Bahasa, Ekonomi, Kekerabatan dan Agama

suku-tomini-2217517-1546115-jpg

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas marga Tomini yang dalam hal ini meliputi bahasa, mata pencaharian, kekerabatan, agama dan kepercayaan, nah untuk lebih memahami dan memahaminya simak ulasan dibawah ini.

suku-tomini-5470714

Sejarah marga Tomini

klan Tominiadalah sekelompok masyarakat yang mendiami kawasan sekitar Teluk Tomini yang berada di pesisir timur Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Suku Tomini memiliki bahasa yang sedikit berbeda dengan bahasa Poso (Bare’e) dan Ledo. Suku Tomini sendiri memiliki 2 sub suku yaitu suku Tialo dan suku Lauje. Istilah Tomini sendiri lebih mengacu pada kelompok masyarakat di sekitar Teluk Tomini. Sedangkan Teluk Tomini dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat, seperti suku Lauje, Tialo, Bajau, Togian dan lain-lain. Namun yang mengaku sebagai penduduk asli kawasan Teluk Tomini adalah suku Lauje dan Tialo, sehingga kedua suku ini lebih sering disebut sebagai suku Tomini.

Baca juga: Sejarah Suku Togutil

Dalam masyarakat suku Tomini terdapat cerita tentang asal muasal peristiwa kehidupan ini yaitu di suatu tempat di atas Pegunungan Palasa yang disebut Lembo Dayoan. Menurut cerita, akibat pertemuan langit dan bumi dan karena banyaknya suku yang mendiami wilayah Sulawesi Tengah, maka terjadi pula percampuran budaya dan bahasa antar suku tersebut. Kelompok yang tinggal di pesisir barat Kabupaten Donggala ini telah bercampur dengan suku Bugis Sulawesi Selatan dan suku Gorontalo. Sedangkan di bagian timur pulau Sulawesi juga terjadi percampuran dengan suku Gorontalo dan Minahasa. Hal ini terlihat dari dialek daerah Luwuk dan sebaran suku Gorontalo di kecamatan Bualemo. Dari percampuran inilah muncul banyak variasi etnis di Sulawesi Tengah.

Pada zaman dahulu, wilayah Tomini pernah memiliki sebuah kerajaan. Setiap klan dipimpin oleh seorang pemimpin turun-temurun dengan para pembantunya. Pada masa itu terdapat 4 golongan masyarakat Tomini yaitu golongan raja, bangsawan, rakyat dan budak.

Pemukiman suku Tomini berupa rumah panggung. Suku Tomini yang tinggal di kawasan pesisir membangun rumah di sepanjang garis pantai Teluk Tomini. Sedangkan mereka yang lebih pedalaman dan di tempat yang lebih tinggi membangun rumah di bukit dan perbukitan.

Sistem perkawinan adat marga Tomini adalah tengkulak merundingkan mas kawin untuk mempelai wanita, yang tergantung pada status sosial si wanita. Pernikahan antara sepupu dapat diterima; dan poligami diizinkan meskipun tidak umum dilakukan. Setelah menikah, pasangan tersebut biasanya tinggal bersama keluarga besarnya hingga anak pertama mereka lahir.

Orang Tomini adalah mayoritas penganut agama Muslim Sunni. Sebuah sekte Islam yang menganut tradisi ortodoks yang kuat dan fanatik, namun dalam praktik sehari-hari mereka adalah orang-orang yang terbuka dan ramah, serta dapat menerima kehadiran siapa saja secara terbuka.

Sebagian masyarakat Tomini hidup dengan menanam cengkih dan kopra. Sebagian dari mereka bermatapencaharian sebagai pedagang dan juga melakukan kegiatan penebangan hutan di hutan sekitar pemukiman mereka. Sebagian lainnya beraktifitas sebagai nelayan atau mengumpulkan hasil laut seperti rumput laut. Sedangkan masyarakat Tomini yang tinggal di daerah pegunungan umumnya berprofesi sebagai petani, mereka menanam padi di sawah atau ladang, dan juga membuka kebun jagung. Selain bercocok tanam, mereka juga memanfaatkan hasil hutan, seperti mengumpulkan rotan.


bahasa suku Tomini

Suku Tomini memiliki bahasa yang sedikit berbeda dengan bahasa “Bare’e” Poso dan bahasa Ledo. Suku Tomini sendiri memiliki 2 sub suku yaitu suku Tialo dan Lauje. Istilah Tomini sendiri lebih mengacu pada kelompok masyarakat di sekitar Teluk Tomini.

Sementara itu, beberapa kelompok masyarakat tinggal di Teluk Tomini, seperti Lauje, Tialo, Bajau, Togian dan lain-lain. Namun yang mengaku sebagai penduduk asli kawasan Teluk Tomini adalah suku Lauje dan Tialo, sehingga kedua suku inilah yang lebih sering disebut sebagai suku Tomini.

Baca juga: Sejarah Suku Wana


Keberadaan suku Tomini

Mulanya makanan pokok mereka adalah sagu, kemudian mereka mulai bercocok tanam di ladang dengan menanam padi dan jagung. Sistem irigasi menjadi populer di tahun 1900-an. Tanaman komoditas yang dikembangkan adalah kopra, cengkeh dan kopi. Pengumpulan hasil hutan dan perburuan masih dilakukan oleh beberapa kelompok sebagai sumber penghidupan.


Hubungan klan Tomini

Sistem hubungan kekerabatan bersifat bilateral dan menggunakan prinsip keturunan bilineal. Dahulu mungkin terjadi stratifikasi sosial yang agak tajam akibat pengaruh sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan kecil, kini praktis stratifikasi sosial yang lama sudah hilang.


Kebiasaan pernikahan

Sistem perkawinan adat marga Tomini adalah perantara merundingkan mahar untuk mempelai wanita, yang tergantung pada status sosial si wanita. Pernikahan sepupu dapat diterima dan poligami diperbolehkan, meskipun tidak umum dilakukan. Setelah menikah, pasangan tersebut biasanya tinggal bersama keluarga besarnya hingga anak pertama mereka lahir.

Baca juga: Sejarah Suku Tolaki


Tempat Tinggal (Rumah)

Pemukiman suku Tomini berupa rumah panggung Suku Tomini yang tinggal di daerah pesisir membangun rumah di sepanjang garis pantai Teluk Tomini. Sedangkan mereka yang lebih pedalaman dan di tempat yang lebih tinggi membangun rumah di bukit dan perbukitan.


Agama dan Kepercayaan Suku Tomini

Masyarakat Tomini telah memeluk agama Islam, namun upacara-upacara tertentu berdasarkan kepercayaan aslinya masih dilakukan secara rutin oleh sebagian besar masyarakat.

Baca juga: Sejarah marga Tobelo

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *