RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tidak mendapat sambutan dari pemerintah.
Ilustrasi demonstrasi di Kota Bandung. Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tidak mendapat sambutan dari pemerintah. Foto-foto:Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung
Alasannya, pemerintah sudah memiliki instansi-instansi yang kini telah bekerja tanpa harus membentuk TGPF.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra kemarin.
Menurut Yusril, pemerintah sejauh ini menilai penanganan kasus demonstrasi sudah berjalan melalui mekanisme lembaga resmi yang ada.
“Kita menyerahkan kepada lembaga-lembaga yang sudah ada. Artinya, langkah-langkahnya itu kan sudah lebih konkret dilakukan,” ujarnya.
Dia menegaskan, pemerintah mendorong aparat penegak hukum dan lembaga terkait bekerja sesuai kewenangan masing-masing.
“Jadi, sementara ini pemerintah mendorong supaya polisi bekerja, Komnas HAM bekerja, lembaga-lembaga perlindungan saksi dan korban juga bekerja,” kata Yusril.
Dia memastikan, proses hukum tetap berada dalam koridor aturan.
“Dan kita memastikan langkah-langkah hukum telah dilakukan on the track. Sesuai dengan hukum dan ketentuan-ketentuan HAM,” ucapnya.
Yusril mengaku mendapat laporan bahwa penyelidikan oleh Komnas HAM masih berlangsung.
Karena itu, dia menilai, belum perlu membentuk tim investigasi baru di luar mekanisme yang ada.
Proses Hukum Jalan Terus
Yusril juga menegaskan, pemerintah memastikan proses hukum terhadap ratusan perusuh di sejumlah daerah berlangsung transparan.
Menurut Yusril, sebagian besar peserta demo yang sempat ditangkap telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, dari total 5.444 orang yang diamankan pasca kerusuhan di sejumlah daerah, sebagian besar telah dipulangkan.
“Dari 5.444 orang yang diamankan, sebanyak 4.800 di antaranya sudah dipulangkan, jadi tinggal 583 orang yang saat ini dalam proses hukum,” katanya.
Angka sebesar itu tersebar di berbagai daerah.
Antara lain, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, dan beberapa wilayah lain.
Dedi menjelaskan, ratusan orang yang diamankan tersebut sedang dikaji perannya secara mendalam oleh penyidik.
“Sedang dilakukan kajian dan analisa secara mendalam, siapa yang menjadi aktor intelektualnya, siapa yang menjadi penyandang dana, dan siapa yang menjadi operator lapangan,” kata Dedi.
Dia juga menekankan pentingnya pembedaan penanganan antara orang dewasa dan anak-anak. Dia memastikan, Polri membuka ruang komunikasi dengan berbagai lembaga independen untuk menjamin transparansi penanganan perkara. (bry/oni/jawa pos)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan