

Apa itu Platyhelminthes (cacing pipih)

Platyhelminthes berasal dari kata Yunani “platy” yang berarti datar dan “helminthes” yang berarti cacing. Seperti namanya, anggota kelompok cacing ini memiliki tubuh pipih dorsoventral. Platyhelminthes juga dapat digolongkan sebagai hewan triploblastik karena memiliki tiga lapisan jaringan, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah) dan endodermis (lapisan dalam).

Platyhelminthes adalah cacing pipih yang pencernaannya berupa rongga gastrovaskular, ekskresi oleh sel api, sistem saraf tangga tali, dan berkembang biak secara generatif dan vegetatif.


Karakteristik Platyhelmin

Beberapa Platyhelminthes bersifat parasit dan beberapa hidup bebas di perairan. Cacing ini tidak memiliki sistem peredaran darah dan bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya. Platyhelminthes memiliki bentuk tubuh yang rata, tidak memiliki rongga tubuh (coelom) dan organ pencernaan yang tidak sempurna.


  1. A) Morfologi (struktur tubuh) platyhelminthes

Tubuh memanjang dorsoventral pipih tanpa segmentasi atau segmen. Bagian tubuh dapat dibagi menjadi anterior (depan, kepala), posterior (belakang, ekor), punggung (belakang), ventral (punggung berlawanan) dan sisi lateral tubuh. Tubuhnya memiliki simetri bilateral dan terdiri dari tiga lapisan, sebagai berikut:


Pada perkembangan selanjutnya ektoderm akan membentuk epidermis dan kutikula. Epidermis lembut dan bersilia dan berfungsi untuk membantu pergerakan. Seringkali epidermis ditutupi dengan kutikula dan ada pula yang dilengkapi dengan alat yang dapat digunakan untuk melekatkan diri pada inang. Ada juga pengait yang terbuat dari kitin.


  • Mesoderm (lapisan tengah)

Pada perkembangan selanjutnya, mesoderm akan membentuk organ reproduksi, jaringan otot dan jaringan ikat.


  • endoderm (lapisan dalam)

Pada perkembangan selanjutnya, endoderm akan membentuk bentuk gastrodermis/gastrovaskuler sebagai saluran pencernaan makanan.


  1. B)Fisiologi (Sistem Organ) platyhelminthes

Sistem organ dalam tubuh platyhelminthes.

Sistem organ Informasi
Sistem pencernaan Saluran pencernaan pada hewan ini tidak sempurna yaitu berupa gastrovaskular yang terletak di tengah tubuh dan berfungsi sebagai usus. Namun, ada juga platyhelminthes yang tidak memiliki saluran pencernaan.
Sistem ekskresi Sistem ekskresi sederhana dan berfungsi terutama untuk menjaga keseimbangan osmotik antara hewan dan lingkungannya. Sistem ini terdiri dari sel-sel bersilia, yaitu sel api atau selenosit.
Sistem saraf Sistem saraf terdiri dari dua ganglia otak yang dilengkapi dengan saraf tepi untuk membentuk sistem saraf belajar tali
Sistem reproduksi Umumnya hewan ini bersifat hermafrodit. Artinya, dalam satu tubuh terdapat alat kelamin jantan dan betina, namun pembuahan sendiri jarang terjadi. Reproduksi berlangsung secara generatif dan vegetatif. Reproduksi generatif melalui kawin silang dan fertilisasi internal terjadi. Reproduksi vegetatif dengan cara regenerasi, yaitu individu baru berasal dari bagian tubuh induknya.

Struktur dan fungsi tubuh

Platyhelminthes merupakan cacing yang tergolong acoelomate triploblastic karena memiliki 3 lapisan embrio yang terdiri dari ektoderm, endoderm dan mesoderm. Namun, mesoderm cacing ini tidak mengalami pengkhususan sehingga sel-selnya tetap seragam dan tidak membentuk sel-sel khusus.


Sistem pencernaan cacing pipih disebut sistem gastrovaskuler, dimana peredaran makanan tidak melalui darah, melainkan melalui usus. Sistem pencernaan cacing pipih dimulai dari mulut, faring dan berlanjut ke kerongkongan. Di belakang kerongkongan terdapat usus yang memiliki cabang di seluruh tubuh. Jadi, selain mencerna makanan, usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

Selain itu, cacing pipih juga mengeluarkan sisa makanan melalui mulut karena tidak memiliki anus. Cacing pipih tidak memiliki sistem transportasi karena makanannya diedarkan melalui sistem gastrovaskular. Sementara itu, O2 dan CO2 dikeluarkan dari tubuh melalui proses difusi.


Ada beberapa jenis sistem saraf pada cacing pipih:

  • Tali belajar sistem saraf merupakan sistem saraf yang paling sederhana. Dalam sistem ini, pusat sistem saraf dikenal sebagai ganglion otak di kepala dan ada beberapa. Dari kedua ganglia otak tersebut keluar tali saraf lateral yang memanjang ke sisi kiri dan kanan tubuh yang dihubungkan oleh serabut saraf transversal.
  • Pada cacing pipih yang lebih tinggi, sistem saraf dapat terdiri dari sel-sel saraf (neuron) yang berdiferensiasi menjadi sel saraf sensorik (sel yang membawa sinyal dari indra ke otak), sel saraf motorik (sel pembawa dari otak ke efektor), dan sel asosiasi (perantara).

Beberapa jenis cacing pipih memiliki sistem penginderaan berupa tulang pendengaran, yaitu bintik mata yang mengandung pigmen peka cahaya. Bintik mata biasanya sepasang dan terletak di anterior (kepala). Semua cacing pipih memiliki indra peraba dan sel kemoreseptor di seluruh tubuhnya. Beberapa spesies juga memiliki indra tambahan berupa auricle (telinga), statocyst (pengatur keseimbangan) dan rheoreceptors (organ untuk mengetahui arah aliran sungai).

Secara umum, cacing pipih memiliki sistem osmoregulasi yang disebut protonephridia. Sistem ini terdiri dari saluran yang diakhiri dengan sel bahan bakar. Lubang drainase cairan disebut protonephridiophores, yang jumlahnya sedikit atau lebih. Sedangkan sisa metabolisme tubuh dikeluarkan secara difusi melalui dinding sel.


Cacing pipih dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan dan secara seksual dengan kawin silang, meskipun hewan ini bersifat hermafrodit.


Klasifikasi Cacing Pipih

  • Kelas Turbellaria adalah cacing pipih yang menggunakan rambut getar sebagai alat geraknya, contohnya Planaria.
  • Kelas Trematoda memiliki alat penghisap yang dilengkapi dengan pengait untuk melekatkan diri pada inangnya karena kelas ini hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan. Contoh: Fasciola “cacing hati”, Clonorchis dan Schistosoma.
  • Kelas Cestoda memiliki kulit yang dilapisi kitin sehingga tidak terkontaminasi oleh enzim di dalam usus inangnya. Cacing ini merupakan parasit pada hewan, contohnya spesies cacing kremi seperti Taenia solium dan Taenia Saginata dimana spesies ini menggunakan scolex untuk menempel pada usus inangnya dan berkembang biak menggunakan telur yang telah dibuahi dan di dalamnya berisi larva yang disebut oncospheres.

Siklus Hidup Cacing Pipih

Berikut siklus hidup berbagai spesies cacing pipih:


1.Fasciola Hepatica

Telur (bersama feses) >>> larva bersilia (miracidium) >>> keong air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) >>> sporokista >>> redia >>> cercariae >>> dari tubuh bekicot >>> melekat pada rerumputan/tanaman air >>> berbentuk kista (metacercariae) >>> dimakan domba (hepatica)/sapi (gigantica) >>> usus >>> hati >>> sampai dewasa.


2. Klonorchis sinensis

Telur (dengan feses) >>> miracidium >>> siput air >>> sporokista >>> menghasilkan redia >>> menghasilkan serkaria >>> keluar dari tubuh siput >>> ikan air tawar (melekat pada ototnya) >>> bentuk kista (metacercariae) >>> ikan dimakan >>> saluran pencernaan >>> hati >>> sampai matang.


3. Schistosoma javanicum

Telur (dengan feses) >>> mirasidium >>> siput air >>> sporokista >>> menghasilkan redia >>> menghasilkan serkaria >>> keluar dari tubuh siput >>> menembus kulit manusia >>> pembuluh darah.


4. Taenia Saginata & Taenia Solium

sikllus-8767737

Proglottids (dengan feses) >>> makanan babi yang terkontaminasi >>> babi >>> usus babi (telur menetas di hexacane) >>> aliran darah >>> otot/daging (cysticercus) >>> manusia >>> usus manusia (pecah cysticercus >>> scolex menempel di dinding usus) >>> sampai matang pada manusia >>> keluar bersama feses.


Manfaat atau dampak Platyhelminthes bagi kehidupan manusia

Karena kebanyakan Platyhelminthes hidup sebagai parasit, filum ini umumnya akan merugikan manusia. selain manusia ada juga cacing pita yang menjadi inang domba, babi dan sapi. Dulu banyak orang Tionghoa, Jepang, dan Korea yang menderita penyakit parasit (clonorchis), selain tidak mengembangkan ilmu kedokteran, mereka juga suka makan daging mentah atau kurang matang.

Upaya pencegahan infeksi cacing pita pada manusia dan hospes lainnya biasanya dengan memutus siklus cacing pita, baik dengan mencegah hospes perantara terinfeksi maupun dengan mencegah hospes itu sendiri terinfeksi, selain perlu membuang feses manusia. .sesuai dengan syarat kesehatan agar tidak membiarkan segi enam yang keluar bersama fesesnya tertelan oleh babi, sedangkan semua daging babi, sapi dan ikan yang mengandung cysteserci harus dimasak sebaik mungkin oleh manusia.


Menyebabkan penyakit Platyhelminthes

Berbagai spesies Platyhelminthes dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Salah satunya adalah genus Schistosoma yang dapat menyebabkan schistosomiasis, penyakit parasit yang ditularkan ke manusia oleh siput air tawar. Ketika cacing ini berkembang di tubuh manusia, kerusakan jaringan dan organ dapat terjadi, seperti kandung kemih manusia, ureter, hati, limpa dan ginjal. Kerusakan tersebut disebabkan oleh penyebaran cacing Schistosoma dalam tubuh untuk memicu respon imun. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia.

Contoh lain adalah Clonorchis sinensis yang menyebabkan infeksi cacing hati pada manusia dan mamalia lainnya. Spesies ini bisa menghisap darah manusia. Pada hewan, infeksi cacing pipih juga bisa ditemukan, misalnya Scutariella didactyla yang menyerang jenis udang Trogocaris dengan menghisap cairan tubuh udang.

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *