RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 disambut di Kota Bandung dengan acara yang berfokus pada literasi anak jalanan. Melalui Bandung Kota Cerita Jilid 2, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung bersama Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika menggelar puncak acara bertajuk Literasi Membangun Peradaban Bersama Anak Jalanan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan anak jalanan bukan hanya statistik dalam nomor sosial, melainkan insan muda yang penuh dengan rasa ingin tahu.
“Mereka adalah manusia muda dengan potensi dan rasa ingin tahu, dengan hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, dalam membangun peradaban, harus dimulai dari akses terhadap pengetahuan, nilai-nilai kemanusiaan dan aktualisasi,” tegas Erwin di Aula Disarpus Kota Bandung, Jalan Seram No. 2, Minggu (27/7/2025).
Mengakui anak jalanan sebagai tantangan nyata, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen mengambil langkah inklusif. Upaya ini mencakup dorongan terhadap sekolah inklusif dan penguatan literasi dengan merevitalisasi perpustakaan keliling.
Meski demikian, Erwin menekankan penanganan masalah ini memerlukan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Diperlukan tindakan konkret, kolaborasi nyata, dan kepemimpinan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kerja sama adalah keharusan. Pemkot Bandung tidak bisa bekerja sendiri,” ungkapnya.
Dari sudut pandang komunitas, pendiri KPM Dewi Sartika, Santi Safitri menyoroti akar masalah yang lebih dalam. Menurutnya, persoalan anak jalanan muncul karena negara belum mampu menyediakan sistem jaminan sosial dan penanganan kemiskinan yang utuh.
“Sebetulnya kalau dilihat dari kebijakan publik, negara kita memang belum bisa memberikan kesejahteraan secara utuh kepada masyarakat. Seharusnya dibuat sistem penanganan kemiskinan dan sistem jaminan sosial yang tidak menyebabkan anak-anak itu turun ke jalan,” jelas Santi.
Selain itu, ia menilai penanganan yang ada saat ini, seperti razia, tidak efektif dan tanpa program lanjutan yang jelas. Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan oleh dinas sosial sering kali tidak komprehensif dan tanpa pendampingan hingga mandiri, sehingga banyak anak kembali ke jalan.
“Jadi razia itu kan harus ada input dan output ya karena itu pake anggaran pemerintah, pake uang rakyat. Harusnya setelah di razia itu ada program lanjutan,” ungkapnya.
Santi berharap generasi muda dapat lebih kolaboratif dan pemerintah dapat merangkul anak-anak jalanan dengan kebijakan yang lebih berpihak. Dengan pendidikan yang baik, ia yakin mereka bisa memiliki masa depan yang lebih maju dan turut membangun Indonesia.(dsn/mg3)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan