Asal Usul Kota Palembang : Arti Nama, Sejarah, Perkembangan

palembang-630x380-6429937-8861936-jpg
palembang-630x380-7029512

Arti nama depan Palembang

Menurut berbagai sumber, arti nama Palembang berasal dari kata Lembeng atau Lembang yang berarti tanah yang menjorok, tanah rendah, akar yang membengkak akibat terendam air dalam waktu yang lama. Namun dalam bahasa Melayu, lembang berarti rembesan air. Arti kata Palembang adalah semua tanah berair.

Namun memang saat ini, seperti yang ditunjukkan oleh data statistik tahun 1990, 52,24% tanah di kota Palembang masih terendam banjir. Terlihat bahwa saat ini terdapat 117 cabang pusat kota di kotamadya.

Kondisi alam seperti ini dimanfaatkan oleh nenek moyang masyarakat Palembang. Air digunakan sebagai alat transportasi yang bersifat esensial, efisien, ekonomis, memiliki jangkauan dan kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga merupakan kota strategis yang dapat mengendalikan lalu lintas dari tiga satuan wilayah:

  • Yang pertama adalah dataran tinggi Sumatera Barat, yaitu: disebut pegunungan Bukit Barisan
  • Kaki bukit dan pertemuan anak sungai memasuki dataran rendah
  • Daerah pantai timur laut

Ketiga satuan wilayah tersebut merupakan faktor yang menentukan terbentuknya pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor berupa jaringan frekuensi tinggi dan komoditas dibentuk terlebih dahulu untuk mendorong masyarakat setempat menciptakan pola budaya yang tumbuh tinggi di wilayah Sumatera Selatan. Faktor-faktor tersebut pula yang menjadikan Palembang sebagai ibu kota Sriwijaya, dan kekuatan ekonomi dan politik pada zaman klasik di Asia Tenggara. Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dibawa oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada Abad Pertengahan menjadi kesultanan yang sangat dihormati di Nusantara.


Sejarah dan Perkembangan Palembang

Palembang merupakan kota tertua di Indonesia yang berusia sekitar 1324 tahun, berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit (683 M), ditemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, menyebutkan terbentuknya Wanua dan diartikan sebagai kota, yaitu ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 M dan dijadikan sebagai hari lahir Kota Palembang.

Palembang juga diyakini oleh masyarakat Melayu sebagai tanah leluhur mereka. Karena di kota inilah cikal bakal raja Melayu pertama yang bernama Parameswara turun di Bukit Siguntang. Namun kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama menuju Tumasik yang mendapat nama Singapore untuk Tumasik.

Ketika pasukan Majapahit dari Jawa ingin menyerbu Singapura, Parameswara dan para pengikutnya pergi ke Malaka, yaitu di Semenanjung Melayu, yang kemudian mendirikan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya kemudian membuka lahan baru tepatnya di daerah Narathiwat dan Pattani yang saat ini berada di selatan Thailand. Setelah kontak dengan para pedagang, orang-orang dari Gujarat dan orang-orang dari Persia di Malaka, Parameswara akhirnya masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.


Hubungan Palembang dengan Kerajaan Sriwijaya

Sebenarnya banyak cerita, legenda dan mitos tentang Sriwijaya. Pelaut asing seperti Arab, Persia dan Cina, merekam semua peristiwa apapun berbagai cerita yang didengar dan dilihat. Jika para pelaut Persia dan Arab memberikan gambaran seperti apa keadaannya dari sungai Musi, tempat kota Palembang berada, mirip dengan kota di tepi sungai Tigris.

Menurut mereka, Palembang adalah kota yang sangat besar, dimana jika memasuki kota tersebut, suara kokok ayam jantan tidak berhenti saling bersahutan. Kisah perjalanan mereka dipenuhi keajaiban 1001 malam. Para pelaut Cina bahkan lebih realistis dengan keadaan di kota Palembang, di mana mereka melihat seperti apa kehidupan penduduk kota yang hidup di atas rakit mereka tanpa dikenai pajak.

Sedangkan para pemimpin yang tinggal di tanah kering dengan rumah berpilar mengeja nama Palembang sebaik mungkin dengan lidah dan aksaranya. Palembang diucapkan sebagai Ku-kang atau Po-lin-fong yang berarti pelabuhan tua. Dan setelah mengalami masa kejayaannya pada abad ke-7 dan ke-9, Kerajaan Sriwijaya mengalami keruntuhan secara perlahan pada abad ke-12.


Teks Legenda Pulo Kemaro

Tan bun an: wow! betapa indahnya tempat ini, rasanya ingin berlama-lama di dalamnya
di sini (sambil memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri)

Prajurit : ayo pak kita harus pergi mencari tempat tinggal sekarang karena
sepertinya hari sudah malam (sambil membungkuk hormat pada Tuan Tan Bun An

setelah berapa hari tan bun an berada di tanah palembang. Ia bertemu dengan Siti Fatimah, gadis cantik dan menawan asal Palembang

Tan bun an : Wahai gadis yang cantik dan cantik, siapakah namamu? (Perlahan mendekati gadis itu)

Siti Fatimah : ohh (kaget) kamu siapa, sepertinya baru pertama kali aku melihatmu disini?
Tan Bun an: Saya Tan Bun an, saya bukan warga negara ini
Orang Tionghoa yang singgah di tempat ini dengan sengaja.

Siti Fatimah : Oh, perkenalkan nama saya Siti Fatimah, penduduk asli negeri ini (tersenyum manis pada tan bun an)

Tan bun an : namamu cantik sekali Fatimah, baiklah Fatimah aku harus pergi, terima kasih atas perkenalannya semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu (meninggalkan Fatimah)

perkenalannya dilanjutkan dengan cinta sehingga tanbun berniat menikahi Siti Fatimah. Namun terlebih dahulu ia harus pulang untuk menyampaikan keinginannya kepada keluarga besarnya.

Tan bun an : bapak, saya ingin menyampaikan kabar gembira kepada bapak dan ibu (menatap serius pada kedua orang tuanya).

Ayah Tan Bun : Kabar baik apa maksudmu wahai anakku?
Tan bun an : Wahai ayah, sebenarnya anak bapak ingin menikah dengan gadis di negeri seberang.

Ibu tan bun an : benarkah yang kau katakan anakku? dengan hati senang)
Ayah Tan bun : ceritakan apa yang sebenarnya terjadi anakku.
Tan bun an : Benar ibu, beginilah ayahku ketika anakmu singgah di sebuah negeri bernama Palembang, aku bertemu dengan seorang gadis cantik, aku sangat mencintai ayahnya dan aku sangat ingin menikahinya menjadi istriku.

Ma tan bun an : baiklah anakku jika itu yang kau inginkan ibu sangat setuju dan kami serahkan semuanya padamu anakku.

Ayah Tan bun : ibumu benar anakku, temui gadis itu dan nikahi dia
dia (membelai kepala anaknya)

Tan bun an : terima kasih bapak ibu atas restu yang telah bapak dan ibu berikan kepada saya (membungkuk dan lepaskan bapak ibu).
Beberapa bulan kemudian Tan Bun An berlayar kembali ke Palembang dengan beberapa armada kapal dan ditemani beberapa prajuritnya. Ia tiba dengan selamat di negeri ini dan langsung menuju kediaman Siti Fatimah yang dijaga oleh para abdi dalem kerajaan. Singkat cerita mereka berdua menikah dengan pesta besar.

Siti Fatimah : Tahukah kamu betapa senangnya hatiku melihat kamu benar-benar menepati janjimu untuk menikah denganku (tersenyum dan menatap suaminya dengan gembira)

Tan bun an : iya dinda, aku juga senang melihatmu bahagia hari ini. Oh dinda, sebenarnya aku ingin membawamu ke negaraku untuk bertemu dengan orang tuaku, apakah kamu bersedia ikut denganku?

Siti Fatimah : ya, saya bersedia, mari kita bertemu ibu dan ayah untuk meminta izin!
(pergi menemui ayah dan ibu Fatimah)

Tan bun an : Wahai ayah, aku sangat ingin bertemu ayah dan ibuku
adalah untuk meminta izin, apakah saya ingin membawa istri saya Siti Fatimah ke China untuk bertemu ayah dan ibunya?

Tiba-tiba, hati raja dan permaisuri gelisah mendengar putri mereka akan dibawa ke Tiongkok untuk memperkenalkan Tan Bun An kepada keluarga besar mereka.

Tan bun an : Saya berjanji jika bapak dan ibu berkenan memberikan izin
untukku aku akan berjanji untuk menjaga istriku Siti Fatimah anakmu seperti aku menjaga hidupku sendiri selama kita di sana.

Pertama raja dan ratu dengan berat hati meninggalkan putra mereka di seberang lautan luas. Namun, raja dan permaisuri dengan bijak merelakan anaknya pergi ke Tiongkok setelah mendengar janji tanbun untuk melindungi Siti Fatimah seperti nyawanya sendiri. Tan bun an berjanji akan membawa Siti Fatimah kembali ke Palembang setelah enam bulan purnama.

Raja: baiklah, aku akan mengizinkanmu membawa putriku, tetapi kamu harus menepati janjimu.

Permaisuri : jagalah anakku tan bun an.
Tan bun an : baik ibu dan ayah.

Tan bun an bukanlah bangsawan yang tidak menepati janji. Ketika tiba waktunya enam bulan purnama, dia memberi tahu ayah dan ibunya janjinya untuk kembali ke Palembang.

Tan bun an : ayah dan ibu ketika bulan purnama enam telah tiba, inilah saatnya bagi saya dan
istri saya akan kembali ke negara Palembang.

ayah: benarkah? Sangat cepat? Oke tan bun dan sampaikan salamku
Orang tua Siti Fatimah.

Ibu : iya tan bun an, jaga istri mu di jalan, aku persembahkan
emas ini dan memberikannya kepada tuannya.

Tan bun an : baiklah ayah dan ibu, terima kasih atas restu yang bapak berikan

Akhirnya keinginan Tan Bun disetujui oleh keluarganya. Bahkan tanbun an dibawa emas untuk diserahkan ke Palembang.

Hari demi hari. Armada perahu layar tiba di Sungai Musi. Sangat senang. Tan Bun’an minta diperlihatkan upeti yang akan dipersembahkannya kepada Raja Palembang. Betapa kecewanya Tan Bun An setelah melihat upeti emasnya terbungkus dalam kotak kayu berisi sayuran. Tan Bun An merasa malu ketika mengetahui upeti hanya berupa sayuran. Maka dengan emosi ia melemparkan peti-peti itu ke sungai. Ternyata di peti itu memang ada emas bercampur sayur untuk menghindari para perompak. Karena menyesal, Tan Bun dan Siti Fatimah beserta armada kapalnya akhirnya tenggelam di Sungai Musi. Bangkai kapal yang tenggelam dan muatannya akhirnya menjadi tumpukan tanah


Pariwisata di Palembang


Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera, kedua tempat tersebut satu paket jika anda menuju ke Benteng Kuto Besak yang berada di tepi sungai Musi (dapat ditempuh melalui Jalan Merdeka Palembang) disana anda dapat menikmati indahnya suasana pantai di saat bersamaan menyusuri Sungai Musi dan juga bisa menikmati pemandangan Jembatan Ampera akan terlihat dengan jelas dan indah dari Benteng Kuto Besak terutama pada malam hari karena dihiasi dengan berbagai lampu disekitarnya.



  • Pulau Kemarau atau Pulau Kemaro

Pulau Kemarau berada di tengah Sungai Musi, untuk menuju kesana anda bisa naik perahu kecil atau speedboat yang banyak anda temukan di tepian Sungai Musi sekitar Benteng Kuto Besak, perjalanan menuju Pulau Kemarau sekitar 30 menit. Pulau Kemarau adalah salah satu tempat bersejarah di Palembang, di mana Anda akan menemukan banyak candi. Saat Imlek akan banyak pengunjung baik lokal maupun mancanegara seperti dari Singapura.



  • Museum Sultan Mahmud Badarudin II

Juga tak jauh dari Benteng Kuto Besak, museum ini menyimpan peninggalan sejarah dari zaman Kesultanan Palembang Darussalam.


Kambang Iwak terletak di Jalan Merdeka Palembang, pagi dan sore hari tempat ini banyak dikunjungi orang untuk berolahraga/jogging, mencari sarapan atau sekedar bersantai.


Bukit Siguntang merupakan wisata sejarah, Bukit Siguntang berada di kawasan Bukit Palembang, dimana terdapat banyak makam para raja dan putri Kerajaan Palembang.


Peta kota palembang

peta-kota-palembanggg-2151586


jadi artikel keluar worlddikbud.co.id lebih Asal usul kota palembang: arti nama, sejarah, perkembangan, hubungan, teks legenda pulokemaro, pariwisata, peta, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *