Hack.AC.ID- Pemkab Bandung Barat secara resmi meluncurkan “Digitalisasi Retribusi Daerah” pada Sabtu (9/8/2025). Salah satunya retribusi parkir dengan metode pembayaran non tunai menggunakan Qris.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, Digitalisasi Retribusi Daerah merupakan wujud perubahan penting dalam pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat.
“Hadirnya sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis Qris melalui aplikasi Om Juki (Optimalisasi Manajemen Juru Parkir) adalah jawaban atas kebutuhan zaman,” katanya, Minggu (9/8/2025).
Ia menambahkan, melalui aplikasi Om Juki masyarakat kini bisa membayar parkir cukup dengan dompet digital atau mobile banking, tanpa repot uang tunai.
“Dan yang terpenting, sistem ini langsung terhubung secara real time ke pusat data dinas perhubungan.Ini artinya, seluruh transaksi bisa dimonitor dengan transparan, dan risiko kebocoran pendapatan daerah bisa kita tekan sedini mungkin,” tambahnya.
Masih kata dia, pihaknya berharap ke depan seluruh perangkat daerah yang menerima retribusi bisa segera mengadopsi sistem serupa, agar pelayanan semakin efisien, transparan, dan tentu saja, memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan langkah ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten bandung barat dengan bank BJB. Kami memiliki visi yang sama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui optimalisasi PAD,” katanya.
Ia menegaskan, transformasi digital ini tentu tidak akan berhasil tanpa kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pihaknya juga telah memberikan pelatihan kepada para juru parkir agar mampu menggunakan aplikasi Om Juki dengan baik.
“Kami pun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan pembayaran non-tunai sebagai bagian dari gaya hidup baru. Digitalisasi ini menjadi budaya baru di tengah masyarakat kita. Budaya yang membangun efisiensi, kejujuran, dan akuntabilitas. Budaya yang mencerminkan visi kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima mengatakan, kehadiran Om Juki ini sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata kelola keuangan khususnya retribusi parkir, transparansi, mencegah kebocoran pendapatan parkir dan meningkatkan PAD parkir.
“Om Juki juga memiliki tujuan untuk tertib pengelolaan parkir, memudahkan pembayaran parkir, monitoring pengelolaan parkir secara real-time termasuk pengawasan juru parkir dan mewujudkan program zero ilegal parking,” katanya.
Ia berharap, aplikasi dapat bermanfaat untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran parkir secara cashless, mencegah potensi kebocoran pendapatan parkir.
“Ini juga sebagai pengawasan terhadap kewajiban penyetoran parkir termonitor secara update dan real time, terwujudnya zero ilegal parking, transparansi dan akuntabilitas tata kelola parkir,” tandasnya. (KRO)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan