RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk melakukan transformasi angkutan kota (angkot) menuju sistem berbasis digital mendapat respons beragam dari para sopir angkot. Program ini mencakup sistem pembayaran nontunai hingga skema penggajian, namun hingga saat ini belum sepenuhnya tersosialisasikan ke para pelaksana di lapangan.
Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan koperasi angkot. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak sopir belum mengetahui secara detail bahkan belum mendengar adanya inisiatif tersebut.
“Saya baru tahu hari ini, belum pernah dengar sebelumnya. Kalau memang mau diterapkan, ya Alhamdulillah. Tapi kan kami para sopir juga harus diajak bicara, harus sepakat semua,” ujar sopir trayek Cicadas–Cibiru, Rihmat saat ditemui Jumat (18/7/2025).
Senada dengan Rihmat, sopir angkot lainnya, Dadang juga mengaku baru mendengar istilah Angkot Pintar. Ia menyatakan belum memahami bagaimana sistem itu akan dijalankan. Meskipun begitu, Dadang menyatakan kesiapan untuk mengikuti kebijakan pemerintah, dengan catatan hak-hak sopir tetap terjamin.
“Nanti teknis di lapangannya seperti apa belum tahu. Yang penting kami tetap bisa kerja dan penghasilan tidak terganggu. Kalau soal keselamatan dan kenyamanan, Insya Allah pengemudi juga bisa menjamin,” ujarnya.
Para sopir, meskipun belum mendapat informasi utuh, cenderung menerima perubahan asal tidak menghilangkan mata pencaharian mereka. Hal ini menunjukkan adanya potensi dukungan dari akar rumput jika proses sosialisasi dan pendekatan dilakukan dengan tepat.
Sopir lainnya, Ion mengungkapkan hal serupa. Ia mengaku tidak keberatan jika sistem digital dan peng’gajian diterapkan, selama pendapatannya tetap aman.
“Siap aja. Kalau ada perubahan mah setuju aja, asal gak mengurangi penghasilan,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, para sopir juga menyuarakan kekhawatiran atas wacana pembatasan usia maksimal sopir angkot yang mungkin diberlakukan dalam sistem baru ini.
“Kalau memang nanti pakai sistem gaji, dan usia maksimalnya 40 atau 50 tahun, ya kami otomatis tersingkir. Itu yang perlu dikaji lagi. Jangan sampai niat baik malah mengorbankan yang sudah lama mengabdi,” ujar Dadang.
Meski begitu, semangat positif masih terlihat di kalangan sopir angkot. Mereka menyambut baik inovasi jika memang membawa perubahan positif bagi kesejahteraan mereka. Harapan besar mereka adalah agar transformasi ini juga menjamin keadilan dan perlindungan sosial.
“Kalau memang sistemnya kayak UMR, ya lebih bagus. Kita gak mikir setoran, gak masalah. Yang penting kan kita kerja dengan tenang dan ada kepastian,” pungkas Rihmat.(dsn/mg1/mg3)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan