RADAR BANDUNG.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat terus melakukan upaya mitigasi bencana gempa Sesar Lembang di wilayahnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Meidi mengatakan, upaya mitigasi tersebut yakni membuat perencanaan dan dokumen rencana kontinjensi serta peningkatan kapasitas dan latihan.
“Kami pun melakukan lemetaan risiko dan kajian ilmiah serta mengoptimalkan sistem peringatan dan komunikasi risiko,” katanya, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, penyusunan rencana kontinjensi (Renkon) Gempa Sesar Lembang dilakukan sejak 2019 dan diperbaharui pada Tahun 2025 (on going process) sebagai dokumen operasional penanganan darurat.
“Dalam dokumen ini memuat skenario gempa M6,8, struktur komando darurat, peta risiko, mekanisme koordinasi antar-instansi, rute evakuasi, serta estimasi kebutuhan logistik,” katanya.
“Sementara itu untuk renkon diperbaharui dan disesuaikan dengan dinamika kependudukan dan hasil kajian akademik terbaru,” imbuhnya.
Masih kata dia, terkait peningkatan kapasitas dan latihan BPBD KBB secara rutin menyelenggarakan pelatihan, sosialisasi, dan gladi evakuasi di desa-desa rawan, terutama wilayah Lembang dan Parongpong.
“Contoh kegiatan pelatihan mitigasi gempa di Desa Pasir Langu (20 Agustus 2025). Kegiatan ini melibatkan masyarakat, aparat desa, sekolah, serta Desa Tangguh Bencana (Destana),” katanya.
“Kami pun melakukan sosialisasi kepada 42 Desa dari 7 kecamatan yang terlintasi dan berpotensi terdampak gempa yang diakibatkan oleh Sesar Lembang,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun melakukan pemetaan risiko dan kajian ilmiah sebagai langkah mitigasi dalam menghadapi Sesar Lembang.
“Kelaksanakan kajian risiko berbasis peta bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Hasil kajian menunjukkan risiko tertinggi di pusat pemerintahan (Ngamprah) dan kawasan wisata Lembang,” katanya.
“Terkait pemetaan digunakan sebagai dasar prioritas dalam penempatan logistik, jalur evakuasi, dan pengembangan Desa Tangguh Bencana,” sambungnya.
Ia menegaskan, pihaknya pun melaksanakan penyusunan mekanisme komunikasi darurat lintas wilayah Bandung Raya dan beroordinasi dengan BMKG, Badan Geologi, dan lembaga riset untuk memperkuat sistem ,peringatan dini.
“Sejauh ini tantangan yang masih dihadapi yakni distribusi informasi belum merata ke seluruh masyarakat, khususnya di desa terpencil,” katanya.
Ia pun mengimbau, selain meningkatkan kewaspadaan pihaknya mengajak masyarakat untuk senantiasa memanjatkan doa untuk keselamatan semuanya.
“Bagi muslim kita perbanyak shalawat dan berdoa serta untuk yang lainnya mari kita berdoa menurut keyakinannya masing-masing untuk keselamatan semuanya,” tandasnya. (KRO)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan