Asdamindo Dorong Depot Air Minum Patuh Standar Higiene – Radar Bandung – Hack.AC.ID

0eaf3dc6-a4e2-45a8-88ba-443ccf585301-4092841-2186437-jpg

Hack.AC.ID, BANDUNG – Kesadaran pelaku usaha depot air minum isi ulang soal standar higiene dan sanitasi masih rendah. Data Kementerian Kesehatan mencatat, sekitar 98 persen depot belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang (Asdamindo) Erik Garnadi menilai, lemahnya pengawasan dan minimnya pemahaman pelaku usaha jadi penyebab utama.

“Banyak depot yang belum menerapkan standar kebersihan yang ketat. Ini bisa membahayakan kesehatan konsumen karena airnya tak memenuhi standar kualitas,” ujarnya.

Erik menyoroti kurangnya kontrol terhadap sumber air yang digunakan. Banyak depot, katanya, tidak memiliki surat izin pengambilan air (SIPA).

“Selama ini tidak pernah dicek dari mana sumber air diambil. Harusnya itu diawasi. Karena kebanyakan tidak punya izin,” tegasnya.

Selain itu, banyak depot juga tidak melakukan uji laboratorium rutin untuk memastikan kualitas air tetap aman dikonsumsi. Ia menyebut, koordinasi antarpelaku usaha dan dukungan pemerintah daerah pun masih lemah.

“Uji lab fisika, kimia, dan bakteriologi banyak yang tidak dilakukan lagi. Padahal itu penting,” imbuhnya.

Asdamindo, lanjut Erik, terus mengingatkan sekitar 6.000 anggotanya agar menjaga dan merawat mesin pengolahan air. Pihaknya juga siap membantu pemerintah memperkuat pengawasan.

“Tujuannya agar masyarakat yang mengonsumsi air isi ulang benar-benar aman dan sehat,” katanya.

Erik menilai, aturan sudah banyak namun belum ditegakkan secara konsisten. Mulai dari Permenkes 43/2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum hingga UU Pangan Nomor 18/2021 yang mengatur sanksi pidana bagi pelanggar standar kebersihan.

“Masalahnya bukan di aturannya, tapi di penegakannya. Sanksi yang diberikan sering kali terlalu ringan, hanya ditutup sementara lalu dibuka lagi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti praktek depot yang masih menggunakan galon bermerek milik produsen lain. Padahal, sesuai Kepmenperindag 651/2004, depot dilarang menyetok air dalam wadah bermerek.

“Kalau ada air kotor atau galon berjamur, yang disalahkan justru merek di galonnya, padahal depotnya yang tidak bersih,” jelasnya.

Erik berharap pemerintah memperketat pengawasan sekaligus memberi pembinaan. “Kualitas air minum isi ulang harus dijaga. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” tandasnya. (*)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *