OJK Jabar Catat Kinerja Perbankan Jabar Tumbuh Positif dan Stabil – Radar Bandung – Hack.AC.ID

dsc02783-jpg-6261238-7765732-jpg

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menyatakan kinerja industri perbankan di wilayahnya tetap stabil hingga Oktober 2025, dengan pertumbuhan positif.

“Stabilitas ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan optimal serta kondisi likuiditas yang memadai,” sebut Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman dalam siaran persnya, Jumat (5/12/2025).
Darwisman menyebutkan, perbankan di Jabar mencatat pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) positif per Oktober 2025. Total aset meningkat 3,51 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 5,58 persen, dan penyaluran kredit tumbuh 4,02 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 3,46 persen, masih berada dalam batas aman. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 140,97 persen, mencerminkan besarnya porsi kredit yang disalurkan kepada masyarakat.

Total kredit bank umum di Jabar berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp1.036 triliun (tumbuh 4,02 persen yoy). Namun, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah pertumbuhan kredit nasional sebesar 7,32 persen yoy, serta lebih rendah dibandingkan beberapa provinsi seperti Sumatera Utara (11,64 persen), DKI Jakarta (10,64 persen), dan Banten (5,30 persen).

“Kendati demikian, Jabar tetap menjadi provinsi penyalur kredit terbesar kedua secara nasional dengan pangsa 12,34 persen,” imbuh Darwisman.

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar terserap oleh rumah tangga sebesar Rp434,61 triliun (tumbuh 6,16 persen yoy), disusul industri pengolahan Rp166,03 triliun (tumbuh 11,41 persen yoy).

Sejumlah sektor mengalami perlambatan, di antaranya perdagangan besar dan eceran (turun Rp4,96 triliun), transportasi–pergudangan–komunikasi (turun Rp4,27 triliun), serta pertanian–kehutanan–perikanan (turun Rp6,01 triliun). Meski demikian, beberapa sektor tetap menunjukkan ekspansi seperti konstruksi (tumbuh 9,18 persen yoy), real estat (11,29 persen yoy), dan rumah tangga (6,16 persen yoy).

Sebaran DPK dan Kredit per Wilayah

Lima wilayah dengan DPK terbesar di Jabar:

• Kota Bandung – Rp248,53 triliun (33,81 persen)
• Kota Bekasi – Rp106,68 triliun (14,51 persen)
• Kabupaten Bekasi – Rp57,99 triliun (7,89 persen)
• Kota Depok – Rp50,47 triliun (6,87 persen)
• Kabupaten Karawang – Rp42,19 triliun (5,74 persen)

Wilayah dengan penyaluran kredit terbesar:
• Kabupaten Bekasi – Rp174,66 triliun (16,85 persen)
• Kabupaten Bogor – Rp141,62 triliun (13,67 persen)
• Kota Bandung – Rp131,74 triliun (12,71 persen)
• Kota Bekasi – Rp79,43 triliun (7,67 persen)
• Kabupaten Karawang – Rp76,81 triliun (7,41 persen)

Dominasi Perbankan Konvensional
Kegiatan perbankan di Jabar masih didominasi bank konvensional, dengan pangsa aset 90,11 persen (Rp939 triliun), DPK 88,88 persen (Rp653 triliun), dan kredit 88,87 persen (Rp920 triliun). Sementara perbankan syariah memiliki pangsa aset 9,89 persen (Rp103 triliun), DPK 11,12 persen (Rp82 triliun), dan pembiayaan 11,23 persen (Rp116 triliun).

Dilihat dari jenis lembaga, bank umum menguasai aset 96,79 persen (Rp1.009 triliun), DPK 96,82 persen (Rp712 triliun), dan kredit 97,63 persen (Rp1.011 triliun). Sisanya merupakan BPR dan BPR Syariah.

Perkembangan Kredit UMKM dan KUR

Secara nasional, penyaluran Kredit UMKM per Oktober 2025 mencapai Rp1.498,74 triliun. Jabar menyalurkan Rp186,93 triliun atau 12,47 persen dari total nasional, menempatkannya sebagai penerima Kredit UMKM terbesar kedua setelah Jawa Timur (Rp225,47 triliun).

Jumlah rekening UMKM di Jabar mencapai 3.472.550, turun 8,22 persen atau 331.037 rekening dibanding Oktober 2024. Wilayah dengan penyaluran Kredit UMKM terbesar yaitu Kota Bandung (Rp25,83 triliun), Kabupaten Bekasi (Rp16,77 triliun), Kabupaten Bogor (Rp15,18 triliun), Kabupaten Bandung (Rp13,81 triliun), dan Kota Bekasi (Rp12,48 triliun).

Untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga September 2025 sebanyak 428.495 pelaku usaha di Jabar telah memanfaatkan pembiayaan KUR dengan total penyaluran Rp23,27 triliun dan outstanding Rp20,03 triliun. Skema KUR Mikro mendominasi dengan porsi 64,90 persen, disusul KUR Kecil (34,43 persen), KUR Super Mikro, KUR TKI, dan skema lainnya.

Lima wilayah dengan outstanding KUR terbesar:

• Kabupaten Bogor – Rp1,88 triliun (31.898 debitur)
• Kabupaten Bandung – Rp1,66 triliun (34.751 debitur)
• Kabupaten Garut – Rp1,32 triliun (33.889 debitur)
• Kota Bandung – Rp1,18 triliun (19.575 debitur)
• Kabupaten Indramayu – Rp1,06 triliun (25.523 debitur). (*/nto)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *